Kesehatan Manusia Pasca Pergeseran

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Human Health, written Dec, 2002

Efek-efek pergeseran kutub nanti dalam hal penyakit manusia tak akan berada di luar apa yang dialami sekarang ini, seperti misalnya ketika bepergian ke negeri asing atau pindah ke iklim yang berbeda. Peringatan untuk tidak minum air lokal atau memakan buah lokal tanpa mencucinya dulu adalah sebuah contohnya.
Sistem kekebalan tubuh manusia menyesuaikan diri dengan mengembangkan antibodi-antibodi untuk melawan kuman-kuman, sehingga rasa sakit, jika bisa dibilang terasa tak menyenangkan, hanya bersifat sementara.
Pergeseran kutub akan membuat kuman-kuman, juga hewan dan manusia serta tanaman bermigrasi pasca pergeseran kutub, dan situasinya telah dimulai di tahun-tahun menuju pergeseran kutub.
Maka, kalaupun orang tetap tinggal di rumahnya, kuman-kuman baru akan tetap tiba tanpa diundang. Inti bumi yang berpusar-pusar, yang aktifitasnya meningkat di tahun-tahun menuju pergeseran kutub, berdampak kecil pada kehidupan manusia dan hewan, meski ada peningkatan albino seperti, misalnya, Bison Putih. Lagi pula inti bumi memang selalu berpusar-pusar, dalam kondisi normal, jadi tak ada hal yang baru di sini. 
Mereka yang selamat dari pergeseran kutub akan dapati diri mereka lebih sering mengidap sakit akibat:
  1. kuman-kuman baru yang dibawa ke suatu area
  2. penurunan sistem kekebalan tubuh akibat depresi
  3. gizi buruk
Apapun kasusnya, solusinya adalah
  • memiliki pandangan hidup yang positif, karena ini akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh; 
  • mengonsumsi makanan yang seimbang vitamin dan mineralnya bahkan jika tak mungkin mendapat makanan berkalori tinggi; 
  • berolah raga dengan melakukan tindakan yang akan memperbaiki kehidupan seluruh orang dalam komunitas, karena bertindak untuk mengatasi masalah serta melakukan sesuatu untuk orang lain akan meningkatkan semangat secara keseluruhan; 
  • dan membiarkan tubuh menyesuaikan diri pada kuman-kuman baru dengan mengembangkan antibodi-antibodinya, sebuah proses yang memerlukan sakitnya tubuh untuk beberapa waktu, namun demam dan rasa lemah adalah bagian normal dari proses itu. 
Hal-hal itu akan lewat pada waktunya, sehingga harus dilihat sebagai kondisi sementara.