Dampak Pelambatan Pergerakan Lempeng Tahap 7 Pada Tsunami dan Gempa

Baca juga:


Intervensi Dewan Alam Semesta Ini telah memungkinkan tingkat pergerakan lempeng-lempeng Tahap 7 menuju Pergeseran Kutub diperlambat melalui kotak-kotak logam alien, sehingga dampaknya telah berkurang banyak ketimbang kalau pergerakan itu terjadi tanpa ditahan-tahan.
Pelambatan ini juga telah berdampak pada tingkat kecepatan pengamblesan Lempeng Sunda, dengan demikian pengamblesan Indonesia.
Berikut para alien Zeta menjelaskan bagaimana pengaruh pelambatan pergerakan lempeng Tahap 7 pada gempa dan tsunami, serta efek sampingannya pada cover-up Penguasa terhadap perubahan-perubahan bumi yang disebabkan oleh Planet X/Nibiru.

Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for March 10, 2012   

[Dampak Pada Tsunami] 
Apa yang akan terjadi ketika tingkat kecepatan pergerakan lempeng di perlambat?
Kemungkinan terjadinya tsunami sudah pastinya akan berkurang, sebagaimana yang dapat dilihat pada pengamblesan Lempeng Sunda. Pengamblesan terjadi, dan hampir selesai, namun kemungkinan adanya tsunami yang telah kami prediksi di berbagai wilayah di Lempeng Sunda (di Filipina dan Cina--pen.) telah dihindari.
Ketinggian dan kekuatan sebuah tsunami terkait langsung dengan tingkat pemindahan air laut di  lantai dasar laut, dan jika hal ini terjadi selangkah demi selangkah ketimbang sekaligus, maka tingkat pemindahan itu akan berkurang untuk setiap langkahnya.
Ini pertanda baik bagi tsunami Eropa. Jika Dewan Alam Semesta Ini masih mengenakan tingkat kecepatan pergerakan lempeng Tahap 7 yang lebih lambat, maka tsunami itu sudah pastinya akan berkurang.
Robekan pada Atlantik Utara akan terjadi sedikit saja, setiap kalinya. 
Jumlah air laut yang masuk ke dalam celah robekan itu akan berkurang, setiap kalinya. 
Dan gerakan gelombang laut yang terlambung ke arah Inggris juga akan berkurang, setiap kalinya. 
Namun prediksi kami merupakan situasi kasus terburuk (worst case), yang mencerminkan apa yang akan dihasilkan oleh perubahan-perubahan bumi jika tidak ditahan.  

[Dampak Pada Gempa] 
Namun apa dampak dari pengurangan tingkat pergerakan lempeng Tahap 7 pada daratan-daratan luas dimana telah diekspektasi gempa-gempa yang melonjak-lonjak? Apakah pelambatan itu akan mengurangi kekuatan gempa secara keseluruhan dari gempa-gempa yang telah diantisipasi?
Gempa-gempa berkekuatan besar terjadi ketika sebuah titik tangkap di sepanjang perbatasan-perbatasan lempeng bersikap sangat resistan, namun bebatuan yang berlepasan akan menjadi hasil akhirnya. 
Biasanya ada satu tempat, di pusat gempa (epicentre), dimana titik tangkap ini berada dan sebuah jarak yang panjang di sepanjang perbatasan lempeng dimana gempa-gempa yang lebih kecil telah mempersiapkan perbatasan untuk mendapat gerakan yang lebih ringan. Titik resistansi di dalam tubuh sebuah lempeng, seperti misalnya New Madrid, juga dapat menentang tapi, lalu, tiba-tiba memberi jalan.   
Tak ada jalan untuk mengurangi resistansi pada titik-titik tangkap ini, meskipun ketegangan yang mengiringi titik-titik semacam itu dapat dikurangi sehingga gempa itu sendiri dapat ditunda.
Apa artinya ini bagi tingkat Tahap 7 yang diperlambat adalah bahwa gempa-gempa berkekuatan besar akan terjadi dalam jarak waktu yang lama. (Namun) hubungan gempa-gempa itu dengan prediksi-prediksi kami, dengan demikian, dapat dikamuflase oleh pihak penguasa.
Kalau pengamblesan (seperti, misalnya, Kep. Trinidad di Karibia) atau perenggangan lempeng (seperti, misalnya, di barat Sungai Mississippi) akan terjadi, maka perubahan-perubahan tanah/daratan itu pada akhirnya akan tiba.
Namun, seperti dalam pengamblesan Lempeng Sunda, tingkat pergerakan lempeng yang diperlambat, sayangnya, telah memberi ruang waktu (kesempatan tambahan--pen.) bagi pihak penguasa untuk membuat manuver dalam cover-up mereka dan mengembangkan alasan-alasan.