Tentang Intrevensi Alam Gaib Pada Manusia

Pengaturan Alam Semesta

Intervensi dari Dewan Alam Semesta Ini terhadap manusia/bumi dalam situasi-situasi yang membahayakan akan dilakukan namun di bawah kondisi-kondisi khusus yang sangat ketat peraturannya. Di luar itu, nasib bumi sepenuhnya berada di tangan manusia. Maka, manusia bisa merusak bumi tanpa ada intervensi yang diberikan untuk mencegah hal itu.

[Landasan Tak Ada Intervensi Gaib Pada Manusia]
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Intervention, Note: written Apr 15, 1996.

"Manusia terlalu sering melihat ke hal-hal lain di luar diri mereka sendiri untuk mencari keselamatan sehingga hampir-hampir tak dapat membayangkan sebuah situasi dimana bumi tak akan diselamatkan oleh apa yang telah disebut sebagai para saudara mereka yang baik hati dari ruang angkasa jika situasi-situasinya menjadi benar-benar sulit.

Mungkin manusia diijinkan untuk mengutak-atik bom nuklir dan pemanasan global hanya karena situasinya belum menjepit. Ini seperti anak-anak yang bermain-main dekat pinggiran tebing meskipun mereka sudah diperingatkan. Begitu mereka mulai terjatuh, akan muncul intervensi. Hal semacam itu sering kali menjadi kasus dalam masalah-masalah manusia, dan menjadi aturan rutin.
[Misalnya] Anak-anak seharusnya tidak diijinkan bermain-main dekat lalu lalang kendaraan, meskipun sesekali hal ini terjadi karena kebetulan atau lepas dari pengawasan atau terjadi luka. Namun peraturannya [menurut manusia--pen.] adalah bahwa intervensi harus terjadi. Bahkan orang-orang dewasa dapat mengantisipasi penyelamatan. Kegagalan-kegagalan bank dapat mengadalkan bantuan dari Fed (Federal Reserve, di Amerika), saham yang tak bernilai dari pengawasan SEC, menyetir ugal-ugalan dari kilapan lampu mobil patroli polisi, dan menelepon 911 cepat mendatangkan banyak berbagai macam kendaraan penyelamat.
Tidakkah Dewan Alam Semesta Ini akan mengintervensi jika bumi, subyek yang menjadi begitu dipedulikan oleh begitu banyak grup alien, berada di ujung tanduk kehancuran? Jawaban pendeknya, tidak. [Baca: Intervensi Dewan Alam]
Lihatlah Planet Mars, yang kini membeku total yang tadinya merupakan planet yang memberi kehidupan. Planet Mars rusak oleh para tamu hominoid dari Planet ke-12, yang diijinkan melakukannya karena merekapun penduduk asli di tata surya Anda. Lihatlah cara kami, para Zeta, yang dahulu telah merusak planet kami ketika masih hidup di alam Densitas ke-3. 
Kami dahulu terpaksa hidup di bawah tanah, karena telah membuat permukaan planet kami beracun. Seandainya kami semua punah, pasti kami telah ditransplantasi di dunia lain, meskipun dalam kapasitas dimana kami tak akan berkapasitas untuk menghancurkan sebuah dunia kedua.
Lihatlah Bigfoot Anda, yang berkeliaran dalam kondisi primitif, namuan juga dalam kondisi Densitas ke-3 seperti Anda. Mereka adalah transplant-transplant dari dunia lain, namun kekurangan kapasitas untuk meracuni ataupun merusak dunia yang kini mereka tinggali. Para entitas yang berinkarnasi sebagai Bigfoot memohon situasi ini, setelah memandang hasil-hasil karya besar mereka dengan penuh kengerian. [Baca: Bigfoot, Yeti, dan Monster Loch Ness]
Seperti yang telah berulang-ulang kami jelaskan, (nasib) bumi ini berada di tangan-tangan para manusia sekarang ini, dan, dengan demikian, manusia dapat benar-benar menghancurkannya - dan tak ada yang akan mengintervensi." [Baca juga: Manusia Berdaulat Atas Bumi Sekarang]
--------------------------------------------------------------------------------------------
[Aturan-Aturan Intervensi Gaib]
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Moving Planets, written June 13, 2004

Kalau para Zeta mengklaim bahwa mereka telah memindahkan planet Venus untuk mengakali masyarakat di bumi, lalu mengapa mereka tak memindahkan bumi menjauh dari jangkauan Planet X? Mengapa malahan menyediakan lebih banyak alasan kepada publik untuk tak serius memandang pesan tentang pergeseran kutub?

Telah kami nyatakan, di awal sejarah ZetaTalk, bahwa Dewan Alam Semesta Ini memandang suatu pergeseran kutub masuk dalam kategori yang sama dengan angin puting beliung atau angin ribut atau gunung berapi yang meletus atau kelaparan atau epidemik penyakit, sebagai suatu kesempatan bagi manusia untuk tumbuh secara spiritual dan saling membantu. Lagi pula, bumi adalah rumah sekolah Anda, dan inilah pelajaran yang harus Anda terima.
  • Dewan mengintervensi ketika rumah sekolah untuk belajar ini akan benar-benar hancur, seperti ketika mendekatnya asteroid yang dapat cukup menghancurkan kehidupan di bumi, maka akan dibelokkan agar rumah sekolah ini dapat berlanjut. Dalam contoh ini, Dewan akan mengintervensi karena manusia tak mampu mengintervensi. Sehingga (kalau tidak ada intervensi - pen.) akan terjadi kerugian tanpa tujuan.  
  • Dewan mengintervensi ketika lingkungan bumi tidak seimbang yang tak memungkinkan manusia membuat pilihan-pilihan nyata. Telah kami sebutkan bahwa di masa lalu intervensi semacam itu menghasilkan Karantina antara manusia dan hominoid raksasa dari Planet ke-12, aka Planet X. Karena raksasa, serta Memperbudak Manusia, yang berkuasa adalah  penderitaan dan keputusasaan, yang memaksa ruh-ruh muda condong ke orientasi Mengabdi-Ego secara tak terkendali. Dalam contoh ini, sama saja, manusia tak mampu memberlakukan Karantina ini. 
  • Dewan mengintervensi ketika sebuah dunia telah mengambil suara, selama suat Transformasi, namun Pihak Yang Kalah melanjutkan untuk merampas kekuasaan. Bumi, yang memilih suara untuk menjadi Pengabdi-Kebaikan seperti yang telah bisa diekspektasi, tak akan jatuh ke dalam situasi Darurat Militer (terkait Pergeseran Kutub - pen.). Maka, senjata-senjata pemusnah masal, meskipun ditanam di Iraq, tak pernah digunakan. Maka, terorisme yang berlanjut di AS, alasan utama untuk memberlakuan Darurat Militer, dipadamkan. Transformasi, yang menjadi jantung keputusan-keputusan para ruh individu, dengan demikian, berlanjut sesuai rencana, dan tidak dibajak.
Bandingkan contoh-contoh itu dengan intervensi dalam kehidupan normal di bumi, dimana manusia mampu memberlakukan perubahan dengan melakukan tindakan. Bahkan dihadapkan pada angin puting-beliung atau gunung meletus, ada pilihan-pilihan untuk memberi bantuan kepada orang-orang, menempatkan diri dalam bahaya, atau bersikap mementingkan diri sendiri. Aturan Emasnya dapat dipraktekkan atau tidak, dan ini adalah pilihan-pilihan spiritual. [Baca Spiritualitas Tertinggi Manusia: Aturan Emas]

Sama halnya dengan pergeseran kutub, yang sudah pastinya bukan yang pertama kali bagi bumi atau manusia, yang selalu menjadi kesempatan untuk membuat pilihan-pilihan spiritual apakah akan membantu orang-orang atau tidak. Maka, bagi Dewan, tak ada bedanya apakah itu kelaparan di Chad, pembatasan imigrasi di Australia, keserakahan di Wall Street yang tak dimitigasi, atau kebrutalan perampasan minyak di Irak.

[Aturan-Aturan Tak Ada Intervensi Gaib]
(Namun) Manusia pada utamanya menangani pergeseran kutub mendatang ini dengan buruknya. Para elit sudah diberi tahu, namun rakyat jelata ditutup dari fakta-faktanya. Para elit kaya, yang egois dan serakah, yang menguasai dunia atas dasar pengaruh besar yang dipegang kaum kaya itu, hanya peduli agar para kelas pekerja mereka dapat tetap selamat untuk melayani mereka di masa depan. Inilah yang dianggap situasi tak seimbang oleh Dewan.
  • Dewan tak mengintervensi ketika rumah sekolah hanya akan diatur ulang, seperti yang terjadi setiap pergeseran kutub. Kesempatan-kesempatan baru untuk membuat pilihan-pilihan spiritual meningkat pesat selama masa-masa perubahan besar, dengan kepemimpinan mapan yang kolaps, kebutuhan dan kesulitan hidup dimana-mana, dan sedikit saja yang menghalangi jalan orang untuk membantu orang-orang lain. Dalam kata-kata Wall Street, ini adalah kesempatan-kesempatan pertumbuhan, kalau berbicara soal spiritual.
  • Dewan tak mengintervensi ketika kesempatan-kesempatan pertumbuhan spiritual dibatasi oleh segelintir individu yang beroperasi dalam cover-up. Mereka (segelintir orang itu - pen.) menderita sekali apakah akan membantu atau menelantarkan orang-orang, sementara rakyat jelata hanya diberi tahu bahwa cuaca dan langit normal-normal saja, dan kembali berbelanja telah diatur. 
Bayangkan perbedaannya jika pergeseran kutub nanti, yaitu kehadiran Planet X di bagian dalam tata surya ini, menjadi realita bagi rakyat jelata. Semua orang akan memandang hidup dan pilihan-pilihan mereka bermakna---[maka mereka mungkin akan] hidup dengan pilihan-pilihan mereka selama beberapa hari dan mungkin memiliki penyesalan-penyesalan. 
Ini sebuah kesempatan pertumbuhan yang lebih besar, bagi lebih banyak individu, untuk periode waktu yang lebih lama.
Dengan demikian, sama seperti senjata-senjata pemunah masal yang dibuang dari Irak secepat saat ditanam oleh Koalisi, dan seperti halnya serangan-serangan terorisme melawan benua AS telah berulang-ulang digagalkan agar tak diberlakukan Darurat Militer, Dewan bergerak untuk mencegah bocornya cover-up agar tak kembali ke kekakuan.

Kalau saja ribuan astronom amatir tak melihat transit Venus, setelah pengumuman yang dikumandangkan dengan keras, maka hal ini tak akan terjadi. Dan, kalau saja para amatir ini membuat tuntutan-tuntutan pada pihak penguasa, maka pintu-pintu pasti akan dibanting dan resistansi terhadap diskusi-diskusi terbuka akan telah meningkat. Bagi mereka yang mengatakan bahwa transit Venus, atau penampakan Venus--kata yang lebih akurat--mengalihkan dari validitas ZetaTalk, kami katakan bahwa kebanyakan umat manusia tak menyadari ZetaTalk atau bahkan konsep Planet X, termasuk kebanyakan astronom amatir.
Dari pada menggedor-gedor pintu-pintu coverup dengan menuntut penjelasan-penjelasan, mereka mempertanyakan anomali-anomali di sekitar matahari, yaitu suatu jenis diskusi terbuka yang akan memungkinkan coverup meluruh. 
Maka, Dewan mengijinkan Venus didorong ke tempat yang enggan ditujunya, sehingga membuat penampakan, lalu kembali (ke tempatnya). Ini masalah kecil saja dalam skema hal-hal." [Baca: Transit Venus 2012, Melompat-Lompat]