Pasca Pergeseran Kutub: Mendung dan Gerimis Dua Dekade

Baca juga: Pasca Pergeseran Kutub

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Return to Normalcy, Note: written on Sep 15, 1996. Planet X and the 12th Planet are one and the same.

[Mendung dan Gerimis]
Atmosfer mendung, dengan awan yang sepertinya menutupi tanah, akan berlangsung selama setidaknya dua dekade, kemudian sirna selama beberapa tahun setelahnya. Beberapa faktor bermain di sini, yang menyebabkan situasi ini.
Pertama, atmosfer, pada dasarnya, robek selama lewatnya Planet ke-12 pada jarak terdekat dengan bumi, dan sedang dalam proses membangun kembali.
Kedua, gunung-gunung berapi yang meletus selama pergeseran kutub terus membatukkan abu ke atmosfer, menciptakan tabir awan yang pekat. Bahkan setelah gunung-gunung berapi ini menjadi tidak aktif, abu yang telah tersembur ke atmosfer perlu beberapa waktu untuk settle. Ketika tipis, atmosfer cenderung agak lebih siap meneteskan air yang terpungut olehnya. Lagi pula, awan adalah uap air, namun ketika awan-awan tidak dapat terhembus ke tempat tinggi, mereka terpengaruh oleh gerakan lambat dan membentur sesuatu yang dapat menyebabkan kondensasi. Dengan demikian, cuaca seperti hujan terus-menerus, setidaknya gerimis. 
[Kembalinya Tetumbuhan Dalam Beberapa Dekade]
Tetumbuhan tumbuh kembali dalam proporsinya dengan sinar matahari yang berhasil menembus tabir awan tebal. Pada mulanya, hanya ada satu atau dua kecambah, yang dengan cepatnya dimakani oleh apapun yang kelaparan dekat sana. Akibat lingkungan yang lembab dan berawan, banyak spesies tanaman yang tidak muncul hingga perubahan-perubahan iklim, dan kemudian, teraktifasi oleh kondisi-kondisi iklim sehingga DNA mereka menjadi terprogram untuk bereaksi, benih-benihnya berkecambah secara ajaib.

Hutan-hutan yang telah diratakan oleh angin badai atau terbakar habis oleh badai api menjadi tumbuh kembali dari penyemaiannya.
Dalam beberapa dekade, hutan-hutan muda telah muncul kembali, demikian pula padang rumput yang subur dan tanah-tanah rawa. Tetumbuhan oportunistik pada akhirnya akan tersisihkan seiring dengan kembalinya iklim normal dunia.  
Namun selama ratusan tahun, tetumbuhan di wilayah manapun boleh jadi akan akhirnya telah memiliki penampilan yang berbeda yang, akibat penyesuaian jenis ini.
Hewan liar, karena mobile, lebih siap untuk berkembang-biak ketimbang tetumbuhan. Hewan liar cendering berkeliaran hingga menemukan tempat tinggal yang ramah, dan akan bertahan di sana hingga masalah-masalahnya terkoreksi. Banyak spesies akan tampak punah, padahal hanya berkurang besar-besaran jumlahnya dan tinggal dekat wilayah dengan kondisi-kondisi yang optimal. Seiring dengan bertambahnya jumlah mereka dan habitat mereka menjadi lebih baik, mereka kembali ke cara-cara yang penuh petualangan, dan, dengan demikian, manusia sepertinya muncul kembali.

Ikan-ikan bernasib lebih baik, terutama jika berada di lautan, karena lautan tidak mengalami trauma sebagaimana kehidupan di darat. Faktanya, akibat meningkatnya karbondioksida di udara setelah pergeseran kutub, kehidupan kelp dan tanaman lain di laut menjadi subur, menicptakan sebuah reaksi siklus kehidupan yang menguntungkan bagi kehidupan laut. Oleh karena manusia, sebagai penjarah besar, pada dasarnya telah lenyap, spesies-spesies yang hampir punahpun akan kembali berkembang biak.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com