Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Tentang Ruh Tua (Tambahan)


Dari jenis-jenis ruh di alam semesta, dikenal istilah Ruh Tua, yang juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Old Soul. Ada kesalahpahaman banyak manusia dalam mengartikan Ruh Tua. Mereka menganggap bahwa seluruh ruh yang telah berinkarnasi ribuan atau jutaan tahun adalah ruh tua.
Tapi, menurut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan, apa yang disebut sebagai Ruh Tua sesungguhnya merujuk pada kematangan spiritualnya, bukan pada jumlah reinkarnasinya. Ia telah kokoh memilih orientasi spiritual Mengabdi-Kebaikan. Ruh Matang adalah sebutan lain yang lebih tepat.
Para Pengabdi-Ego ada yang memiliki ruh tua, tapi, untuk masalah yang satu ini, lebih terkait dengan usia reinkarnasinya, dan bukan ruh merupakan yang matang--malahan belum dewasa.
Para Ruh Tua memiliki massa ruh yang besar, dan dapat dirasakan oleh sebagian manusia.
Kalau mata manusia tidak dapat mengukur massa ruh/jiwa orang lain, maka ruh dapat mengukurnya dengan baik. Anda tahu secara insting bahwa orang lain itu, misalnya, matang dan bijak. Spirit Substance, written Mar 15, 1996 [Baca: Hakekat Ruh]
Berikut para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan perbedaan kontras antara Ruh Tua dengan Ruh Muda yang akan sirna (tapi ada ruh muda yang tidak sirna, karena telah berpijar, sehingga bereinkarnasi):
Ruh-ruh tua setara dengan sulur-sulur dan koneksi-koneksi pada otak, serta jumlah sel otak manusia. Mereka hidup terus karena ini--kerumitan interaksi-interaksi dan ingatan-ingatan yang menyatukan jiwa itu. Sedangkan ruh-ruh muda yang kemudian sirna (tidak lagi bereinkarnasi--pen.) akibat kurangnya apa yang kami sebut suatu pijaran--yaitu memiliki sedikit saja koneksi, sedikit saja ingatan yang substansial yang menciptakan koneksi-koneksi, dan, dengan demikian, pada dasarnya, tidak ada apapun dalam dirinya. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Spirit Form, Note: written Aug 15, 1995
Ini terkait dengan kemampuan spiritual suatu ruh untuk membuat kemajuan dalam perjalanan hidupnya dari satu masa hidup ke masa hidup lainnya. Ada yang dapat dengan cepat maju dari pelajaran di alam densitas ke-3 dan lulus dari satu alam lebih tinggi ke alam lebih tinggi berikutnya. Berikut penjelasan lebih mendetil dari para alien Zeta.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Old Souls, Note: written May 15, 1997

Jika Bumi menjadi rumah bagi para entitas yang tengah terbentuk, dan Dewan Alam Semesta Ini sedang mengatur kunjungan-kunjungan di antara para entitas itu yang telah lulus dari rumah-rumah semacam itu (semacam bumi, misalnya di planet-planet lain--pen.) untuk bepergian di alam semesta ini, lalu seberapa tuanya para entitas yang duduk di Dewan?
Lamanya waktu bukan panduan yang relevan di sini, karena kemajuan dalam masalah-masalah spiritual bersifat kurang terkait dengan tahun-tahun, melainkan masalah pertumbuhan. 
  • Ada jiwa-jiwa/ruh-ruh tua di kamp-kamp Pengabdi-Ego yang hampir-hampir tidak membuat perkembangan melewati titik jiwa-jiwa paling matang di Bumi! Mereka kokoh Mengabdi-Ego, dan, dengan demikian, maju ke alam Densitas ke-4, dan di sanalah mereka tinggal.
  • Ada jiwa-jiwa/ruh-ruh yang relatif muda yang bergerak cepat melewati alam-alam densitas, karena, pada hakekatnya, mereka dapat belajar cepat dan tidak ragu-ragu menerapkan ilmu pengetahuan mereka.
  • Dan di antara kedua golongan itu, ada mayoritas luas, yang berlama-lama di titik-titik (inkarnasi--pen.) mereka, mengunjungi kembali (reinkarnasi--pen.) wilayah-wilayah yang telah mereka lewati dalam hidup sebelum memperkokoh pelajaran-pelajaran, dan menjadi terhalang akibat sifat-sifat mereka dari waktu ke waktu. Dan mereka maju melampaui halangan-halangan itu hanya ketika mereka menyadari bahwa rintangan tertentu sedang mencegah mereka untuk berkembang maju.
Dalam masyarakat manusia, Anda memiliki hal yang setara dengan itu, namun ini dibayang-bayangi oleh kecacatan-kecacatan alami yang menjadi perjuangan orang yang paling muda.
(Misalnya,) Bayi mungil, yang tak berdaya untuk memberi makan dirinya sendiri atau mandi sendiri, jelas-jelas tidak membuat manusia-manusia terkesan, apapun kearifan yang telah ada dalam diri ruh yang berinkarnasi pada bayi itu. 
Anak-anak balita, yang susah-payah berkomunikasi--hanya dengan satu frasa setiap kalinya--diperlakukan hanya sebagai sebuah potensi. 
Anak-anak kecil, yang bersemangat uintuk belajar tapi sering kali ceroboh dalam upaya-upaya mereka untuk menciptakan, bahkan, satu mesin aneh yang paling sederhana, hanya dihargai oleh para orang tua dan kerabat yang mengasihi mereka.     
 Remaja, yang bisa jadi telah memiliki keberhasilan dan berbicara dengan kearifan besar, dilewatkan begitu saja karena mereka dianggap sebagai pemberontak dan hanya berbicara demi menegaskan diri mereka dalam hasrat mereka untuk mandiri dan terlihat penting. 
Dengan demikian, pemikiran bahwa seorang anak yang relatif muda dapat memiliki kearifan jauh di luar para sesepuhnya, tidak dapat dipahami manusia-manusia.
Seberapa sering dari mulut bayi keluar wawasan-wawasan hebat? Seberapa sering gumaman gerutu manusia-manusia yang matang secara fisik menunjukkan bahwa pemikiran mereka dikacaukan oleh dambaan-dambaan untuk tergantung, kebencian-kebencian tidak rasional, promosi diri sendiri, dan ketidakmampuan untuk kreatif ataupun penuh akal? Usia fisik tidak ada artinya!  
Suatu jiwa/ruh matang tidak menyadari statusnya (matang atau belum--pen.), tapi cenderung mengenali jiwa-jiwa/ruh-ruh kuat lainnya selama suatu inkarnasi. Bentuk manusia adalah topeng yang hebat, pada utamanya, kecuali untuk diedukasi. Jiwa-jiwa/ruh-ruh tua hampir langsung saling mengenali. Ini bukan masalah bahasa tubuh (body language), karena manusia dapat tidak menyadari usia ruh/jiwa mereka, selain dari bahwa jiwa-jiwa/ruh-ruh itu sedang berfokus pada masalah-masalah yang berbeda dengan orang-orang lain di sekeliling mereka.
Ruh yang matang sering kali dapati diri mereka sangat kuat berfokus pada masalah yang terkait dengan agenda-agenda para Pengabdi-Ego, atau tiba-tiba mengambil tindakan dalam situasi-situasi dimana orang-orang lain masih berdebat dan tidak yakin. Ruh matang sering kali memiliki sebuah keahlian yang mengherankan orang tuanya, yang ditunjukkan awal dalam hidup manusia muda itu yang pengetahuan dan keahliannya berasal dari sebuah sumber selain dari pendidikan yang sedang diberikan oleh orang tuanya. 
Dengan demikian, ada kisikan-kisikan. Namun, ruh matang dalam jasad muda sering kali merasa aneh dan terputus dari orang lain hingga ia bertemu orang-orang lain yang sejenis.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com


Menangani Korban Sakit dalam Situasi Darurat Ekstrim

Baca juga:


Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Social Services, Note: written Dec 15, 1995.

Setelah bencana-bencana alam dahsyat, kenyamanan dari jaminan perlindungan warganegara yang selama ini diandalkan akan lenyap - tak ada uang santunan bagi rakyat miskin, tak ada kiriman ke rumah, tak ada layanan darurat, tak ada pengobatan gratis, dan tak ada uang bantuan  kesejahteraan masyarakat.
Bagi mereka yang mengandalkan layanan-layanan tersebut, rasa terguncang akan begitu hebatnya, karena rumah, pekerjaan, dan para penyedia layanan akan lenyap. Mereka semuapun akan sama miskin dan berdukanya. Pada dasarnya, manusia-manusia akan saling mengandalkan, dan tidak mengandalkan infrastruktur. 
Apa makna semua itu nantinya? Dalam kebanyakan masyarakat, ada peraturan-peraturan tentang siapa yang harus hidup dan siapa yang harus mati, bahkan ketika peraturan-peraturan itu tidak dijabarkan dengan jelas.
(Contohnya) dahulu, banyak suku Indian Amerika membiarkan para tetua mereka memilih waktu kepergian (wafat) mereka, momen spiritual namun perih bagi semua, karena para tetua merasa menjadi beban bagi yang muda-muda sehingga semua sepakat beban itu tidak ditanggung para orang muda. Dalam beberapa kultur, anak-anak bayi yang cacat tidak diberi nutrisi, dan seluruh kultur mendorong ke lingkaran terluar apa-apa yang mereka anggap tidak diinginkan, untuk melemah dan, siapa tahu, akan mati. 
[Pilih Grup Pengabdi-Kebaikan Atau Grup Pengabdi-Ego?] 
Setelah bencana-bencana alam dahsyat, peraturan-peraturan baru akan bermunculan, tergantung pada seberapa putus-asanya komunitas itu dan apakah yang berkuasa Pengabdi-Ego atau Pengabdi-Kebaikan.

Dalam grup-grup Pengabdi-Ego, yang kuat akan memangsa atau mengabaikan yang lemah hingga tercipta homeostasis. Apa artinya ini adalah bahwa manusia-manusia yang terluka atau rapuh akan diabaikan, tidak diberi makan ataupun diberi asistansi, sehingga akan mati. JIka mereka menolak untuk pergi diam-diam, mereka akan dibunuh, dan, jika makanan kurang, mereka akan dibunuh untuk dimakan, dalam kasus apapun.
Berangsur-angsur, grup itu akan mencapai suatu titik dimana tidak ada lagi orang-orang muda, tua, maupun yang terluka, dan ordo-komando akan ditetapkan di antara mereka yang tersisa.  
Dalam grup-grup Pengabdi-Kebaikan, mereka yang telah cacat tanpa harapan atau mengalami sakit kronis akan diijinkan untuk memilih bunuh diri, dan pengendalian kelahiran akan digunakan untuk membatasi tuntutan-tuntutan terhadap sumber-sumber daya langka, bila perlu. Semua orang yang ingin hidup akan diberi makan dan dirawat, dengan berbagi rata di antara semuanya.

Ketika harus menerapkan mode krisis, ketika jumlah orang terluka yang sangat kesakitan begitu banyak, maka grup-grup Pengabdi-Kebaikan biasanya akan harus melakukan prioritas perawatan sebagai berikut:
  • Ketika luka sudah jelas mengancam jiwa dan hasilnya tak terelakkan, maka membuat nyaman si korban adalah satu-satunya perawatan. Ini harus dijelaskan dengan tegas tapi penuh kasih sayang kepada si korban sebagai sebuah pilihan antara merawat mereka yang akan memberi manfaat atau membuang upaya pada orang yang tidak membawa manfaat. 
Jika korban kesakitan, ini berarti memberi obat sakit hingga pingsan, atau, jika tidak ada pengobatan sedangkan rasa sakit luar biasa, maka bunuh diri dengan asistansi. [Baca juga Pilihan Sulit Dalam Pelajaran Spiritual Manusia Bumi]
Berlawanan dengan apa yang biasanya harus diyakini manusia, para individu yang berada dalam situasi-situasi parah, kronis, dan sakit tanpa harapan, akan selalu meminta untuk dibiarkan mati. Mereka memohon hal ini, sesungguhnya.  
  • Kalau korban luka masih melebihi kapasitas para pemberi perawatan, maka kualitas hidup akan selanjutnya menjadi pertimbangan. 
Apakah suatu kehidupan diselamatkan hanya untuk hidup dalam kesakitan atau dalam kapasitas yang menurun, atau akankah sebuah kehidupan diselamatkan dan dipulihkan secara total dalam hal indera-inderanya? 
Dalam menentukan pemulihan total indera-indera, bukan berarti orang buta atau orang cacat harus diabaikan. Pemulihan total indera-indera berarti indera-indera untuk menalar, kemampuan untuk makan dan membuang kotoran tanpa rasa terhina, kemampuan untuk hidup tanpa tergantung selamanya pada mesin. 
Pendeknya, sebuah kehidupan yang dapat ditolerir orang (si penderita--pen.) ketimbang yang akan membuat  drinya menderita. Di sini, lagi-lagi, keputusan harus dijelaskan kepada si korban, yang mungkin akan mendesak keras perawatnya untuk mempertimbangkan kembali jika mereka tidak setuju dengan keputusan itu. 
Bersikaplah tegas, karena keragu-raguan hanya akan menyiksa si korban yang seharusnya dibiarkan untuk berdamai dengan situasinya. Ingatkan kepada si korban akan orang-orang lain yang juga menjerit meminta pertolongan.   
  • Jika korban luka masih membuat kewalahan kapasitas-kapasitas perawat, maka pilihan-pilihan yang ada adalah seputar hal-hal yang telah dikenali manusia. Perawatan akan diberikan dengan cepat, seperti, misalnya, turniket untuk mencegah korban agar tidak mati karena pendarahan lebih dipilih ketimbang perawatan-perawatan yang butuh waktu lebih lama, seperti operasi atau menghentikan pendarahan dalam. 
Membilas racun yang memakan kulit didahulukan ketimbang membuang serpihan benda yang menembus mata atau anggota tubuh lain. Mencegah syok didahulukan ketimbang memperbaiki tulang patah. 
Si perawat harus tegas dan berkomitmen selama proses semacam itu, dan tidak menghabiskan waktu berharga dengan berdebat dengan orang-orang yang kesakitan dan panik karena mencemaskan luka-luka mereka.   
All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com


Arah Migrasi Asia Tenggara Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub



Banjir-banjir di Asia Tenggara akan terus terjadi akibat amblesnya Lempeng Sunda yang masih belum selesai dalam skenario pergerakan-pergerakan lempeng Tahap 7 sementara, pada saat bersamaan, telah memasuki awal Tahap 8 menuju Pergeseran Kutub. Dan kondisi banjir akan semakin parah dalam perjalanan waktu menuju dan setelah Pergeseran  Kutub.
Prediksi ZetaTalk, 1995: Dengan daratan rendah yang terus-menerus kebanjiran di seluruh Indonesia, akan ada dampaknya pada industri-industri di negara tersebut, dan membuat migrasi para penduduknya yang kehilangan tempat tinggal ke kota-kota yang masih berada di atas air. ... Dengan demikian, menjelang pergeseran kutub menimpa, kebanyakan warga negara Indonesia akan telah berada dalam keadaan hidup-mati yang mengenaskan. Terjemahan bebas dari Indonesia [Baca: Prediksi: Indonesia Selama Pergeseran Kutub]
Kapal-kapal pengungsi dari Asia telah banyak yang berusaha menuju Australia, namun tindakan keras telah dilakukan oleh pemerintah Australia dalam menolak dan mengalihkan kapal-kapal pengungsi itu. Kapal-kapal pengungsi yang selamat dialihkan ke Papua Nugini.
Pernyataan ZetaTalk, Okt. 2013: Telah kami nyatakan bahwa migrasi orang-orang yang kelaparan dan tenggelam akan dihalang-halangi oleh negara-negara dan tempat-tempat lokal yang memiliki posisi lebih baik. Sudah jelas bahwa resistansi terhadap imigrasi telah mengetat di Australia, yang kini mengirim seluruh isi kapal yang berisi imigran ilegal ke Papua Nugini. Terjemahan bebas dari ZetaTalk, Oct.19, 2013 [Baca: Perkembangan Perubahan-Perubahan Sospol Per Oktober 2013]
Lalu kemanakah para pengungsi akan harus mengungsi ketika banjir-banjir di tanah-tanah mereka sudah tak surut lagi sebagaimana yang telah diprediksi para alien Zeta? Berikut penjelasan para alien Zeta mengenai kemungkinan arah migrasi para pengungsi Asia Tenggara.

Terjemahan bebas dari Asian Migration, The ZetaTalk Newsletter Issue 365, Sunday September 29, 2013

Sebagaimana migrasi yang keluar dari Eropa dan Rusia, migrasi di Asia akan didominasi oleh masalah-masalah banjir.

Arah Migrasi Asia Tenggara
credit: zetatalk.com

[Reaksi Australia Terhadap Para Pengungsi Asia, termasuk Indonesia]
Jauh sebelum Pergeseran Kutub, amblesnya Lempeng Sunda telah menyebabkan Australia mengambil posisi tegas untuk memblokir imigrasi ilegal dari Indonesia ke Australia. Australia akan harus memikirkan relokasi warganegaranya sendiri, karena 2/3 bagian barat Australia akan ditarik ke bawah laut selama Pergeseran Kutub.
Australia Bans all Illegal Boat Refugees, July 19, 2013 http://www.dailymail.co.uk/news/article-2370225/Australia-bans-illegal-boat-refugees Australian Prime Minister Kevin Rudd has banned all illegal boat refugees from ever settling in the country. All new unauthorised asylum-seekers will be sent to Papua New Guinea under a regional resettlement deal, declaring future boat refugees will have 'no chance' of staying in Australia as refugees. In exchange for PNG's agreement, Australia will fund further aid initiatives.
Indonesian Boat People 
Komentar ZetaTalk 9 Juli 2011 (terjemahan bebas): Australia bersikap brutal terhadap orang-orang miskin yang setengah mati berupaya mendarat di pantai-pantai Australia. Para elit disambut, namun para orang miskin boleh tenggelam dan kelaparan.
[Reaksi Cina Terhadap Para Pengungsi]
Cina juga telah mengambil sikap tegas terhadap para pengungsi wilayah-wilayah tenggelam di bagian Selatan yang berduyun-duyun masuk ke dalam Cina. Bukan rahasia kalau Cina telah mengembangkan kota-kota hantu di bagian dalam negara mereka tapi belum ditempati. Jika orang memperhatikan dengan seksama, Kota-Kota Hantu itu terletak jauh dari India (yang akan menjadi Kutub Selatan baru) dan juga di sepanjang sebuah lengkungan tanah yang ditakdirkan akan berada di atas muka laut yang akan naik 675 kaki setelah Pergeseran Kutub. Cina mencatat benar kata-kata ZetaTalk!
Komentar ZetaTalk 23 Juli 2011 (terjemahan bebas): Kota-kota hantu di Cina berlokasi dimana iklim dan ketinggiannya akan paling optimal pasca Pergeseran Kutub. Cina dapat diekspektasi akan mengarahkan rakyatnya untuk bermigrasi di dalam negeri Cina ke wilayah-wilayah padang pasir di bagian dalam negeri itu. Sudah pastinya, para pengungsi dari negara-negara lain akan ditolak keras, dengan penjagaan di perbatasan-perbatasan sebagai prioritas teratas. Para elit dari negara-negara lain juga tidak akan disambut.
Cina juga menjaga dengan ketat perbatasan-perbatasan bagian selatannya di sepanjang Asia Tenggara dan di atas India, di Tibet. Para migran mungkin akan datang ke perbatasan-perbatasan ini, namun akan diblokir dan diperintahkan  untuk kembali. Lagi pula, Cina memiliki kota-kota yang padat penduduknya di sepanjang garis pantai ini, dan ada propinsi-propinsi yang berbatasan dengan India yang akan tiba-tiba membeku, yang harus dipertimbangkan. Mereka akan memindahkan rakyat mereka dan mengurus rakyat mereka sendiri.
Why China is a ‘Bad Neighbour, November 1, 2011 http://www.firstpost.com/world/the-limits-of-power-why-china-is-a-bad-neighbour From the territorial disputes with Vietnam and the Philippines in the South China Sea to tensions with Burma (Myanmar) and Thailand, relationships that were sound, if not always friendly, have now soured.
Komentar ZetaTalk 11/5/2011 (terjemahan bebas): Cina tidak menginginkan wilayah-wilayah tetangganya bermigrasi ke utara. 
Komentar ZetaTalk 21 Jan. 2012 (terjemahan bebas): China menganggap Nepal milik pemerintah Cina, dan telah kami nyatakan bahwa mereka memiliki rencana-rencana untuk memblokir rakyat yang mencoba melarikan diri dari negara-negara yang kebanjiran.
[Para Pengungsi India ke Afrika]
India, dan negara-negara yang berada di bagian utara dari Lempeng Indo-Australia, sedang ambles secara tetap, dan harus mengantisipasi lebih banyak lagi kengerian. Para alien Zeta telah menyarankan kepada mereka untuk naik kapal dan menuju Afrika, yang secara relatif kurang berpenduduk. Mereka kemungkinan sekali, apapun masalahnya, akan berada dalam kapal-kapal boat karena banjir bertambah buruk.

Indian Boat People
Komentar ZetaTalk 16 Juni 2012 (terjemahan bebas): Budaya-budaya kapal boat, kota-kota mengapung yang berisi pengungsi-pengungsi yang tak memiliki tempat lain untuk mengungsi, akan menjadi umum di Asia Tenggara dan India. India dan negeri-negeri lain di Lempeng Indo-Australia yang tengah didorong ke bawah akan dapati tanah-tanah mereka semakin parah dan parah saja amblesnya.  
Prediksi ZetaTalk 5 Nov. 2011 (terjemahan bebas): Afrika sekarang ini memiliki populasi India yang besar di negara-negara yang berbatasan dengan Samudera Hindia, dan garis-garis pantainya jarang sekali diambil oleh negara-negara miskin itu. Imigrasi ilegal memiliki sejarah yang panjang di dunia, tekniknya sudah sangat dikenal. Mereka yang berdiri dalam air, tanpa harapan masa depan yang berbeda, akan bermigrasi ke negeri yang lebih kering dan masa depan yang lebih baik. Kapal-kapal cargo akan dialihkan dari cargo biasanya ke cargo yang lebih menguntungkan - para pengungsi yang nekat.


Tingkat Perubahan Sospol Akibat Polarisasi Spiritual

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Gradual Change, written Nov 15, 1995

Kata Transformasi memunculkan pikiran tentang banyak perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, namun, oleh karena Transformasi itu tengah terjadi sekarang ini, sudah jelas terjadinya secara bertahap. Perubahan apa saja yang telah terjadi, dan apa tanda-tanda perubahannya?
Sepanjang sejarah, ada tempat-tempat dan masa-masa yang menonjol dalam hal kekejaman dan represi - Inquisisi, Jaman-Jaman Kegelapan, kamp-kamp kematian NAZI. Namun, demikian pula dengan tempat-tempat dan masa-masa yang menonjol dalam hal sebaliknya - jaman-jaman kejayaan Athena, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, pengobatan yang disosialisasikan, dan Hak-Hak Sipil.
Dalam hal ini, masalah-masalahnya tidak bersifat hitam dan putih, namun abu-abu. 
Karena, jika suatu tema jaman kala itu mendominasi, maka pendukung-pendukung pola pikir alternatif juga bekerja keras. Selama Jaman Kegelapan, terdapat penemuan-penemuan hebat, sementara, di Jaman Athena, terdapat para bully yang berpikiran picik.
[Polarisasi Karena Transformasi]
Akan tetapi, selama suatu Transformasi [spiritual], polarisasi terjadi sehingga alternatif-alternatif yang ada jauh lebih banyak ketimbang di tempat-tempat lain. 
Ada penjelajahan ide-ide serta pemikiran-pemikiran demokratis yang ideal dengan pandangan terbuka, dan ada juga represi.
Pada mulanya, polarisasi dan pemisahan terjadi dari keluarga ke keluarga, dari kota kecil ke kota kecil, lalu menyebar ke area-area lebih besar. 
(Contohnya,) sebagian wilayah Argentina belum pernah pulih dari Perang-Perang Kotor, dan tidak akan segera pulih. Sebaliknya, kalau orang melihat ke Skandinavia, orang akan melihat adanya rasa mempertimbangkan orang lain yang disahkan secara hukum, dukungan bagi orang-orang, dan akses publik ke segala jenis informasi.
Trend-trend menuju pemisahan ini akan berlanjut, dan semakin parah, selama Transformasi.

[Perubahan Fisik]
Sejalan dengan perubahan spiritual, perubahan fisik juga terjadi. Konsep-konsep yang diusung oleh Green Movement, yang dimulai di Nederland, kini telah diusung di seluruh dunia, dan kata-kata serta pikiran-pikiran semata tentang hal itu telah diikuti oleh tindakan. 
Pengendalian dan penyusutan polusi, yang tadinya hanya di lingkup badan-badan kecil pemerintahan, kini telah menjadi berita-berita di halaman depan secara rutin dan memenuhi hati serta pikiran para peneliti di seluruh dunia. Hasil-hasilnya, yang terbukti hanya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mikroba-mikroba yang memakani polusi, tanaman-tanaman yang membersihkan tanah, dan produk-produk alami alternatif yang tidak memolusi lingkungan.
[Perubahan Dalam Hal Agama]
Demikian pula, beberapa pergerakan religius seperti, misalnya, dikte-dikte Islam, telah menjadi semakin kasar dan represif, yang menghasilkan, misalnya, peningkatan pembatasan-pembatasan pada wanita. Dalam hubungan ras, para orang yang menganjurkan pemisahan karena masalah itu, telah menjadi semakin berani dan bahkan berhasil membalik perkembangan terkini (terkait kondisi represif itu, misalnya).

Polarisasi pada utamanya berjalan tak terdeteksi, dengan manusia-manusia bermigrasi ke area-area yang mereka rasa akan lebih cocok dengan cara pikir mereka. 
Manusia-manusia bergabung dengan grup-grup untuk memutuskan, misalnya, berbelanja di toko tertentu, berjalan-jalan di taman-taman ini atau itu. Semua itu semakin berdasarkan orientasi spiritual. Grup-grup politik, afiliasi-afiliasi keagamaan--semua itu dipengaruhi oleh kecondongan-kecondongan spiritual. 
Keputusan-keputusan untuk masuk grup mana, tinggal dimana, bekerja untuk siapa, dibuat sehari-hari berdasarkan apa  yang dirasa manusia dalam hal kecocokan dengan orientasi spiritual (Mengabdi-Kebaikan aau Mengabdi-Ego) yang telah mereka pilih. (Contohnya:)
  • Jika sebuah grup bermain bola dengan kasar dan mengolok-olok mereka yang kalah, sementara grup satunya lagi bermain dengan tujuan berolahraga serta memastikan semua pemain mendapat olahraga fisik yang adil, maka (dapat dilihat) dalam permainan bola ini terdapat manusia-manusia dengan kecondongan spiritual yang berbeda. 
  • Jika sebuah partai politik bersifat elitist, kejam terhadap mereka yang berkekurangan dan semakin memberi kekuasaan pada orang-orang yang kuat dan berkuasa, maka ini bukan grup berorientasi Mengabdi-Kebaikan. 
  • Jika sebuah gereja (atau masjid atau vihara atau lainnya--pen.) sangat diatur oleh para sesepuh yang tidak boleh ditentang, bahkan ketika ada yang, misalnya, memperkosa anak-anak, dan menolak untuk dimintai pertanggungjawaban, maka ini bukan kepemimpinan berorientasi Mengabdi-Kebaikan.   
[Titik Ekstrim Polarisasi]
Pada suatu titik tertentu, selama suatu periode polarisasi, trend-trend itu dapat diperhatikan, karena menjadi ekstrim. Ini adalah titik yang sekarang ini telah dicapai, sehingga dapat diperhatikan. Dahulu, ketika mayoritas luas belum dapat memutuskan orientasi spiritual mereka, hanya orang-orang yang sepenuhnya Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikanlah yang akan segera mempengaruhi masalah-masalah.
Contohnya, Yesus (Pengabdi-Kebaikan--pen.) atau Genghis Khan (Pengabdi-Ego--pen.), sehingga pengaruh mereka tampak nyata. 
Selama Transformasi, dimana gelombang Anak-Anak Bintang (Pengabdi-Kebaikan--pen.), 
termasuk para Ruh Penyurup/Walk-In (Pengabdi-Kebaikan--pen.)--menitis pada manusia-manusia tanpa melalui proses kelahiran manusia ataupun pematangan yang harus dilalui Anak Bintang-- 
yang jumlahya meningkat dramatis, yang diperlukan untuk memberi pengaruh, mereka yang Mengabdi-Ego merasa terancam.

Persentase jumlah Pengabdi-Kebaikan di Bumi tengah melampaui (para Pengabdi-Ego), sehingga para Pengabdi-Ego di kalangan manusia merasa tidak nyaman. Mereka itu (para Pengabdi-Ego) mengelompok semakin erat, untuk berkumpul sesamanya. 
Mereka mencari lebih banyak kendali, melengking semakin nyaring, mendiktekan lebih banyak aturan, dan membatasi akses ke diri mereka sendiri. Ini semua untuk meningkatkan tingkat kenyamanan mereka, untuk kembali ke tingkat nyaman yang mereka ingat di masa-masa dahulu. Hasrat untuk mengendalikan, untuk kembali ke masa-masa lalu yang bahagia, sesungguhnya adalah hal yang mendorong polarisasi ini, karena para Pengabdi-Ego itu bersedia memisahkan diri!




Trend Polarisasi Grup-Grup Menuju Paska Pergeseran Kutub

Berikut prediksi mengenai trend grup-grup manusia, yang terdiri dari para Pengabdi-Kebaikan, Pengabdi-Ego, dan Peragu, dalam polarisasi spiritual di bumi sekarang ini hingga menuju Paska Pergeseran Kutub.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Separate, Note: written Feb 15, 2002


Dalam hal dunia Densitas ke-3 yang sekarang ini ditinggali manusia berada dalam kondisi sedemikian rupa sehingga mereka tidak mudah membentuk grup berdasarkan orientasi spiritual, yaitu terpisah menjadi grup-grup Pengabdi-Kebaikan atau Pengabdi-Ego, hal ini menjadi  titik kebingungan orang selama masa Transformasi.

[Pengabdi-Ego Tak Mau Melepas Pengabdi-Kebaikan]
Para individu Pengabdi-Kebaikan, yang berupaya memisahkan diri, akan segera dapati diri mereka dikunjung oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan mereka.
Sebuah grup yang terdiri dari individu Pengabdi-Ego adalah yang pertama untuk tiba di setting grup semacam itu (Pengabdi-Kebaikan--pen.), karena ini ideal bagi cara pikir mereka. Sementara, kebanyakan individu Pengabdi-Kebaikan memiliki jalinan dengan keluarga dan teman-teman, dengan orientasi spiritual berbeda, yang belum dapat memutuskan orientasi spiritual mereka. 
Lalu masuklah peraturan perundang-undangan, hukum-hukum masyarakat, yang memaksa hubungan-hubungan itu berlanjut. Para pemerintah tidak menginginkan grup-grup mengisolir diri mereka, karena menganggap hal ini merupakan ancaman. Tengoklah pada amuk di kalangan FBI yang menyerang grup-grup terisolir sekitar satu dekade yang lalu, untuk melihat bagaimana masalah ini dipandang pemerintah. Mereka menganggap seluruh warga negara adalah properti mereka, dan memaksa agar pembelitan pada individu sejak masa kecil terus berlanjut. Orang harus mendapat pendidikan sekolah resmi, dilatih, mendapat pekerjaan, dipajaki, menghasilkan anak-anak, yang juga akan dikendalikan. Amuk terhadap aborsi adalah sebuah contoh tentang sejauh apa jangkauan rasa kendali dan rasa penting di kalangan orang-orang yang gila kekuasaan. Tidak boleh ada yang meloloskan diri.
[Pemisahan Alami]
Lalu bagaimana hal ini akan berubah, setelah Pergeseran Kutub, selama Transformasi?
Pertama-tama, pengisoliran dan pemisahan dari kendali pemerintah akan terjadi secara otomatis. 
Para pemerintah akan kehilangan kendali total, dan isolasi akan menjadi norma, bukan sesuatu yang dicari-cari. Maka, ini semua tergantung, pada dasarnya, pada bagaimana suatu grup atau komunitas kecil mungkin akan memisah dan berpolarisasi.
Pikirkan keluarga Anda, bagaimana para anggota keluarga atau satuan kerja mendapatkan rekan-rekan yang compatible dan cenderung untuk bermigrasi dan berkumpul sesamanya selama waktu-waktu luang. Jika kendali-kendali terhadap dukungan keluarga atau pengawasan terhadap absensi kerja telah hilang, hal ini akan semakin sering terjadi, dan menjadi full time.
Ada orang-orang yang berpikiran egois, yang pergi untuk menjarah dan/atau mencari-cari orang-orang lemah untuk dimanfaatkan. Maka, mereka akan diusir dari grup-grup Pengabdi-Kebaikan, karena grup-grup ini cenderung bekerja sama dengan baik satu sama lain, dan mempertahankan diri mereka.

Lalu ada orang-orang peragu, yang akan berkumpul dengan para Pengabdi-Kebaikan atau memaksa diri tetap berada di batas luar grup Pengabdi-Ego. 
Dalam grup Pengabdi-Kebaikan, ada banyak pembahasan serius, dan ekspektasi bahwa semua orang akan bekerja keras demi kesejahteraan bersama. Tapi para peragu akan dapati kondisi ini membosankan, tidak menyenangkan, dan, begitu ada kesempatan, mereka akan pelan-pelan melepas diri untuk berkumpul dengan sesamanya.  Maka, jika melakukan dengan benar, mereka akan membentuk komunitas-komunitas mereka sendiri, tapi, jika tidak, mereka akan punah.
[Nasib Komunitas-Komunitas Pengabdi-Kebaikan]
Hingga tingkatan besar, kehidupan sehari-hari seperti manusia sekarang ini, di negara-negara beradab, tidak akan ada. Penyakit, infeksi, dan kecelakaan akan menimpa dengan cepat dan membinasakan sebagian besar survivor.
Maka komunitas-komunitas Pengabdi-Kebaikan akan semakin sering dapat diri mereka menjadi survivor di antara para survivor lain. Ketika hal ini terjadi, mereka akan dapati diri mereka memiliki kontak dengan komunitas-komunitas manusia dan hibrida berteknologi tinggi, tinggal bersama-sama. Pada titik ini, jika tidak lebih awal dengan dibimbing tanpa pemberitahuan, mereka akan dapati kehidupan mereka meningkat.
Maka, untuk membayangkan polarisasi ini--pemisahan berdasarkan polarisasi spiritual--hilangkan peraturan-perundang-undangan, tuntutan-tuntutan masyarakat, tapi sisakan trend-trend alami yang ada di antara orang-orang sekarang ini untuk diproyeksikan ke masa depan.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com