Prediksi: Indonesia Selama Pergeseran Kutub


"Indonesia tak akan mampu bertahan dengan baik selama pergeseran kutub, namun kebanyakan penduduknya akan telah menghadapi bencana-bencana menjelang tibanya pergeseran.
Sebagai daratan rendah pada utamanya, es-es kutub yang mencair secara tetap akan membenamkan negara itu dengan banjir yang ditangani dengan begitu buruknya. Sesekali hujan badai menghantam pesisir pantai serta membuang hujannya ke dalam daratan; sesekali sebuah gunung berapi aktif pada tahap batuk-batuk; namun secara keseluruhan, kebanyakan wilayah Indonesia selama masa-masa itu masih berfungsi.
Dengan daratan rendah yang terus-menerus kebanjiran di seluruh Indonesia, akan ada dampaknya pada industri-industri di negara tersebut, dan membuat migrasi para penduduknya yang kehilangan tempat tinggal ke kota-kota yang masih berada di atas air. 
Indonesia dijalankan oleh para elit kaya, yang memperkosa hak-hak kaum miskin serta tanahnya tanpa ada pengawasan dari pemerintahnya.
Dengan ditutupnya industri-industri, para hartawan akan berupaya melarikan diri ke Australia atau negara lain yang bersedia menerima mereka. Mereka akan melarikan diri dari apa yang mereka pandang sebagai kapal yang sedang tenggelam, meninggalkan kaum miskin tanpa melirik sedikitpun. Pemerintahnya akan semakin kurang merespon kaum papa, yang akan dibiarkan membanjiri kota-kota namun ditahan di kamp-kamp dimana penyakit meruyak dan kelaparan menjadi norma.
Meningkatnya aktifitas gunung-gunung berapi yang memenuhi wilayah tersebut hanya akan semakin meningkatkan migrasi penduduk ke kamp-kamp kematian. Dengan demikian, menjelang pergeseran kutub menimpa, kebanyakan warga negara Indonesia akan telah berada dalam keadaan hidup-mati yang mengenaskan.
Mereka yang tinggal di tempat-tempat tinggi yang jauh dari gunung berapi akan tersapu oleh gelombang laut pasang yang besar yang akan bergerak dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia, lalu kembali lagi, selama memendeknya Lempeng Pasifik dan menujamnya Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Himalaya.
Akan ada orang-orang yang bertahan hidup namun dalam persentase kecil, itu karena pulau-pulaunya banyak dan tersebar dimana-mana. Bertahan hidup pun merupakan kebetulan, untuk banyak kasus, bukan karena direncanakan."