Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Pembatasan Bepergian

Tidak semua negara memerlukan KTP nasional. Inggris, contohnya. Rakyat Inggris tidak memiliki KTP nasional. Tanda pengenal untuk berbagai keperluan dalam negeri adalah nomor jaminan sosial (jamsos) dan/atau SIM atau Passport. Ketika tanda pengenal dibutuhkan mereka tinggal menunjukkan SIM atau menyebutkan nomor jamsos mereka dan petugas akan mencari datanya di komputer, yang telah terintegrasi di seluruh Inggris Raya. Kemudian, KTP nasional diberlakukan, namun dibatalkan baru-baru ini, di awal 2011 ini. Banyak negara maju menolak KTP nasional yang terkomputerisasi dengan foto dan chip karena dianggap rentan terhadap intrusi data pribadi yang rentan dicuri. Mengenai KTP berfoto dan chip, para alien Zeta menjelaskan hal itu sebagai bagian persiapan untuk pembatasan bepergian menjelang Pergeseran Kutub. Berikut laporan ZetaTalk.

Terjemahan bebas Travel Restrictions, The ZetaTalk Newsletter, Issue 59, Sunday January 20, 2008

Para alien Zeta telah memperingatkan bahwa pembatasan-pembatasan bepergian kemungkinan sekali akan diterapkan selama Minggu Terakhir, untuk menjaga rakyat tidak bermigrasi ke wilayah-wilayah kantong orang kaya raya.

Prediksi ZetaTalk 7 Jan. 2000: "Pembatasan-pembatasan bepergian kemungkinan sekali akan diterapkan oleh olen para pemerintah dunia untuk merespon migrasi-migrasi, namun tidak akan terjadi hingga (masalah migrasi di Minggu Terakhir--pen.) itu tiba.

Kalau masalah kehilangan tempat tinggal atau ketiadaan pekerjaan yang tiba-tiba digunakan dengan suatu cara di tempat asal, di lokasi itu, tidak akan ada migrasi dan tak ada pembatasan-pembatasan travel.
Gempa bumi yang memporakporandakan kota, dengan "kota-kota tenda" yang ditempatkan di perimeter suatu wilayah dan pasukan militer untuk mencegah penjarahan, akan membuat mayoritas rakyat tetap tinggal di tempat, menanti pembagian makanan dan tidak bersitegang dengan para penjaga dari militer ketika diperintahkan untuk kembali ke tenda-tenda mereka.   
Apabila telah lama berjalan hingga pergeseran kutub, selama berbulan-bulan, maka kota tenda semacam itu akan perlu memberi jalan bagi pihak-pihak yang memiliki kerabat atau rumah ke dua di tempat lain, dan ijin keluar akan diberikan sehingga militer tidak menganggap para traveler itu penjarah. 
Apabila kehidupan berjalan terus, tidak terpengaruh oleh gelombang-gelombang pasang  tinggi atau diamuk oleh cuaca maupun gempa-gempa, maka travel, kemungkinan sekali, akan serupa seperti sekarang ini, yaitu untuk mencari kerja atau mengunjungi kerabat atau apapun itu. Namun akan ada lebih sedikit kegiatan bepergian untuk bersenang-senang, selama masa-masa sulit, sebagaimana yang telah diperhatikan oleh industri penerbangan. 
Dengan demikian, hingga Minggu menuju Pergeseran Kutub, ketika seluruh kendali pemerintah kemungkinan sekali akan terangkat akibat pikiran kacau di kalangan petugas yang menegakkan batasan-batasan itu, jumlah batasan lain apapun akan diterapkan, dan secara tiba-tiba, berdasarkan perubahan-perubahan bumi.
Inilah satu alasannya mengapa Anda perlu berada di lokasi aman yang telah Anda pilih lebih awal. Dan jika hal itu tidak memungkinkan, cari alasan-alasan valid untuk berada di sana seandainya Anda memerlukan alasan itu."  
Pada 11 Mei 2005, UU KTP fisik disahkan oleh Kongres AS, dengan niat untuk memaksa seluruh negara bagian mematuhi menjelang Mei 2008. Pada mulanya, SIM yang mengandung chip dan memuat foto menjadi keharusan, namun, pada akhirnya, UU itu mensyaratkan negara-negara bagian, pada akhirnya memverifikasi surat kelahiran, nomor jaminan sosial, dan paspor.
Tanggal KTP asli harus direkam secara digital agar mudah diakses. Beberapa negara bagian menolak mengenai biayanya, karena tidak didanai pemerintah pusat berdasarkan UU itu. Kelompok libertarian sipil menolak UU tersebut karena peraturan baru itu dianggap pelanggaran privasi dan karena data mendetil yang dikumpulkan akan menjadi tambang emas bagi para pencuri identitas. Departemen Keamanan merespon dengan memperpanjang deadline, memberi waktu bagi negara-negara bagian untuk memohon pengecualian. Sementara itu, para traveler yang berencana terbang selama bulan-bulan Mei harus mengkhawatirkan akan terdampar di bandara akibat kurangnya ID yang layak.
New ID Rules May Complicate Air Travel, January 12, 2008 Homeland Security Secretary Michael Chertoff, who was unveiling final details of the Real ID Act's rules on Friday, said that if states want their licenses to remain valid for air travel after May 2008, those states must seek a waiver indicating they want more time to comply with the legislation. Congress passed the Real ID law in 2005, but the effort has been delayed by opposition from states worried about the cost and civil libertarians upset about what they believe are invasions of privacy. A key deadline would come in 2011, when federal authorities hope all states will be in compliance. By 2014, anyone seeking to board an airplane or enter a federal building would have to present a Real ID-compliant card, with the notable exception of those older than 50. http://www.abcnews.go.com/Politics/wireStory?id=4122928
Negara-negara lain bisa jadi sedang menerapkan lebih banyak batasan dalam bepergian, karena persyaratan KTP sedang mengetat di India, contohnya, Delhi telah mengumumkan rencana-rencana untuk memeriksa KTP secara acak.
Proof of Identification a Must for Delhiites, January 4, 2008 From January 15, all those residing or working in Delhi will be subjected to random checking wherein they will be required to produce to the police officers proof of their identity- it could be their driving license, their PAN card, their passport, their ration card or their office ID card. http://news.webindia123.com/news/articles/India/20080104/862428.html
Wikipedia mendaftar 24 negara yang memerlukan suatu jenis KTP nasional atau sedang memproses pelaksanaan KTP nasional, versus 8 negara  yang tidak memeliki persyaratan semacam itu. AS dan Inggris baru-baru ini terdaftar sebagai dua negara tanpa keharusan memiliki KTP nasional, meskipun kedua negara itu sedang bergerak untuk menerapkannya.
Wikipedia: Countries which do not have formal identity documents may require informal documents. In the absence of a formal identity document, driving licences can be used in many countries as a method of proof of identity, although some countries do not accept driving licences for identification, often because in those countries they don't expire as documents and can be old and easily forged. Most countries accept passports as a form of identification. Most countries have the rule that foreign citizens need to have their passport or occasionally a national identity card from their country available at any time if they do not have residence permit in the country.
Bahkan tanpa persyaratan semacam itu di tingkat nasional, pembatasan-pembatasan bepergian dapat diterapkan di tingkat lokal, seperti yang ditunjukkan oleh Arizona dan Wisconsin.
Ariz. City Cops Ask Citizenship Proof, December 23, 2007 Police in suburban Scottsdale have begun routinely asking for proof of citizenship from every suspect they arrest and turning those who are in this country illegally over to federal immigration officials. Police in the affluent suburb ask every suspect about their citizenship, have ICE agents pick up those who are in this country illegally, and keep a database of possible illegal immigrants in case they turn up again. Scottsdale Mayor Mary Manross supports the policy change and said that because every suspect is asked about citizenship, police are not engaged in racial profiling. http://apnews.myway.com/article/20071223/D8TNANIG0.html 
Police Begin Fingerprinting on Traffic Stops, December 24, 2007 If you're ticketed by Green Bay police, you'll get more than a fine. You'll get fingerprinted, too. It's a new way police are cracking down on crime. If you're caught speeding or playing your music too loud, or other crimes for which you might receive a citation, Green Bay police officers will ask for your drivers license and your finger. You'll be fingerprinted right there on the spot. The fingerprint appears right next to the amount of the fine. Police say it's meant to protect you -- in case the person they're citing isn't who they claim to be. Police say they want to prevent the identity theft problem that Milwaukee has, where 13 percent of all violators give a false name. http://www.wbay.com/Global/story.asp?s=2776926


Lidah Indonesia / Lempeng Sunda


Inilah Lidah Indonesia, atau Lempeng Sunda, dibatasi oleh tepian berwarna merah.




Indonesia berada di atas Lempeng Sunda, yang merupakan bagian dari Lempeng Eurasia. Berbentuk seperti lidah, Lempeng Sunda juga bisa disebut Lidah Indonesia, atau Indonesia Tongue (istilah Nancy Lieder).

Lempeng Sunda mencakup tidak hanya Indonesia, tapi juga Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Malaysia, selatan Vietnam, Thailand, barat daya Filipina, Palawan, dan Kep. Sulu. (Sumber: Wikipedia)

Lempeng Sunda Sedang Ambles


Selama Tahap 7 menuju Pergeseran Kutub, Lempeng Sunda ambles. 

Seberapa dalam tanahnya turun terbagi menjadi 4 zona: 6 meter, 12 meter, 18 meter, 24 meter. Semakin mendekat ke arah Cina, penurunannya semakin kecil.
Pengamblesan akan berhenti ketika tanah-tanah Jawa, Sulawesi, sebagian Sumatera dan sebagian Kalimantan telah turun 24 meter (80 kaki). Penurunan tanah-tanah dan turunnya ketinggian kota-kota ke bawah permukaan laut di Asia Tenggara mulai rutin diberitakan di media-media massa sejak 2011 ini. [Baca: Pengamblesan Lempeng Sunda dalam Tahap 7, Kapan Usai?]

Penurunan ketinggian Lempeng Sunda disebabkan oleh tekanan-tekanan dari lempeng-lempeng yang berbatasan langsung dengannya: Lempeng Indo-Australia, Lempeng Filipina, Lempeng India. 

Tekanan secara bersamaan ke seluruh tepian Lempeng Sunda oleh ketiga Lempeng itu menyebabkan ada bagian-bagian Lempeng Sunda yang tertekuk-tekuk seperti akordion, yang disebut Efek Akordion oleh ZetaTalk. Dampak lain dari tekanan-tekanan itu adalah banjir-banjir yang tak juga surut, karena tanah daratan turun ke bawah permukaan laut.  
[Baca juga: Analisa Prilaku Banjir Indonesia : Pengamblesan Lempeng Sunda

Berikut ini ditambahkan pada 7 Feb. 2014
Banjir-banjir rob yang sekarang sering terjadi di Indonesia disebabkan oleh, sekali lagi, pengamblesan daratan ke bawah muka laut. Sungai-sungai menjadi sulit atau tidak bisa mengalir ke laut. Banjir-banjir yang tidak surut atau lama surutnya menjadi langganan. 
Gerakan pengamblesan ini berombak, akibat struktur tanah Indonesia yang labil, mengakibatkan banjir-banjir yang tidak merata kejadiannya. Air laut menerjang masuk ke daratan yang ketinggiannya telah menjadi lebih rendah dari muka laut, menerjang balik air sungai yang berusaha mengalir ke laut. Masalah drainase, sampah, hujan lebat, hujan badai, di antara yang lainnya, memperburuk situasi.   
Pergerakan-pergerakan lempeng ekstrim terjadi semenjak Planet Nibiru memasuki bagian dalam tata surya ini. Posisi planet tersebut kini telah berada di lingkungan orbit Venus.        

Baca juga:








Pengendalian Dewan Alam Semesta Terhadap Alien Jahat

Para alien Zeta telah sering menjelaskan bahwa kondisi-kondisi yang tampaknya gaib di mata manusia yang terjadi di alam gaib sesungguhnya bersifat ilmiah--terjadi sesuai dengan hukum-hukum alam--tidak terjadi secara, katakanlah, "sim salabim!". Semuanya menggunakan sistem, hanya saja sistem yang canggih. Ini termasuk kegaiban yang dilakukan oleh Dewan Alam Semesta Ini (DASI).

Salah satu kecanggihan itu adalah metode DASI dalam mengendalikan para alien Pengabdi-Ego, a.k.a makhluk gaib yang jahat. Sistem kendali itu menggunakan komputer semesta yang mahacanggih--dengan teknologi dan zat mahacanggih. Mahacanggih, sistem itu tak dapat diakses para alien/makhluk gaib yang berdensitas lebih rendah, karena memiliki sistem surveilannace yang, tentunya, mahacanggih pula. Berikut penjelasannya.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Keep In Line, Note: written by Jul 15, 1995.

"Bagaimana cara Dewan Alam Semesta Ini menjaga gerombolan alien Pengabdi-Ego tetap terkendali?

Sepertinya ini lebih mudah dikatakan dari pada dilakukan, karena mereka semua, pada dasarnya para penjahat kejam.
Namun, yang mungkin menjadi anggapan manusia (dengan perjuangan mereka dalam keterbatasan-keterbatasan Densitas ke-3) adalah bahwa batasan mekanisme kekangan halus (yang digunakan DASI - pen.) tidaklah mendekati batasan yang tersedia bagi para entitas di densitas-densitas yang lebih tinggi. 
(Ini karena) Manusia (masih) memikirkan tentang kekangan-kekangan fisik, atau, maksimal, mungkin dengan memberi obat bius pada subyek yang membandel agar dapat absen secara paksa dari prilaku kriminil. Jangkauan terjauh mekanimse kekangan oleh manusia adalah alat-alat seperti lobotomy untuk para pasien sakit jiwa atau pengebiri untuk para pemerkosa dan pedofil, dan tentu saja penjara atau hukuman mati.
Dewan Alam Semesta Ini memiliki jalan-jalan lain untuk metode-metode di luar yang bersifat fisik, dan metode-metode ini akan membuat takjub manusia dalam keefektifannya.
Pada dasarnya, ini merupakan suatu pemblokiran yang mencegah tindakan fisik ataupun pikiran yang tidak diotorisasi. Ini seolah-olah entitas yang melantur berjalan menabrak tembok, atau setidaknya seperti itu efeknya. Tidak perlu menyeret si entitas ke pengadilan, membelenggunya, atau memperingatkan yang lainnya untuk mengawasi si perusuh.
Lalu bagaimana cara kerjanya?
Hal ini dilakukan dengan komputer, sebuah komputer yang serupa dengan yang kami gunakan setiap saat dalam komunikasi kami terhadap satu sama lain. Dewan Alam Semesta Ini mengandalkan zat (untuk bahan komputer - pen.) dari alam  densitas tingkat tinggi dalam hal ini, yang tak bisa diubah ataupun dicampuri oleh entitas-entitas dari densitas-densitas yang lebih rendah. 
Tidak ada yang bisa mengutak-atik alat-alat kendalinya! Pembaca dapat mengaitkan alat ini dengan telepon yang telah diberi alat penyadap untuk memastikan bahwa semua Panggilan itu benar. Sistem pemata-mataan ini konstan dan lengkap. Tak perlu membuat sistem pengelakan. Semuanya otomatis."




Cara Alien/Ruh Pengabdi-Ego Menjawab Panggilan

Baca juga:

Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan bagaimana para alien/ruh Pengabdi-Ego dari alam berdimensi lebih tinggi dari bumi memonitor dan menjawab manusia yang melakukan Panggilan (hasrat/pemikiran/doa) yang bersifat memikirkan diri sendiri. Di sini para Zeta juga memberi indikasi agar manusia senantiasa waspada untuk tidak terus-menerus menghibur diri dengan pemikiran yang penuh keegoan/keakuan.

--------------------- 

"Kalau para tamu (alien - pen.) dari golongan Pengabdi-Kebaikan tetap memberi perhatian penuh pada orang-orang yang bersiap-siap melakukan Panggilan, mereka dari golongan Pengabdi-Ego temui perhatian semacam itu (Pengabdi-Kebaikan) terhadap orang lain tidaklah mereka sukai. Mereka melakukan delegasi (untuk itu). Para antek mereka, yang tak bisa mengelak dari rasa sakit karena disiksa, dipasang untuk memonitor tanda-tanda pada diri manusia yang akan memberi Panggilan pada golongan Pengabdi-Ego. Hal ini dilakukan tidak melalui telepati, melainkan melalui komputer, dengan cara yang cukup mengejutkan, yaitu dengan menelusuri jejak-jejak, konfigurasi gelombang otak yang dihasilkan ketika manusia mengatasi masalah dengan amuk atau posisi-posisi bertahan yang kuat. 

Gelombang otak ini dihasilkan secara hampir terus-menerus pada orang-orang kokoh berpijak pada orientasi Mengabdi-Ego, karena mereka terus-menerus marah-marah terhadap lingkungan mereka yang tak sepakat dengan mereka. Bukanlah tingkat gelombang otak ini yang dimonitor, melainkan kekonsistenannya, dan ketika terdeteksi lokasinya, si individu akan dimonitor dengan seksama. Mereka bisa jadi mendapat undangan khusus, secara periodik, karena konfigurasi gelombang otak mereka telah menandai mereka sebagai salah seorang dari golongan Pengabdi-Ego, yang pada dasarnya terus-menerus melakukan Panggilan akibat rasa frustrasi mereka. Seiya sekata, kata orang." [ZetaTalk: Service-to-Self Call, Note: written Jun 15, 1996]

Prediksi ZetaTalk: Puncak Keresahan Rakyat

Baca juga;

 [Terjemahan bebas dari ZetaTalk Newsletter #256]

"Apa penyebab gelombang protes di Tunisia dan Mesir serta apa pelajaran yang didapat  para penguasa dari penutupan internet dan media massa tentang seberapa suksesnya taktik persenjataan yang kuat nantinya di masa mendatang?

Telah kami tunjukkan transformasi cepat di Amerika selatan, yang telah beralih ke pemerintahan demokratis, setelah apa yang tampaknya merupakan kuncian tanpa harapan yang dilakukan para otokrat--kebrutalan Pinochet di Chili, Peron di Argentina, dengan kerjasama-kerjasama bahkan upaya-upaya untuk memaksa rakyat miskin membayar air hujan.
Satu dekade kemudian, para presiden penduduk asli memimpin di Venezuela dan Bolivia, dan perubahan menyapu benua itu. 
Kami nyatakan bahwa sesuatu yang serupa akan terjadi di Afrika. Dari negara ke negara, Afrika tengah berubah, membuang para diktator dan menjadi demokrasi-demokrasi terpilih. Taktik persenjataan kuat serta pemilu-pemilu curang tak akan lagi ditolerir.

[Pencetus Perjuangan Demi Keadilan Bagi Rakyat] 
Apa yang membuat rakyat yang tadinya hidup dalam gilasan kemiskinan dan keteraniayaan akhirnya mengambil posisi teguh bahwa hal ini tak lagi bisa ditolerir?
Gelombang perubahan disebabkan oleh banyak faktor, namun utamanya oleh para ruh berinkarnasi yang berada di ambang pintu yang tak bersedia menolerir status quo. Dan kebanyakan para ruh ini adalah Anak-Anak Bintang (Star Children)
Pastinya masa-masa menjadi semakin kurang ramah - kelaparan meningkat, cuaca makin kacau, dan depresi ekonomi di seluruh dunia. Namun hal ini bukannya membuat rakyat pada umumnya menjadi ketakutan sehingga cenderung membiarkan diri mereka disuap atau diintimidasi oleh mereka yang berkuasa, pemberontakan malah bermunculan dimana-mana! 
[Media Inkarnasi Anak-Anak Bintang] Ada banyak ruh belum matang yang memilih untuk tak serta (dalam gejolak itu--pen.), mereka ingin meninggalkan inkarnasi mereka (ingin bunuh diri--pen.) sehingga (wadag manusia mereka--pen.) digantikan oleh Ruh-Ruh Pembimbing (Spirit Guides) manusia, yaitu ruh-ruh Anak Bintang yang telah gatal untuk membuat perbedaan di bumi selama masa Transformasi ini.
Sudah jelas bahwa upaya untuk mengisolir para pendemo di Mesir tidak berhasil. Setiap blokade (oleh penguasa) hanya memberikan jalan keluar (bagi para pemberontak).
Jika akses internet ditutup, digunakanlah modem dial-up untuk menghubungi luar negeri. Upaya-upaya (blokade) itu hanya membuat murka para pendemo dan menunjukkan kepada dunia apa yang sedang dikeluhkan orang-orang dalam istilah kasar. Opresi? Opresi apa? Ah, itu dia! (Opresi terhadap rakyat oleh penguasa yang selama ini ditutup-tutupi menjadi muncul di mata dunia--pen.)
Apa yang tengah terjadi di Mesir, yang dinyalakan oleh seorang anak muda yang membakar dirinya di Tunisia akan menyebar! Di seluruh negara Arab, model (penguasa) adalah diktator, yang berkuasa dengan tangan besi. (Namun) Mereka akan terjungkal satu per satu. Dan regim-regim serupa di Asia dan Afrika harus mempertimbangkan bahwa diri mereka berada dalam daftar selanjutnya.

Masanya tengah berganti! Bumi tengah dalam Transformasi, dan tak semuanya semata-mata bersifat geologis!"