Prediksi ZetaTalk Tahap 7: Tsunami di Cina dan Filipina



ZetaTalk menjelaskan garis besar proses akan terjadinya tsunami di Cina selama Tahap 7 Menuju Pergeseran Kutub.
Sekali lagi, tsunami tersebut tak akan melanda Pulau Jawa, pinggiran Sumatera, maupun Kep. Mentawai. [Update per Feb 2014, Tahap 8: Surutnya Perairan Karangantu Peringatan Tsunami Jakarta! Upd. 9 Feb. 2014]
Namun, Indonesia akan dilanda gelombang-gelombang dahsyat yang menerjang ke dalam daratan-daratan, banjir-banjir bandang, banjir rob, penurunan tanah, tanah longsor, dan tanah amblong (sinkhole).
Di sini, ZetaTalk pertama-tama menjelaskan bahwa ketinggian tsunami yang akan terjadi tak berbanding lurus dengan besar penurunan ketinggian tanah secara bertahap.
Ini untuk memperjelas saja, karena dalam prediksi ZetaTalk untuk Tahap 7 bagi Asia Tenggara, angka ketinggian tsunami yang akan melanda suatu wilayah sama dengan angka penurunan ketinggian daratan di wilayah itu.

Penjelasan ZetaTalk [terjemahan bebas dari Indonesia Elevation Loss]

"Tsunami tidak sama dengan penurunan ketinggian tanah dari muka laut secara bertahap, meski kami telah memprediksi tsunami potensial setinggi 12 meter (40 kaki) untuk Filipina, dan angka ini juga estimasi kami untuk penurunan ketinggian wilayah itu secara bertahap.

Kep. Mentawai dan tepian utama Sumatra serta Jawa tak akan mengalami tsunami, namun ke dalam daratannya akan menerima terjangan air laut yang penuh gejolak dan menggelegak." 

Eksperimen Terjangan Air Laut Ke Dalam Daratan Indonesia 
Berikut ini, ZetaTalk memberi contoh eksperimen tentang gejolak air yang akan melanda daratan-daratan Indonesia tapi bukan tsunami, yang ditulis dalam Indonesia Elevation Loss. "Piring" di sini diibaratkan lempeng (tektonik) Sunda.

"Jika Anda menaruh sebuah piring dalam bak mandi, lalu mendorongnya perlahan ke bawah air, air akan menerjang ke piring itu dari berbagai arah, namun gelombang itu bukan tsunami.
Telah kami nyatakan bahwa tsunami yang terjadi selama amblesnya Indonesia akan menerjang ke utara. Di sana akan terjadi benturan-benturan air yang mengucur dari Teluk Bengal ke L. Cina Selatan, yang akan menuju ke tempat yang paling sedikit resistansinya." 
Eksperimen Tsunami di Cina 
Yang ini adalah eksperimen dari ZetaTalk untuk menjelaskan tsunami di Cina, yang juga ditulis dalam Indonesia Elevation Loss. "

"Oleh karena air datang dari Teluk Bengal, yang mengucur ke lempeng yang lebih rendah, air laut tersebut tak akan terdorong kembali melawan arus ini. Air dari Samudera Pasifik akan telah mengucur ke L. Cina Selatan karena lebih rendah.

Lalu dimana titik tabrakan air-air laut tersebut?
Dorong piring dalam bak mandi itu, kali ini dengan menjungkitkan satu sisinya. Maka, air akan mengucur deras ke sisi yang di bawah turun. Dan ketika air dari sisi-sisi lain mengucur ke sana, akan terjadi tabrakan dan gelegak di pusatnya, yaitu air laut yang memental ke bagian atas lempeng yang tingginya telah berkurang sedikit.  
Inilah Laut Cina Selatan yang akan menerima kucuran air laut, utamanya dari Samudera Pasifik, yang tak terhambat oleh rangkaian pulau-pulau seperti di Teluk Bengal.
Air laut ini akan ditarik ke antara Filipina, Kalimantan, melalui Filipina, kemudian bertabrakan dengan air yang datang dari arah-arah lain.
Dalam hal itu, akan terjadi pentalan ke arah utara, maka tsunamipun terjadi, yang mengarah ke pantai Cina. Telah kami perkirakan bahwa bagian selatan pantai Cina ketinggiannya berkurang 6 meter (20 kaki).
Inilah tsunami itu, yang akan melanda berulang-ulang selama yang dibutuhkan hingga pengamblesan (penurunan tanah) Indonesia selesai. Tingginya bisa mencapai 10 meter (35 kaki)."
ZetaTalk ™ December 18, 2010