Lidah Indonesia / Lempeng Sunda


Inilah Lidah Indonesia, atau Lempeng Sunda, dibatasi oleh tepian berwarna merah.




Indonesia berada di atas Lempeng Sunda, yang merupakan bagian dari Lempeng Eurasia. Berbentuk seperti lidah, Lempeng Sunda juga bisa disebut Lidah Indonesia, atau Indonesia Tongue (istilah Nancy Lieder).

Lempeng Sunda mencakup tidak hanya Indonesia, tapi juga Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Malaysia, selatan Vietnam, Thailand, barat daya Filipina, Palawan, dan Kep. Sulu. (Sumber: Wikipedia)

Lempeng Sunda Sedang Ambles


Selama Tahap 7 menuju Pergeseran Kutub, Lempeng Sunda ambles. 

Seberapa dalam tanahnya turun terbagi menjadi 4 zona: 6 meter, 12 meter, 18 meter, 24 meter. Semakin mendekat ke arah Cina, penurunannya semakin kecil.
Pengamblesan akan berhenti ketika tanah-tanah Jawa, Sulawesi, sebagian Sumatera dan sebagian Kalimantan telah turun 24 meter (80 kaki). Penurunan tanah-tanah dan turunnya ketinggian kota-kota ke bawah permukaan laut di Asia Tenggara mulai rutin diberitakan di media-media massa sejak 2011 ini. [Baca: Pengamblesan Lempeng Sunda dalam Tahap 7, Kapan Usai?]

Penurunan ketinggian Lempeng Sunda disebabkan oleh tekanan-tekanan dari lempeng-lempeng yang berbatasan langsung dengannya: Lempeng Indo-Australia, Lempeng Filipina, Lempeng India. 

Tekanan secara bersamaan ke seluruh tepian Lempeng Sunda oleh ketiga Lempeng itu menyebabkan ada bagian-bagian Lempeng Sunda yang tertekuk-tekuk seperti akordion, yang disebut Efek Akordion oleh ZetaTalk. Dampak lain dari tekanan-tekanan itu adalah banjir-banjir yang tak juga surut, karena tanah daratan turun ke bawah permukaan laut.  
[Baca juga: Analisa Prilaku Banjir Indonesia : Pengamblesan Lempeng Sunda

Berikut ini ditambahkan pada 7 Feb. 2014
Banjir-banjir rob yang sekarang sering terjadi di Indonesia disebabkan oleh, sekali lagi, pengamblesan daratan ke bawah muka laut. Sungai-sungai menjadi sulit atau tidak bisa mengalir ke laut. Banjir-banjir yang tidak surut atau lama surutnya menjadi langganan. 
Gerakan pengamblesan ini berombak, akibat struktur tanah Indonesia yang labil, mengakibatkan banjir-banjir yang tidak merata kejadiannya. Air laut menerjang masuk ke daratan yang ketinggiannya telah menjadi lebih rendah dari muka laut, menerjang balik air sungai yang berusaha mengalir ke laut. Masalah drainase, sampah, hujan lebat, hujan badai, di antara yang lainnya, memperburuk situasi.   
Pergerakan-pergerakan lempeng ekstrim terjadi semenjak Planet Nibiru memasuki bagian dalam tata surya ini. Posisi planet tersebut kini telah berada di lingkungan orbit Venus.        

Baca juga: