Transformasi Bumi dan Mengapa


Transformasi Bumi adalah tentang pemisahan manusia, atas dasar kemauan manusia sendiri, ke dalam golongan-golongan orientasi spiritual: Mengabdi-Kebaikan, Mengabdi-Ego, Peragu. Transformasi Bumi adalah kondisi prasyarat bagi jiwa-jiwa manusia agar bisa melanjutkan pelajaran-pelajaran di dunia-dunia baru. Bumi Baru hanya akan diwariskan kepada para Pelayan/Pengabdi-Kebaikan. Transformasi Bumi akan menewaskan populasi dunia sebanyak 90%, jumlah total tewas saat dan setelah Pergeseran Kutub. 

 -----------------

[Terjemahan bebas dari ZetaTalkTransformation, written by Jul 15, 1995]

"Apa itu Transformasi? Bumi tengah menjalani sebuah transformasi samar, ketika Transformasi itu terjadi sekarang. Transformasi ini telah berjalan setidaknya selama seabad ini dan akan berlanjut hingga seabad lagi.

Transformasi terjadi untuk banyak alasan.
  • Satu alasannya, mayoritas jiwa penduduk bumi telah mencapai suatu keputusan orientasi, dan siap melanjutkan ke pelajaran-pelajaran lain, dan planet-planet muda diperiksa secara periodik tentang kesiapan mereka untuk dipanen (jiwa/ruhnya) dalam hal ini. 
  • Alasan lainnya adalah administratif. Karena itulah mengapa Bumi sedang menjalani Transformasi sekarang. Mayoritas orang yang belum bisa memutuskan orientasi mereka (Peragu) akan dipindah planet lain, oleh karena Bumi telah ditetapkan sebagai rumah masa depan bagi para entitas yang berorientasi Melayani-KebaikanPergeseran Kutub nanti akan mempercepat proses ini hanya dengan fakta bahwa 90% populasi akan meninggal, apakah selama atau tak lama setelah pergeseran kutub.
Untuk berkualifikasi dalam orientasi Mengabdi-Kebaikan, suatu entitas harus memikirkan orang lain sesering memikirkan diri sendiri. Sedangkan untuk berkualifikasi dalam orientasi  Mengabdi-Ego, entitas harus berfokus pada dirinya sendiri 95% dari waktunya, hampir secara eksklusif.
Dalam hal para individu itu (Pengabdi-Ego) tampak menonjol, (memang) ada banyak orang yang sangat diplomatis dan berbudaya yang masuk kategori ini. Mereka mampu menyamarkan kepentingan pribadi mereka dalam sikap mereka terhadap orang lain. Mereka mampu menyamarkan kepentingan pribadi mereka sebagai kepentingan orang lain.
[Memutuskan Orientasi Spiritual Adalah Pelajaran Pertama, Prasyarat Pelajaran Selanjutnya]
(Jiwa-jiwa) harus memutuskan/memilih dengan pasti orientasi spiritual merekaMelayani/Mengabdi-Ego atau  Melayani/Mengabdi Kebaikan. Kebanyakan orang, yaitu masyarakat luas, memutuskan untuk memilih yang belakangan itu (Melayani/Mengabdi Kebaikan), hampir di seluruh dunia-dunia [yang diisi ruh-ruh muda].

Keputusan ini, atau yang juga disebut pelajaran (pertama), perlu mendahului semua pelajaran lain, karena penyampuran kedua orientasi spiritual ini dapat menciptakan kekacauan yang membuat pelajaran-pelajaran lain tak dapat diteruskan. Dunia ini melibatkan pemisahan yang meningkat, berdasarkan orientasi, kala Transformasi berlangsung.

[Sifat Umum Orang Yang Berpindah-Pindah Orientasi Spiritual, dan Proporsi] 
Proporsi Pembauran orang antara Pengabdi-Kebaikan dan Pengabdi-Ego, serta Peragu, tak akan berubah banyak kala bencana-bencana alam besar mendekat dan masa-masa menjadi sulit.
  • Ada orang-orang yang belum memutuskan orientasi spiritial tapi akan menerima tantangan itu lalu masuk ke kategori Pengabdi-Kebaikan,  
  • Ada orang-orang yang beroperasi dalam mode Mengabdi-Kebaikan hanya ketika semuanya nyaman bagi mereka, yang semakin berfokus pada diri sendiri ketika rasa tak aman mereka meningkat. 
  • Ada orang-orang, yang sangat sedikit saja jumlahnya, yang beroperasi dalam mode  Pengabdi-Kebaikan, yang mendapati masa-masa sulit akan menarik-narik hati mereka, tapi kemudian akan pindah kembali ke kategori tak bisa memutuskan (Meragu).  
  • Sejumlah besar lainnya akan dapati sifat egois mereka menonjol selama masa-masa sulit, dan, seperti penumpang kapal Titanic, akan mengenyahkan orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Mereka akan masuk kategori Pengabdi-Ego. 
Jadi Anda lihat, bukan, jumlahnya akan berubah sedikit saja, namun pada dasarnya tetap sama."