Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Ketinggian Aman di Zona Tersubduksi

Ketika pergeseran kutub menimpa, lempeng-lempeng tektonik akan saling berbenturan dengan cepatnya, ibaratnya kereta api yang sedang melaju kencang tiba-tiba direm--gerbong-gerbongnya saling berbenturan. Wilayah lempeng yang ditujam akan memanas daratannya hingga bebatuannya meleleh akibat gesekan lempeng tektonik yang menyubduksinya.
Demikianlah halnya dengan Indonesia nanti, karena berada di atas Lempeng Sunda--zona tersubduksi/zona tertujam. 
Untuk terhindar dari tanah panas dan pelelehan bebatuan, orang harus berada setinggi mungkin dari wilayah itu. Berapa ketinggian aman yang ideal, dan seperti apa wilayahnya?
ZetaTalk telah memberi tahu bahwa ketinggian aman untuk momen Pergeseran Kutub adalah minimal 61 meter (200 kaki). (Ini belum termasuk kenaikan air laut sebanyak sekitar 206 meter dalam waktu 2 tahun pasca pergeseran kutub.) Dan ketinggian minimal 61 meter itu dihitung BUKAN dari ketinggian muka laut sekarang, melainkan dari ketinggian DASAR LEMBAH. Dan, tentu saja, bukan wilayah longsor, tidak dekat gunung berapi, tidak akan kebanjiran, dan tidak dekat pantai, meskipun di bukit dekat pantai.
Berikut penjelasan ZetaTalk.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk, 22 Mei 2010

Lempeng-lempeng yang saling bersinggungan melewati tidak terjadi pada permukaan-permukaan kasar, karena tepian-tepian yang kasar akan patah dan bergerak terseret bersama lempeng yang menyubduksi atau tetap bersama lempeng yang menungganginya. Ini adalah bagian besar dari resistansi terhadap pergerakan di zona-zona subduksi. Namun ketika pergerakan dimulai, zona di antara lempeng-lempeng itu akan rata.

Dengan demikian, orang dapat menyimpulkan bahwa berada di atas gunung di zona subduksi akan memberi jarak antara mereka yang akan menjadi survivor dengan titik dimana bebatuan yang meleleh terjadi.
Bebatuan yang meleleh telah disaksikan terjadi di dekat sungai kecil atau aliran-aliran air sungai kecil dan sungai-sungai, yang mengalir rutin ke bagian terendah dari suatu medan. 
Karena itu, panduan (ketiggian aman)nya adalah, sesuai sifatnya, tidak berdasarkan ketinggian muka laut, melainkan jarak dari dasar lembah--jarak relatif.
Bertengger di puncak gunung juga ada resiko-resikonya, karena adanya angin-angin berkekuatan badai, maka harus ada pertimbangan-pertimbangan lagi.




Pasca Pergeseran Kutub: Kesempatan Emas Bagi Pengabdi-Kebaikan

Kondisi setelah pergeseran kutub tak semata-mata kedukaan dan kesuraman, tapi juga bisa membawa kesempatan-kesempatan emas, yaitu yang jauh lebih baik dari pada peradaban yang kita tinggali sekarang ini. Meskipun demikian, kesempatan-kesempatan emas itu hanyalah bagi mereka yang mau Mengabdi-Kebaikan yang dimaksud di sini.
Pelayanan dan Kekuatan Tersembunyi [ZetaTalk: Survivors, Note: written prior to July 15, 1995]
"Apa yang berbeda adalah bahwa bantuan yang diantisipasi dari negara-negara kaya atau dari pemerintah sendiri tak akan tersedia. Bagi kebanyakan orang di bumi, hal ini tak akan membuat terguncang, tapi justru yang membuat terguncang adalah ketika mereka mendapat bantuan. Bagi negara-negara industri yang kaya, kurangnya bantuan akan menjadi keguncangan. Namun sebagian individu telah belajar untuk lebih mengandalkan diri sendiri dan bekerja secara komunal dengan orang-orang lain. 
Ada pelajaran-pelajaran yang diajarkan oleh hidup dalam hal apapun, dan tak eksklusif oleh bencana-bencana dahsyat. Bencana-bencana dahsyat menawarkan sebuah kesempatan, sebagaimana hidup pada umumnya, yaitu untuk melayani. Ini adalah masa-masa kesempatan besar, untuk benar-benar melayani. Ini adalah masa-masa ketika orang dapat tumbuh, dan menemukan kekuatan di dalam dirinya sendiri yang sebelumnya tak diketahuinya.  
Penggelaran Peradaban Masa Depan  [ZetaTalk: Great OpportunitiesNote: written by Jul 15, 1995]
"Bagaimana peradaban masa depan itu akan tergelar akan tergantung pada kehendak bebas dan motivasi orang-orang yang dapat membimbing perkembangannya. 
Tidaklah adil bagi orang-orang yang berada dalam posisi untuk mempengaruhi untuk berspekulasi. Gambaran ini akan dilukiskan oleh para seniman.
  • Masa setelah bencana-bencana alam dahsyat, yang disebut Aftertime, akan menjadi masa dengan kesempatan hebat. Dimana seluruh fondasi di masa lalu akan telah hancur lebur, dan semuanya harus dibangun kembali, akan ada kesempatan yang hampir tak terbatas.  
  • Sifat kreatif akan membuat masa-masa semacam itu terasa nikmat.  
  • Orang-orang yang gagah berani akan menemukan timbal balik yang melimpah atas upaya-upaya mereka. 
Masa itu akan menjadi masa ketika kapasitas-kapasitas setiap orang akan dapat terentang hingga mencapai batas-batas (tertinggi)nya, dan para entitas dapat mempelajari kekuatan-kekuatan serta bakat-bakat yang belum pernah mereka bayangkan. 

Kemungkinan Yang Tak Terbatas
Ketika dunia hancur berantakan menjadi ground zero, dimana orang-orang harus mulai lagi dari awal untuk membangun kembali peradaban dari puing-puing, akankah orang langsung meneruskan hidup seadanya?
Ini memang terjadi di saat-saat awal dan beberapa lama setelah bencana alam dahsyat berlalu. Namun sudah menjadi sifat manusia yang tangguh untuk lambat-laun meningkatkan diri begitu ia mulai terbiasa dengan lingkungan barunya itu, yang benar-benar berbeda dengan peradaban yang sekarang ini.
Maka, inilah masanya. Manusia diberi kesempatan-kesempatan luas oleh alam untuk membangun kembali peradaban sesuai keinginannya dalam grup yang ia merasa nyaman menjadi bagian. Karena tak ada lagi hutang yang mengejar-ngejar ataupun status artifisial yang harus dipertahankan (kecuali di kalangan para Pengabdi-Ego), yang sering kali membuat lelah orang-orang yang condong Mengabdi-Kebaikan. Maka, inilah, sekali lagi, momennya, sesuai yang diinginkkan oleh Alam.

Apa yang disebut sebagai kesempatan hebat itu di antaranya adalah bahwa sebagian orang temui diri mereka mampu memotivasi orang lain padahal sebelumnya mereka tak pernah melakukannya. Dan mereka ini biasanya adalah orang-orang yang terbiasa hidup di, katakanlah, bawah tumpukan masyarakat. [Baca: Masa Penyetaraan Hebat].

Ada mereka yang pada dasarnya gagah berani tapi tidak sadar akan sifat mereka itu ternyata mendapati diri mereka tengah menolong orang-orang bersama-sama mereka yang telah menyadari keberanian mereka. Sebagian lainnya lagi temui diri mereka ternyata memiliki daya kreatif yang luar biasa ketika menemui tantangan untuk membuat perangkat kebutuhan hidup dari barang-barang bekas. Demikian juga dengan keahlian menyembuhkan orang yang sakit fisik dalam keadaan darurat, kemampuan mengolah masakan menjadi enak dari bahan-bahan seadanya, kemampuan mengelola tim secara demokratis. Kemungkinannya tak terbatas.




Pasca Pergeseran Kutub : Keruntuhan Peradaban Modern

Baca juga:

Kehancuran Kota-Kota 
Terjemahan bebas ZetaTalk: Devastated Cities, Note: written prior to July 15, 1995

Cerita-Cerita tentang Benua Atlantis, yang tak pernah ditemukan, didukung oleh mitos-mitos tentang hancurnya kota-kota besar secara tiba-tiba oleh air laut yang naik. Hal ini tentu saja terjadi secara ekstensif di seluruh dunia setiap kali ada pergeseran kutub.
Kota pada utamanya dibangun di pesisir-pesisir pantai dan tepi-tepi sungai-sungai besar, dimana kemudahan mendapat ikan dan transportasi berlimpah. Ketika gelombang-gelombang laut pasang masif menerjang maju-mundur, kota-kota ini memang tergelincir masuk ke bawah air laut yang naik dan benar-benar dibinasakan. 
Kota-kota hancur, total. Bangunan-bangunan yang masih ada tidak diperbaiki, karena tak ada tangan-tangan yang melakukannya. Bangunan-bangunan itupun menjadi puing-puing karena cuaca, batunya tererosi dan tertutup oleh debu vulkanik yang bertiup dan, akhirnya, oleh tanaman yang membusuk karena hujan yang tak ada hentinya menjadikan debu vulkanik tanah yang mengundang. 
Di dataran utama Cina terdapat peninggalan-peninggalan peradaban-peradaban kuno, dan cerita-ceritanya dalam kejayaan masa lalu sepertinya melampaui para petani sederhana sekarang ini. Adakah dulu peradaban besar yang runtuh? 
Ya, sebagaimana semua benua selama pergeseran kutub, kerusakannya luar biasa parahnya sehingga kota-kota pada dasarnya runtuh menjadi debu. Namun perkembangan mereka dulu tidak lebih mengesankan ketimbang yang ada sekarang ini.
Tentu saja ada tempat-tempat dimana sekarang ini hanya merupakan sebuah desa, yang para penduduknya hampir-hampir tak bisa melakukan apapun selain berladang untuk mempertahankan hidup. 
Dan jika ada jejak-jejak yang mengindikasikan sebuah kota besar yang dulu pernah berdiri di dekatnya, orang dapat menyimpulkan bahwa umat manusia telah jatuh. Namun, setelah pergeseran kutub, ada sedikit saja para orang yang selamat yang bermigrasi secara teratur, terus-menerus, yang berupaya mencari tempat aman dari awan vulkanik dan curah hujan yang konstan dimana-mana. Tentu saja para orang yang selamat itu menghilang. Mereka pergi ke tempat lain.

Terhentinya Era Industri Modern
Terjemahan bebas ZetaTalk: Machine Age, Note: written on Apr 15, 1999.

Pertimbangkan apa yang diperlukan untuk menjalankan rata-rata mesin pabrik, yang menjalankan mesin-mesin berat.
Roda gigi, lempengan logam -- semuanya tampak cukup kokoh. Katakanlah ada bangunan yang tetap berdiri setelah pergeseran kutub, setelah dimodifikasi untuk bertahan serta dikencangkan, dan mesin itu sendiri cukup bertahan lama. 
Ada bagian-bagiannya yang memang rusak, namun orang masih bisa menggantinya, lalu mengapa tidak dapat lagi beroperasi?
Ada faktor-faktor dalam skenario ini yang tidak dipertimbangkan.
Seluruh bagian-bagian kecil yang diperlukan, lubricant (minyak pelumas) maupun zat aditif, tidak akan tersedia.  
Kebanyakan lubricant itu diperlukan, untuk menjaga keseimbangan kimiawi tertentu, kalau tidak, akan terjadi pengkaratan. Tanpa lubricant-lubricant itu, bagian-bagian mesin akan hangus terbakar atau aus, dan Anda tidak bisa begitu saja menuangkan air atau bahan kimia apapun--Anda butuh bahan kimia tertentu. 
Industri kimia akan terkena dampak yang sangat keras, karena banyak dari toko-toko mereka yang menjual cairan akan meledak, tersemprot, dan menguap, sehingga memerlukan bahan-bahan khusus untuk menciptakannya kembali dari awal.
Maka Anda akan harus membuat back up, tanpa ada habisnya. Dan, setiap kali ada kerusakan dalam mata rantai itu, maka rantainya akan putus dan berpengaruh pada semuanya hingga ke bawah. Maka semua itu merembet sepanjang rantai, ke bawah. 
Bahkan kerusakan mungil dari suatu bagian dapat menghentikan prosesnya, karena, mungkin, ada suatu logam tertentu atau logam campuran tertentu yang akan diperlukan. Tanpa itu, suatu fungsi tertentu tidak akan terjadi, suatu denyut listrik tidak akan terjadi, atau pengetsaan tidak akan terjadi. Jika logam campuran itu tidak ada, maka seluruh bagian mesin akan tidak terpakai, dan, pendek kata, tidak efektif.
Dan, jika tidak efektif, buat apa mempertahankannya. Apa motivasinya untuk tetap tinggal dan merawat pabrik ini? Siapa yang akan memberi makan para pekerja, atau membayar gaji mereka? Pendek kata, tidak ada aliran uang.
Jembatan-jembatan runtuh. Jaringan listrik rusak. Pemerintah dalam keadaan chaos, tiarap berdempet-dempetan, mabuk-mabukan, dan saling membahas. Para pekerja tidak datang dari kesetiaan, yang kelaparan setengah mati, untuk menjaga agar kucing-kucing gemuk korporasi tetap dapat berbisnis. Mereka pergi, mencoba mencari makan untuk diri mereka sendiri.
Jika industri kehilangan para ahlinya, apa yang akan terjadi?
Industri apapun yang mendapati bahwa para pekerjanya yang ahli tidak lagi ada akan gagal! Ini fakta umum, dan satu alasan yang membuat para imigran datang ke AS---berpendidikan dan memiliki set keahlian dianggap kebutuhan. 
Negara-negara dunia ke-3 bahkan tidak dapat mulai kecuali mereka memiliki set keahlian terdidik ini. Jika pabrik mati, karena para pekerja merasa lebih penting memberi makan keluarga ketimbang menjaga para bos mereka yang berkuasa, lalu siapa yang akan menjalankan pabrik?
Karena alasan-alasan itulah industri tidak akan berjalan--akan terbengkalai.
Ada kota-kota yang ditemukan di Amerika Tengah dan di Cina, yang berada di bawah hutan-hutan rimba atau di bawah pasir-pasir yang bergerak, tanpa ada penjelasan tentang kemana perginya para penduduknya.
Kota-kota ini tadinya besar dengan anak-anak tangga yang megah. Mereka memiliki irigasi--air yang mengalir melewati kota--lalu mengapa dapat kolaps? Apakah karena wabah penyakit? Apakah karena bencana kekeringan yang parah? Apakah ada yang datang lalu membantai mereka semua?
Semua itu adalah sisa-sisa pergeseran kutub, dimana peradaban-peradaban besar telah runtuh di jaman dahulu. Para survivor berkeliaran, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka sering kali kebingungan, karena tidak tahu apa yang telah menimpa mereka. Mereka merasa pasti bahwa itu kejadian lokal saja. Maka pergilah mereka untuk mencari dimana matahari sedang bersinar dan tanaman-tanaman padi-padian sedang tumbuh. Mereka semua berkeliaran.

Maka, industri-industri Anda akan terbengkalai, karena alasan-alasan itu.




Pasca Pergeseran Kutub: Geng-Geng Napi Berkeliaran

Para alien Zeta menjelaskan prediksi mereka tentang para napi setelah pergeseran kutub, dengan mengangkat kasus Texas sebagai contohnya, beserta rahasia di balik banyaknya kasus tahanan yang kabur dari penjara di masa-masa menuju Pergeseran Kutub.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Prison Gangs, Note: written Mar 15, 2002

Populasi penjara telah dikenal publik, yang mendengar cerita-cerita mengerikan tentang aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh para sipir penjara maupun napi, baik dalam berita maupun film. Para sipirnya hampir-hampir tidak lebih baik dari para napinya, karena condong pada kesadisan dan menjadi tuan penguasa orang-orang ketika mengendalikan.
Selama pergeseran kutub, penjara-penjara akan rontok dan para napi melarikan diri. Mereka ini dapat ekspektasi akan menjadi geng-geng Pengabdi-Ego yang utama yang beroperasi setelah pergeseran kutub. Namun, kalau-kalau publik mengira Ghengis Khan pada dasarnya telah berinkarnasi, yang sebaliknyalah yang terjadi. Geng-geng semacam itu butuh suplai makanan dan barang-barang yang terus-menerus untuk dapat menjarah dan menjalankan kampanye penyerangan.
Setelah pergeseran kutub, suplai-suplai akan cepat habis, dan orang-orang mati tidak memberi rasa puas pada para perampok ini. Mereka akan, seperti yang pernah kami nyatakan sebelumnya, cepat sekali mendapati diri mereka tanpa ada apapun untuk menjaga tubuh hangat hingga pagi hari, dan tanpa ada apapun untuk dimakan kecuali satu sama lain.
Lemah, dan semakin berkurang jumlahnya akibat perkelahian internal, mereka akan rentan terhadap penyakit-penyakit, dan pertahanan yang dilancarkan oleh komunitas-komunitas Pengabdi-Kebaikan yang akan membalas agresi yang mereka rasakan dari para penyerang mereka.
Di AS, Texas tadinya akan menjadi sebuah negera penjara sehingga Bush Sr. dapat mengumpulkan gerombolan-gerombolannya pasca pergeseran kutub. Namun Bush Sr kemudian menyadari prediksi-prediksi Zeta, meskipun demikian, karena ia sangat Mengabdi-Ego ia lebih mendengar suara-suara (bisikan-bisikan--pen.) para makhluk gaib yang juga Mengabdi-Ego. Para makhluk gaib itu sangat gemar dengan rasa penderitaan, putus asa besar. Dan menaikkan harapan lalu menjatuhkan harapan itu akan memenuhi kegemaran mereka itu. Demikian pula, trend Texas sebagai rumah tahanan dan memperlakukan mereka dengan buruk, memiliki basis Pengabdi-Ego.
Ketimbang memotong anggaran, Bush Sr berniat untuk membuat mereka lepas, meloloskan diri, dan menjadi gerombolan penyerangnya untuk mengambil alih para survivor di AS. 
Apakah menurut Anda kebetulan saja kalau ada begitu banyak kasus tahanan yang kabur, di Texas (misalnya)?
Ini semua sudah direncanakan, yang terjadi lebih cepat dari ekspektasi. Ini merupakan rekayasa selama masa ketika Houston juga ditetapkan sebagai perhentian terbaik untuk kelanjutan pemerintahan, dalam bunker-bunker bawah tanah. 
Bush Sr dan para penasehatnya yang Mengabdi-Ego hampir-hampir tidak mendengarkan saran-saran yang kami berikan (melalui situs ZetaTalk--pen.), dan dengan demikian tidak memperhitungkan--menghilangkan kekhawatiran tentang banjir di Texas, yang akan diterjang oleh gelombang pasang laut. Dengan demikian, para tahanan yang terkunci dalam penjara-penjara akan tenggelam. Sedangkan mereka yang berhasil lolos akan kemungkinan sekali menemui nasib yang sama, kecuali yang sedikit saja yang akan merangkak-rangkak di pantai seperti tikus-tikus basah, sendirian.  
All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com


Pasca Pergeseran Kutub: Pemerintahan Kolaps

Terjemahan bebas ZetaTalk: Government Collapse, Note: written prior to July 15, 1995

Pertimbangkan apa yang membentuk pemerintahan Amerika Serikat, yang kami gunakan sebagai contoh di sini karena memang merupakan pemerintahan yang paling kuat, dan, yang paling utama, merupakan demokrasi.
Pemerintah ini--dari dan untuk rakyat--dibangun melalui pemilihan-pemilihan. Namun pemilihan-pemilihan yang bahkan di masa-masa terbaik sulit untuk mencapai kesuksesan. Tingkat turnout sudah berulang-ulang rendah. Penghitungan suara harus dicek dan ricek untuk keakuratan, dan komputer-komputer serta tangan-tangan siap para relawan mengawal proses ini. Dan kemudian ada publikasi-publikasi pra-pemilihan terhadap para kandidat dan pandangan-pandangan dan debat-debat mereka, serta urusan-urusan lain yang mencerahkan semacam itu.
Lalu bagaimana itu semua akan terjadi di sebuah dunia yang sedang menjalani bencana-bencana dahsyat sebagaimana yang gambarkan?
Keberadaan listrik akan naik-turun. Komunikasi-komunikasi, pada utamanya, akan kembali ke cara abad lalu, dengan surat atau pembawa pesan. Konsep legislatur, bahkan di tingkat kabupaten, akan sulit dipertahankan, apalagi di tingkat negara atau negara bagian. 
Tambahkan pada situasi ini fakta bahwa geografi akan berubah. Beberapa daratan akan hilang, sementara yang lainnya naik dari laut. Kutub-kutub akan selaras di tempat-tempat berbeda di dunia. Apa itu utara? Apa itu selatan? Peta-peta yang sebelumnya telah dibuat akan tak berguna.
Lalu bagaimana jajak pendapat dapat merasa pasti siapa yang harus dipilih ketika para survivor akan berkeliaran, lebih mencari orang-orang yang masih hidup ketimbang masalah lainnya.

Kami tidak menggambarkan sebuah dunia dimana pemerintahan yang sudah mapan kemungkinan sekali akan berlanjut seperti dulu. Kami sedang menggambarkan sebuah dunia dimana bentuk-bentuk pemerintahan/pengaturan yang baru akan bermunculan. Jenisnya akan tergantung pada sifat grup orang.
Seperti yang pernah kami detilkan, akan ada peningkatan pemisahan para Pengabdi-Kebaikan dari para Pengabdi-Ego.
Grup-grup Pengabdi-Kebaikan tidak akan memerlukan kendali-kendali yang sama dengan yang diperlukan sekarang ini. Bukannya menghadapi masalah warganegara yang saling mencuri dari satu sama lain, yang hanya dapat diawasi dan dikendalikan melalui penegakan hukum, komunitas-komunitas baru ini akan berbagi. Pertimbangan lah yang menjadi peraturan, ketimbang peraturan perundang-undangan.
Sedangkan bagi grup-grup yang semakin Mengabdi-Ego, tidak ada hukum maupun kesatuan polisi yang akan mengawasi dan mengendalikan tindakan-tindakan mereka yang melayani diri sendiri. Di sana, peraturan perundang-undangan digantikan dengan aturan siapa yang kuat dia yang menang 
Lalu akankah pendapatan pemerintah menjadi begitu tergantikan? Akankah mereka berupaya mengumpulkan pajak, memerintahkan kerjasama, atau menuntut kesetiaan? Beberapa individu yang kesepian akan berupaya melakukannya, mungkin dalam kelompok-kelompok kecil, namun dimana tidak ada makanan, dan para warganegara pada dasarnya telah menjadi gelandangan, upaya-upaya ini malah akan berbalik kepada apa yang disebut para wakil rakyat.
Mana asistansi pemerintah? Apa yang diantisipasi pemerintah untuk melakukan sesuatu demi warganegara? Mengapa pula kini rakyat harus mencamkan apa yang disebut pemerintah itu, padahal selama ini pemerintah telah meyakinkan rakyat bahwa mereka seharusnya tidak merasa terancam oleh komet yang mendekat. 
Apapun upaya untuk melanjutkan pemerintahan pada tingkat negara atau negara bagian akan berumur pendek, apapun kemungkinannya. Pada tingkat lokal, bisa jadi akan ada kelanjutan, sesuai kompetensi pemerintah lokal.

Kepemimpinan harus diperjuangkan.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com