Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Prediksi ZetaTalk: Peningkatan Gejolak Perjuangan Demi Keadilan

Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan mengapa gejolak rakyat demi memperjuangkan keadilan itu penting dan akan mencapai puncaknya dan bagiamana kira-kira reaksi para elit politik terutama dalam menyikapinya.


"Kebangkitan protes di seluruh dunia beresonansi mendalam di kalangan elit. Model yang sepertinya telah diterapkan, yaitu model yang mereka andalkan sepenuh hati, merupakan hal dimana massa dikendalikan oleh polisi anti huru-hara dan hukum. Para "domba (penegak hukum)" itu, dengan demikian, ditugaskan ke kelompok (elit) itu. Para elit mengendalikan pengadilan, karena  mereka telah mengendalikan para pengacara, (dan) secara finansial mendukung kampanye-kampanye politik para jongos mereka.
 

(Namun) Tiga hal kini telah merubah pengaturan itu: 
  • kegagalan panen yang terus meningkat yang mengarah ke kekurangan pangan, 
  • depresi perekonomian yang tak mau pergi yang disebabkan oleh perubahan-perubahan bumi yang merusak, 
  • serta munculnya protes-protes damai dan ulet seperti di Mesir, yang dipimpin oleh Anak-Anak Bintang (Star Children).
Keluhan-keluhan tentang harga-harga pangan serta ketersediaan pekerjaan, yang mana bukanlah hal baru, akan memicu serangkaian luas respon yang dilatih dengan baik di kalangan elit, (yang berupa) asistansi pemerintah, subsidi pemerintah, asuransi pengangguran, dan kupon/subsidi makanan/pangan. (Sedangkan) Langkah-langkah yang baru mulai diberlakukan adalah pengendalian harga-harga serta kuota-kuota untuk menghindari penimbunan (pasokan). Namun rasa tertekan telah meningkat hingga ke luar ukuran-ukuran tradisional itu, karena orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akan meningkat secara dramatis dengan adanya banjir imigran yang berpindah tempat sebagai akibatnya. 

Negara-negara bangkrut, dan mulai menutup perbatasan-perbatasan mereka bahkan terhadap para imigran putus asa. Tak ada makanan yang bisa dibagikan atau didistribusikan, maka sumbangan-sumbangan untuk wilayah-wilayah yang kelaparan akan dipotong secara tetap. Pengangguran akan tetap ada karena program-program pelatihan kerja dan asuransi pengangguran tak mencukupi, maka jumlah rakyat yang butuh bantuan kesejahteraan akan terus meningkat saat pemerintah bangkrut.

Para elit beranggapan bahwa gencetan (masalah) ini akan tiba cepat atau lambat. Harapan mereka tadinya adalah bahwa polisi anti huru-hara dan peraturan perundangan akan berjaya hingga waktunya ketika mereka harus mundur ke bunker-bunker. Kini masalahnya menjadi berbeda. Kini telah muncul momok, yaitu massa luas yang berkumpul dan menuntut perubahan. Kelompok-kelompok ini bersikap damai dan bekerja sama di dalam hukum. Hal ini memaksa tangan-tangan elit: harus berterus terang menyatakan niat-niat mereka serta memberlakukan suatu darurat militer atau dengan brutalnya menekan rakyat jelata ataukah membiarkan perubahan!

Hanya sedikit saja perbedaan antara para diktator di Timur Tengah dan Afrika Utara dengan yang di negara-negara yang menyebut diri mereka demokrasi. Dalam semua kasus, para warga negara hanya punya sedikit sekali jalan keluar ketika masa-masa runyam menerpa. Bahkan di AS, ketika bencana alam penyesuaian lempeng New Madrid yang masih pending akan telah menimpa, bantuan pemerintah tak akan mencukupi. Peraturan perundang-undangan akan melindungi kaum kaya dari (ancaman) kaum papa, sementara massa yang putus asa akan meningkat jumlahnya. Kalau sudah begitu lalu apa?

Jika protes-protes damai oleh sejumlah besar orang bermunculan yang mendapat simpati dari polisi anti huru-hara serta pejabat rendah militer, lalu apa yang akan terjadi? 
Perdagangan dan industri akan lumpuh dan terhenti hingga ada perubahan yang diberlakukan, dan perubahan ini sudah pastinya tak akan disukai para elit. Para elit dapat melihat gaji-gaji besar mereka akan dikurangi agar para pekerja bisa mendapat upah. Mereka dapat melihat  bahwa undang-udang yang mengijinkan perusahaan-perusahaan kartu kredit dan perbankan memperbudak rakyat jelata melalui hutang dan bunga serta biaya yang tinggi, akan berubah dalam semalam oleh badan-badan pemerintah yang kepanikan menghentikan protes-protes sebelum menyebar.  
Mereka dapat melihat rumah-rumah kosong dan taman-taman lokal akan diambil alih para tunawisma, atau keluarga diperbolehkan menjual atau membarter hasil kebun, dengan mengabaikan keberatan-keberatan dari pertanian-pertanian korporasi yang telah mengatur di bawah payung hukum untuk mengenyahkan para pesaing mereka.
Jika undang-undang tak diubah, maka rakyat jelata akan mengabaikan (undang-undang) itu, karena trend menuju protes-protes yang masif dan meluas akan terus memburuk. Hal ini membuat rakyat menangani semuanya sendiri di kalangan mereka sendiri, mengesampingkan kendali pemerintah.  Pada mulanya para elit akan bereaksi dengan mengamuk, meneriakkan segala pemulihan hukum, mengeluarkan segala taktik politik dari kantong mereka.  Ketika semua itu tak berhasil, mereka akan mundur lebih cepat dari rencana ke bunker-bunker mereka, atau ke kantong-kantong pulau mereka, dengan mulut cemberut."





Spiritualitas Tertinggi Manusia : Aturan Emas

Pengabdi-Kebaikan
Baca juga: 

Bagi mereka yang menelaah secara cerdas definisi tentang orientasi spiritual, dan aturan bahwa perpindahan dari satu orientasi ke orientasi lain membutuhkan banyak masa hidup trial-and-error (reinkarnasi - pen.) untuk memahami betul apa makna kehidupan dalam orientasi spiritual itu, masalahnya menjadi tak jelas sama sekali.

[Kriteria dan Contoh Mengabdi-Kebaikan dan Mengabdi-Ego]
Telah kami nyatakan bahwa mereka yang Mengabdi/Melayani-Kebaikan memikirkan orang lain setidaknya sebanyak memikirkan dirinya sendiri, 50%. Sedangkan mereka yang Mengabdi/Melayani-Ego berhasil melayangkan pikirkannya tentang orang lain hanya 5% dari waktu mereka. Lalu waktu yang bagaimana yang dimaksudkan itu?
Jika seorang bankir yang memperhatikan kelaparan dalam komunitasnya memberikan suatu persentase profitnya langsung untuk dibelikan makanan bagi mereka (sebuah sumbangan), apakah ini sama bobotnya dengan jika si bankir memberikan persentase profitnya kepada usaha kecil untuk mempekerjakan para pengangguran sehingga mengurangi kelaparan yang mungkin lebih sedikit tapi lebih lama? Orang harus menelaah motifnya. 
  • Tindakan yang pertama mungkin seperti kemanusiaan murni, namun jika motifnya adalah untuk meningkatkan bisnis di banknya dengan mendapatkan publisitas atas tindakannya itu, maka motifnya adalah egois, Mengabdi/Melayani Ego.  
  • Tindakannya yang kedua akan tampak cerdik, yaitu meningkatkan aktifitas bisnis dalam komunitas dari mana ia mungkin bisa mendapat profit, namun jika motifnya adalah memang untuk mengurangi kelaparan serta putus asa dalam komunitasnya dengan cara seefektif mungkin, dengan memanfaatkan dolarnya dengan cara terbaik, maka tindakannya itu didorong oleh motif-motif  Mengabdi/Melayani Kebaikan.
Dari sudut pandang kecerdasan, ini dilema. Namun, dalam kata-kata sederhana Yesus, "perlakukan orang sebagaimana kau ingin mereka memperlakukanmu." 
Yesus, Muhammad, Buddha--semua Anak-Anak Bintang yang datang untuk meninggalkan berkat kejernihan bagi umat manusia--semuanya mengajarkan pesan  yang sama:
Kesetaraan, dimana yang "paling kurang beruntung di antara kalian" dianggap setara dengan diri sendiri. Mempedulikan kebutuhan-kebutuhan fisik pribadi, atas makanan dan tempat berteduh, dengan kepedulian yang seimbang terhadap kebutuhan-kebutuhan makhluk lain. (Contohnya) Bagaimana kira-kira perasaan si kambing yang akan dijagal, apa yang dibutuhkan tanah untuk tempat merumput (ternak) atau untuk diolah menjadi mangkuk.
[Dilema Bagi Otak, Tapi Hati Tak Pernah Salah] 
(Hal ini) akan membingungkan--menjadi dilema--jika keputusan dibuat secara intelektual, diserahkan pada kecerdasan saja. Namun, apa yang ditinggalkan para pengkutbah itu (Anak-Anak Bintang itu--pen.) pada umat manusia adalah saran bahwa jawabannya terletak di hati. 
Sebelum Anda melakukan apa yang akan berdampak pada orang lain, tempatkan diri Anda pada posisi orang lain, lalu bayangkan konsekuensi-konsekuensi dari tindakan Anda itu. Ini secara umum dikenal sebagai Aturan/Ajaran Emas"perlakukan orang lain". 
Didorong oleh hati, orang tak akan pernah salah membuat keputusan dari sudut pandang spiritual. 
Orang yang menderita tentang apakah harus berbagi daging kambingnya yang terakhir dengan tetangganya, ketika keluarganya sendiri sering pingsan karena kelaparan, akan menemukan jawabannya dengan menempatkan dirinya dalam sudut pandang tetangga dan juga keluarganya. Bagaimana rasanya diabaikan yang akan dirasakan oleh tetangganya ketika melihat keluarganya makan sementara mereka lemah dengan perut kram. 
Apa yang harus dikorbankan oleh keluarganya untuk bisa cepat-cepat menelan makanan itu adalah membutakan diri terhadap kesengsaraan tetangganya. Ia memilih untuk berbagi, karena melihat kerusakan pada jiwa merupakan bahaya yang lebih besar, demikian pula pada fisik yang bisa mati kapan saja.
[Sedikit Pengalaman Ruh Muda Masih Dapat Membantu Mengingat Rasa Empati dan Membuat Keputusan)
Alasan bahwa dibutuhkan rata-rata 1000 kali masa hidup bagi ruh muda (secara spiritual) untuk bisa membuat keputusan spiritualnya adalah kerumitan ini. 
(Contohnya) orang yang akan berbagi daging kambing terakhirnya dengan tetangganya--yang mana masing-masing kebagian segigit--mengetahui dari pengalamannya (dalam kehidupan terdahulunya - pen.) tentang apa saja alternatif yang ia miliki. Ia pernah tahu rasanya diabaikan. Ia pernah memaksa dirinya menutup empatinya pada suatu waktu di masa-masa hidupnya yang dulu. Ia telah menjadi sesosok ruh tua, bijak--bukan lagi ruh muda.
[Ruh Muda Berpotensi Belajar Empati dan Cara Membimbing Mereka] 
Bumi saat ini memiliki sejumlah besar ruh yang sangat muda, akibat ledakan penduduk, yang kebanyakan begitu tak dewasa sehingga pantas dianggap bayi, jika ruh tua dan bijak dianggap tua.  

Lalu bagaimana orang bisa menjelaskan kepada si 'bayi' tentang adanya orang lain di 'taman bermain' yang juga harus dipikirkan? 
Meski bayi sering kali dianggap semata-mata berfokus pada diri sendiri, nyatanya mereka merespon pada bayi-bayi lain di tempat bermain, saling melempar senyum dan bersenang-senang bermain dengan satu sama lain. Bahasa tubuh--yaitu getaran-getaran yang dipancarkan semua makhluk hidup dan yang dapat dibaca oleh orang lain--ada di sana. 
Maka, bahkan para bayi dapat mermpraktekkan Aturan Emas, bahkan pada masa hidupnya yang pertama kali. 
Dan inilah garis hidup yang akan digunakan untuk memasuki event apapun ketika akan terjadi perubahan dan gejolak yang tiba-tiba. Ini saran terbaik yang dapat kami berikan.
Mereka memberi, sebagaimana, di lembah menghijau nun jauh di sana, bunga-bunga menaburkan wewangiannya ke udara. Melalui tangan mereka inilah Tuhan menyapa. Berikanlah hatimu, namun jangan saling menguasakannya. Tegaklah berjajar, namun jangan terlampau dekat. ....Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu. Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri. Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan. ...Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan. Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan." Sang Nabi, Kahlil Gibran   
Cinta mungkin akan bersemi menuju pergeseran kutub, yang memang sudah seharusnya. Mereka yang penuh rasa cinta kasih di dalam hati mereka merespon pada kesadaran bahwa hal-hal lain tak begitu penting. [Terjemahan bebas ZetaTalk, Personal Decisions]





Prediksi Perang Dunia III dan Holocaust Nuklir

Tentang Kemungkinan Holocaust Nuklir
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: World War III, Note: written by Jul 15, 1995

Sudah lama ada banyak spekulasi tentang kemungkinan Perang Dunia III karena ada kata-kata dalam Injil dan tafsiran-tafsiran terhadap beberapa quatraine Nostradamus. 
Akan kami nyatakan kembali tentang hal itu, di luar rencana-rencana di hati dan pikiran manusia yang sekarang masih hidup, bahwa tak akan ada yang mempengaruhi masa depan bumi dan urusan-urusan manusia. Masa depan belum lagi ditulis. 
Namun potensi holocaust nuklir berada di tangan Anda sekarang ini. Bahkan dengan dilakukannya langkah-langkah pelucutan senjata yang menjanjikan, dan bahkan ketika terjadi pelucutan senjata total di kalangan negara-negara adidaya, ancaman ini masih ada, oleh karena hanya butuh satu kefanatikan saja dengan kecerdasan dan sumber-sumber daya untuk merakit bom atom, untuk menciptakan skenario ini. 
Pembaca jangan mengendurkan semangat dalam mencanangkan perdamaian dunia karena merasa semuanya akan sia-sia akibat nubuat. Masa depan hanya diciptakan di hati dan pikiran orang-orang yang sekarang masih hidup. Semuanya terserah Anda.


Tentang Kemungkinan Perang Dunia III
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: World War III, Note: written during the Feb 22, 2003 Live ZetaTalk IRC Session.

China hampir-hampir tak merencanakan invasi, untuk memanfaatkan gangguan yang tengah dialami AS, tidak juga dengan Korea Utara yang sesungguhnya tak berharap ada konflik sesungguhnya. 
Korea Utara tengah berupaya bertahan hidup, mencari makan serta kebutuhan-kebutuhan hidup seperti bahan bakar, yang dijanjikan oleh AS namun ditahan karena toko-toko di AS sendiri yang juga sedang kesulitan, meskipun masyarakat tak diberitahu mengenai hal ini. Mereka (Korea Utara) akan tetap menerbangkan pesawat-pesawat mereka di langit Korea Selatan,  serta menguji coba pesawat-pesawat misil mereka di langit Jepang, atau apapun untuk bisa mendapatkan perhatian dari AS. Cina berharap Korea Utara berhasil, karena merekapun punya masalah besar sekali dalam memberi makan rakyat mereka. 
Ada antisipasi yang sudah lama sekali bahwa perang global, yang dimulai di wilayah Iraq dan termasuk Cina, akan meletus di masa Akhir Jaman ini. 
Nubuat-nubuat itu telah dikarang dari tafsiran-tafsiran terhadap ramalan Nostradamus, meskipun ia sendiri hampir-hampir tak menyebut peristiwa-peristiwa di luar masanya, dan ramalan-ramalan orang-orang lain. Namun memang banyak nubuatan yang sesungguhnya merupakan analisis cerdas terhadap kemungkinan yang berdasarkan situasi-situasi, dan ini termasuk Timur Tengah oleh karena statusnya yang kaya minyak, sedangkan Cina karena statusnya sebagai raksasa yang tidur.
Sudah berdekade-dekade ini Cina mengalami kelaparan, sehingga menerapkan keluarga berencana yang menghasilkan kewajiban aborsi terhadap pasangan yang memiliki anak lebih dari satu. 
Sudah lama tanahnya tererosi oleh air Sungai Kuning dan erosi lain semacamnya. Rakyatnya telah bermilenium memadati pedesaan-pedesaan. Maka dianggaplah bahwa negara ini, selama suatu masa kelaparan dan meningkatnya kekurangan pangan, akan mengumpulkan kekuatan untuk menyerang negara-negara lain. 
Demikian pula, minyak telah ratusan tahun dikenal sebagai bahan bakar, bahan bakar siap pakai. 
Tempat kelahiran beberapa agama yang konflik - Kristen dan Islam - berada di Timur Tengah. Mereka ini sudah berabad-abad lamanya diketahui saling mencekik. Perang Salib, contohnya, membenturkan Islam terhadap Kristen, dan sudah berabad-abad diketahui. Lalu tambahkan Anti Kristus pada nubuatan ini, yang mana logis saja karena adanya polarisasi di kalangan orang-orang, memasuki periode Transformasi seperti yang dialami bumi kini.
Maka para nabipun menggunakan akal mereka, memasak rencana, serta nubuatnya. Ini bukan berarti semuanya akan terjadi sesuai ramalan. 
Kelaparan tak akan menciptakan invasi, yang ada adalah letargi. Cina juga selama ini selalu berhasil mengendalikan rakyatnya, dan membuat terobosan dalam pasar-pasar dunia. Islam hampir-hampir tak berkeinginan memerangi Kristen kendati ada niatan dari grup-grup teroris yang bermunculan dari kaum teraniaya. Maka, seperti yang telah kami prediksi, kemungkinan hasilnya adalah bukanlah pertempuran penuh di Irak, dan sudah pastinya bukan invasi Cina ke negara-negara lain.  

Tentang Rencana Kelompok Rahasia Mason, Bush/Cheney, Chemtrail

Nubuat-nubuat yang dibuat tentang Akhir Jaman sering kali tercampur dengan spekulasi tentang peperangan, pengurangan populasi secara besar-besaran, serta upaya-upaya menguasai dunia. Seluruh kepastiannya dapat diramalkan berdasarkan apa yang diketahui tentang masa depan. 
Transformasi bumi telah dijadwalkan untuk masa sekarang. Polarisasi serta orientasi manusia untuk memilih ikut golongan Pelayan Kebaikan atau Pelayan Ego selalu terjadi selama sebuah masa Transformasi. Ini karena golongan Pelayan Ego bisa merasakan mereka tengah didorong-dorong keluar dari planet ini serta berjuang untuk mempertahankan bagian kuenya, sebagaimana yang mereka lakukan di bumi untuk mempertahankan Amerika Selatan dan Afrika sebagai benua-benua Pelayan Ego. Maka, upaya-upaya untuk menguasai dunia serta rencana-rencana untuk mencapai tujuan ini muncul di kalangan para elit Pelayan Ego. 
Polarisasi juga terjadi karena mereka yang golongan Pelayan Kebaikan di planet ini sedang bersiap-siap untuk mengabaikan mereka yang golongan Pelayan Ego, di masa depan, setelah kehidupan di alam dimensi ke-3, dan tengah melatih kemampuan-kemampuan mereka dalam hal ini. Hal ini cenderung membuat murka para Pelayan Ego, yang mengancam serta mengintimidasi. 
Sudah dapat diprediksi bahwa kelaparan akan meningkat dengan mendekatnya masa pergeseran kutub, akibat perubahan-perubahan bumi yang telah diantisipasi. Kelaparan, sudah dapat diramalkan, memiliki dua faktor yang akan mendorong peperangan. 
Para pemimpin sering kali menunjuk-nunjuk ke perbatasan negara untuk menyalahkan negara lain atau budaya negara lain untuk mengalihkan fokus amarah rakyat dari para pemimpin itu.
Dan sering kali, ketika satu negara sepertinya memiliki lebih banyak makanan dan kekayaan dari negara lain, akan ada keuntungan yang dicari melalui invasi. 
Telah kami nyatakan bahwa PD III tak akan terjadi, meskipun akan ada gagah-gagahan, karena tak ada keuntungan yang akan didapat dari sebuah invasi. Semuanya akan menderita, dan tak akan ada yang punya stok makanan. Invasi ke Irak adalah untuk minyak, namun bahkan keuntungan ini tak lagi bisa mengumpulkan semangat untuk sebuah invasi.

Para elit, yang pada dasarnya berorientasi Melayani Ego, menyukai aturan dan struktur. 
Ini berlaku benar untuk agama terorganisir serta kerajaan. Maka demikianlah hubungan antara para elit dengan organisasi-organisasi seperti Masons, yang begitu terstruktur. Para elit juga memiliki berbagai klasifikasi seperti kelompok Illuminati atau New World Order
Namun apapun klasifikasinya, organisasi serta fokus para elit itu tetap sama. Mereka ingin mendominasi, mempertahankan posisi di tumpukan tertinggi, serta memanfaatkan gejolak apapun untuk mebentuk masa depan sesuka mereka.  
Hal ini selalu termasuk pengendalian populasi, bahkan sudah sejak bereon-eon lalu. Para Pelayan Ego itu tak peduli dengan penderitaan orang lain, serta memandang rakyat biasa sebagai komoditas demi keuntungan mereka. Jika si rakyat berguna sebagai budak pekerja, maka akan dipertahankan. Jika tidak, orang-orang semacam itu akan dienyahkan sebagai ancaman mengkhawatirkan karena bisa berpotensi menyebarkan penyakit ataupun kerusuhan. Cerita-cerita tentang rencana-rencana untuk mengenyahkan sejumlah besar populasi melalui peperangan biologis atau pandemik, penyebaran penyakit melalui vaksinasi atau chemtrail, serta kamp-kamp kerja paksa dimana hanya yang sehatlah yang selamat, memiliki dasar faktanya, sebagaimana yang sering kami tunjukkan. 
Administrasi Bush/Cheney teramat sangat bersimpati dengan upaya-upaya ini serta berusaha memfasilitasi agenda ini. Oleh karena kehilangan mereka atas Gedung Putih tak akan lagi bisa mempengaruhi kecurangan pemilihan suara melalui mesin voting Diebold tanpa kertas dan manipulasi terang-terangan terhadap perhitungan tally suara, mereka yang mendukung administrasi Bush/Cheney telah bergerilya. 
Tentu saja mereka bertemu serta berencana secara rutin. Tapi ini tak lagi menjadi masalah. Upaya chemtrail dilakukan oleh golongan kaya-raya, bukan pemerintah AS. Tadinya ada rencana untuk melibatkan militer AS dalam upaya meracuni rakyat itu, namun ketika militer AS mengetahui rencana itu, mereka memberontak. Maka upaya membuat sakit rakyat melalui chemtrail pun dihentikan. Maka sekarang (diganti) menjadi operasi fogging (penyemprotan) untuk menyembunyikan Planet X dari rakyat. 
Hal ini (upaya chemtrail diganti dengan fogging oleh golongan kaya-raya--pen.) telah menjadi trend sejak Obama menjabat presiden, (ketika) New World Order tak lagi dapat mengandalkan dukungan pemerintah AS. [Baca: Rencana Pengumuman Planet X/Nibiru oleh Obama]
(Maka) Para elit kini sendirian, dan mundur ke bunker-bunker mereka.



Kepemimpinan Selama dan Pasca Bencana Dahsyat

Persiapan Pergeseran Kutub

Terjemahan bebas ZetaTalk: Leadership, Earned, written Sep 23, 2005

Telah kami tekankan bahwa selama dan setelah pergeseran kutub, kepemimpinan akanlah harus diperjuangkan, karena krisis yang yang sesungguhnyalah yang akan menguji kualifikasi orang-orang yang sombong.

Selama proses ini, segalanya tidak akan berjalan lancar, sebagaimana yang dapat dibayangkan, oleh karena para pemimpin yang sombong itu sangat benci kalau harus melepas kepemimpinan mereka.

Bagi mereka yang berpikiran bahwa istilah kepemimpinan dengan menunjuk diri sendiri itu tak layak ketika diterapkan kepada para pejabat terpilih atau mereka yang ditunjuk atau dipromosikan oleh orang-orang, kami sarankan untuk mengkaji kembali fakta-faktanya.

Bagaimana orang bisa menjadi pejabat terpilih? Apakah mereka menjerit-jerit diseret-seret dan ditendangi ke podium?
Justru mereka itu terlihat berlarian ke sana kemari meneriakkan keras-keras nilai mereka! Jauh sebelum proses pemilihan, bahkan sebelum rakyat mendengar nama mereka, mereka mengindikasikan kepada orang lain bahwa mereka bisa menjadi kandidat, akan menjadi kandidat hebat, dan apa yang dapat mereka lakukan jika terpilih.
Tergantung audiensnya, berbeda pula para penerima keuntungan dari kesuksesan sebuah pemilihan pejabat pemerintahan. Rakyat diberi tahu bahwa mereka akan mendapat keuntungan, keadilan akan diberlakukan, yang salah akan dikoreksi, masalah-masalah yang terus membandel akan diselesaikan, karena si kandidat berjiwa besar, memiliki kualitas-kualitas yang diperlukan untuk memimpin, dan tak bisa lagi berdiam diri saja di depan semua stress yang dialami rakyat.
Tentu saja sesekali ada politisi yang cocok dengan kriteria itu, dan rekam jejam mereka sebelum dan setelah pengumuman keikutsertaan mereka sebagai kandidat membuatnya jelas.
Namun mayoritas luasnya terfokus pada diri sendiri serta membuat jelas kepada orang-orang yang membantu mereka mendaki jenjang kepemimpinan bahwa mereka akan membalas budi.
Telaah saja sejarah George W. Bush, sebagai contohnya.
Ia menampilkan diri dengan berupaya menyatakan kata-kata yang benar namun memenuhi kantong-kantong teman-temannya di industri minyak dengan uang. Apakah semasa mudanya ia pernah menolong anak-anak kucing dan membantu nenek-nenek kecil menyeberangi jalan? Ia malahan memasang katak-katak pada petasan.
Maka, ketika tiba masanya kpemimpinan harus diperjuangkan, para politisi, hampir semuanya, tak berkualifikasi.

Bagaiamana orang bisa mendapatkan kenaikan jabatan atau dipilih? 
Hingga tahap tertentu, proses yang sama berlaku, namun para individu yang memburu kekuasaan dan membuat diri mereka terkenal melakukan taktik yang berbeda.
Mungkin mereka kurang percaya diri sebagai pembicara di depan umum atau tak dapat berbohong habis-habisan, maka gagallah mereka sebagai politisi. Namun karena kekurangan itu, mereka dapat menjalankan sebuah agenda. 
Dan mereka telah memperjelas sejak awalnya bahwa tak ada satupun yang dapat menghalangi mereka dalam melaksanakan agenda orang-orang yang dapat mempromosikan atau menunjuk mereka. 
Mereka yang ada di tempat kerja merasa tercengang, karena melihat para individu tak berkompeten di sekeliling mereka mendapat kenaikan pangkat di awal karir-karir mereka. Sementara, orang-orang yang berkompeten hanya diangkat sebagai asisten, di bidang yang tak bermasa depan yang kebetulan saja mendukung si tak berkompeten yang baru dinaikkan jabatannya.
Si tak berkompeten itu telah menghabiskan waktunya untuk bergaul di tempat-tempat dimana ia dapat bertemu orang-orang berkuasa yang mengiyakan saja apapun yang ia katakan. Ia menyesuaikan filosofi pribadinya dengan filosofi orang-orang berkuasa itu. 
Selama musim 'kencan' ini, si tak berkompeten terang-terangan memlintir segala serat moral yang mungkin telah ia miliki untuk memperjelas bahwa ia orang yang benar-benar tak bermoral serta bersedia menjual jiwanya untuk bersekutu dengan orang-orang berkuasa. Apakah kita perlu mencuri dana pensiun untuk menambah gaji para atasan? Dan si tak berkompeten itupun sangat cepat menyambutnya. Jadilah mereka mendapat kenaikan pangkat.
Maka, ketika tiba masanya kepemimpinan harus diperjuangkan, manajemen perusaahaan atau para pejabat tinggi pemerintahan, hampir semuanya, tak akan berkualifikasi.

Para pemimpin alami, dari orang-orang yang berhati baik, mengambil rute yang berbeda.
Mereka tak muncul menyambar maupun mengejar fasilitas di posisi-posisi tinggi, karena mereka terlalu sibuk mengurusi masalah-masalah nyata di sekeliling mereka.
Sementara, para pemimpin resmi membuat diri mereka dimanjakan dengan kenikmatan-kenikmatan di posisi-posisi tinggi: upacara, makan malam, interview yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat mengenali mereka sebagaimana yang mereka ingin diyakini oleh masyarakat, bahwa pemimpin sejati tengah bekerja.
Ambil contohnya dari dua orang ini, yang sama-sama bekerja di sebuah perusahaan konstruksi.
Pemimpin alami yang baik hati mengawasi pekerjaan yang dilakukan para krunya, dan jika ada yang kesulitan, ia membantunya. Maka ia terlalu sibuk untuk berkeliaran di kantor untuk membuat wajahnya dikenali orang-orang yang mungkin dapat menaikkan jabatannya. 
Mungkin si pemilik perusahaan mendengar dari sana-sini dan memahami si orang yang baik hati begitu pekerjaan itu selesai, dan memberinya kenaikan jabatan yang sama dengan orang yang ambisius yang menghabiskan waktunya untuk mempromosikan dirinya sendiri. 
Namun kemungkinan sekali yang ambisiuslah yang mengatur agar si orang yang baik hati ini ditunjuk untuk bekerja di bawahnya.
Lalu datanglah bencana di area itu, dan si pemimpin baik hati sibuk memberi bantuan lebih dari yang dilakukan para krunya. Dan si ambisius, yang bahkan belum menyelesaikan tugasnya, apalagi sukarela membantu orang lain, terus bergaul di kantornya, menyarankan bagaimana ia mungkin bisa diberi tanggung jawab atas kontrak besar apapun yang mungkin akan didapat perusahaan itu. 
Maka si pemimpin baik hati tak akan dikenal di luar kalangan pekerja serta teman dan orang tak dikenal yang ia bantu. Ia terlalu sibuk sehingga tak ada waktu untuk membuat tenar namanya ataupun mengejar fasilitas.
Memasuki kekacauan yang akan mendahului pergeseran kutub, yang terus menyelimuti bumi sekarang ini. Sebagai tambahan pada peralihan normal ke kepemimpinan alami yang akan terjadi selama bencana-bencana yang tak akan surut yang akan menelanjangi bulat-bulat para orang sombong yang telah mengklaim diri sendiri, ada proses dekapitasi (pencacatan/pelumpuhan) yang telah kami definisikan untuk pemerintahan Bush, misalnya.
Proses dekapitasi hanya akan memperjelas bahwa pemerintahan Bush itu tak kompeten, pembohong, serta terlibat dalam skandal-skandal sampai titik dimana para pemimpin itu tak efektif bahkan di masa-masa tenang ketika kepemimpinan semacam itu tidak ditantang untuk membuktikan dirinya.
Maka, proses normal pembuangan para pemimpin yang menunjuk diri sendiri serta penerimaan pemimpin alami adalah sebagai berikut:
1. Pemimpin resmi yang menunjuk diri sendiri akan meneriakkan perintah-perintah atau menyambar mikrofon serta mengatur kesempatan-kesempatan berfoto ria. 
2. Masalah-masalah yang penuh bencana terus menumpuk, dengan si pemimpin yang menunjuk diri sendiri terus-menerus tak mampu mengatasinya.  
3. Masyarakat beralih ke pemimpin alami, pertama di tingkat lokal, dan ketika keefektifan mereka menyebar dari mulut ke mulut, kepemimpinan mereka akan meluas. 
4. Si pemimpin yang menunjuk diri sendiri menjerit-jerit, menyerang para pemimpin alami, mengancam mereka, dan mungkin akan mengancam untuk membunuh mereka, dan mungkin akan mencoba menaklukkan mereka, untuk membuat si pemimpin alami ditunjuk untuk bekerja di bawahnya.  
5. Sampai pada tahapan dimana si pemimpin alami mengabaikan kepemimpinan yang menunjuk diri sendiri, yang kemudian telah menjadi dibenci, mereka akan terus memimpin. Kalau mereka membiarkan diri mereka ditaklukkan, mereka akan menciptakan siklus ronde kedua hingga yang ditaklukkan akan memisahkan diri dengan muak terhadap perintah-perintah yang mereka terima. 
6. Si pemimpin yang menunjuk diri sendiri akan menutup kalangannya, menarik orang-orang yang mau mendengarkan mereka, dan memaksa mereka dalam lingkar yang mengecil ketika pengaruh mereka berkurang. Akhirnya, mereka akan berkurang menjadi orang-orang yang saling meneriakkan perintah, mengamuk, dengan ancaman-ancaman dan bunuh diri, serta stroke dan serangan jantung, yang mengurangi jumlah mereka secara perlahan tapi pasti.



Siapapun Bisa Membuat Penyuling Air Sederhana

Mandiri adalah kata kunci untuk bertahan hidup.

Apapun bencana alamnya, listrik akan dimatikan dari pusat demi keamanan. Padahal di kota-kota besar, persediaan air bersih mayoritas tergantung pada listrik. Sementara bencana-bencana alam semakin meningkat frekuensi, intensitas, dan jangkauannya. Mempersiapkan diri betul-betul dalam menghadapi masalah kelangkaan air bersih menjadi vital. (Baca: Masalah Air Bersih: Air Suling Itu Vital)

Penyebab Air Berpenyakit
Banjir, tsunami, dan gunung meletus adalah beberapa pemicu tambahan yang signifikan dalam memolusi air. Ketika banjir atau tsunami melanda, aliran-aliran air di alam, termasuk sumur dan sungai juga menjadi berpenyakit akibat terpolusi oleh berbagai macam kotoran yang dihanyutkan oleh air banjir dan air hujan. Berbagai macam polutan menjadi kandungan dalam air, seperti misalnya kotoran makhluk hidup, darah, nanah, logam-logam berat dari pabrik dan berbagai tempat usaha lainnya. Abu vulkanik juga mengeluarkan logam-logam berat seperti timbal dan fluoride yang dapat menyebar ke wilayah-wilayah yang tertiup angin abu vulkanik.  Penyakit-penyakit yang dapat menyerang akibat mengonsumsi air kotor adalah, antara lain, polio, kolera, disentri, dan hepatitis.

Air Suling Itu Vital
Maka persediaan air minum bersih menjadi vital. Sekarang bicara skenario terburuk. Yaitu ketika sumber air bersih sulit atau tak ada dan kita tak punya alat  penyuling atau penyaring (filter) air khusus. Tapi tak perlu khawatir. Kita masih bisa menyiasatinya--masih ada harapan--asalkan kita sadar betul untuk keluar dari zona nyaman--namanya juga "skenario terburuk (worst case scenario)".

Jadi begini, air sekotor apapun (kecuali berminyak atau mengandung bensin, kecuali untuk jenis penyuling tertentu) masih bisa diminum, yaitu dengan cara disuling.  
Prinsipnya, air yang diminum adalah embunnya. Caranya tak sulit sama sekali, hanya dengan peralatan sederhana. Semua orang bisa. Anda tinggal merebus air kotor, dan yang digunakan sebagai air minum/air bersih adalah embun-embun dari uap air panas yang menempel di tutup panci. Pendeknya, yang dibutuhkan hanya saringan, panci bertutup, wadah penampung air masak, dan kompor/tungku/api unggun. Air suling melenyapkan berbagai patogen penyakit dan logam berat.
Orang dapat menyuling air hanya dengan panci kecil bertutup. Memang air minum bersih/embun yang dihasilkan sangat sedikit. Tap ketika air bersih sulit, langka atau bahkan tak ada, maka air bersih yang sedikit saja dapat menyelamatkan nyawa.
Bayangkan seandainya setiap individu yang mampu, menyediakan peralatan sederhana ini di ransel/tas bugout-nya, hidup akan lebih mudah. Tak perlu perlatan yang besar. Contohnya, untuk panci rebus ini, bisa digunakan rantang bertutup atau gelas stainless bertutup atau apapun bertutup yang dapat dipakai untuk merebus air.
Berikut adalah cara-cara menyuling air mulai dari yang paling sederhana hingga yang bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan.

Cara-Cara Menyuling Air

Perhatian! Cara 1 dan 2 berikut tak bisa untuk menyuling air berminyak atau bercampur bensin. Pastikan, setelah panci digunakan untuk merebus, cuci sebersih-bersihnya agar tak ada residu. Jika airnya berlumpur atau mengandung kotoran padat lainnya, saring dahulu dengan kain.

Cara 1. Merebus Air  Kotor Dengan Panci Bertutup Biasa
Rebus air dalam panci tertutup. Setelah air mendidih dan embun terkumpul di langit-langit tutup panci, buka tutup panci lalu tuangkan ke wadah. Lakukan berulang-ulang. Hati-hati dengan uap panas dan tutup panci yang panas.

Cara 2. Merebus Air  Kotor Dengan Panci Bertutup Kain
Bila tak ada tutup panci, kain bersihpun jadi. Ingat, kain harus bersih. Ketika embun sudah membasahi kain, peras kain ke wadah untuk air bersih. Tapi ekstra hati-hati, kainnya panas sekali. Temukan cara untuk memerasnya dengan aman. Well, kondisi darurat adalah ibu penemuan terbaik. :) Memang ini lebih ribet, tapi bukannya tak mungkin kalau tak ada tutup panci.

Cara 3. Membuat Sendiri Penyuling Air Khusus
Foto di bawah ini adalah penyuling air sederhana yang sangat direkomendasikan: Panci Susun [Baca Cara membuatnya: Penyuling Air: Panci Susun]

Penyuling Air Panci Susun dan Wadah Penampung 



Ada banyak video youtube yang mendemonstrasikan berbagai cara menyuling air, berikut tiga di antaranya: