Hubungan Tubuh Dengan Ruhnya, dan Tentang Chi

Entitas yang terintegrasi dengan baiknya dengan alam fisiknya sedang melakukan hubungan sejati dengan alam semesta Tuhan, merayakan hubungan-hubungan yang kaya. ~ZetaTalk [Baca: Kesadaran dan Kesehatan Spiritual]

Berikut para alien Zeta menjelaskan bagaimana sesungguhnya, serta sejauh atau sekuat apa, ruh manusia berpengaruh pada jasad yang menjadi wadag inkarnasinya. [Baca juga Inkarnasi Ruh Yang Belum Matang] 

"Terjemahan bebas ZetaTalk: Spirit/Body Connection, Note: written Nov 15, 1995 

Orang tidak perlu mendengarkan pembahasan tak berujung mengenai alam vs perawatan untuk memahami bahwa keduanya mempengaruhi bentuk orang.
Namun, pengaruh yang ketigalah yang memiliki dampak yang lebih kuat dari kedua pengaruh tadi, yaitu ruh/roh. [Baca juga: Hakekat Ruh]
Genetika tentu saja membatasi orang secara fisik, yang menentukan apakah orang itu dapat, misalnya, mengikuti lomba Olimpiade atau menyelesaikan teka-teki matematis yang rumit, dan yang juga menentukan, hingga ke tingkatan tinggi, bagaimana tubuh akan bereaksi terhadap stress atau proses penuaan.
Lingkungan, yang membentuk persepsi anak terhadap dunia di sekelilingnya, akan menentukan--setidaknya di awal hidup--panutan seperti apa yang akan dipilih oleh si anak dan seberapa berhati-hatinya atau antusiasnya si anak nantinya. 
Namun si ruh (bersuara) lebih keras ketimbang kedua 'suara' itu, dan, melalui orientasi dan kekuatannya, akan menentukan seperti apa kehidupan yang akan dijalani orang itu: pekerjaan yang dipilihnya, motif-motif yang menyetir orang itu, dan kemana si orang itu akan menarik garis batas untuk terlibat atau tidak (dalam suatu situasi--pen.).
Oleh karena ruh berbicara kepada tubuh maupun pikiran, pengaruhnya juga ada pada biokimiawi tubuh manusia yang menjadi inkarnasinya, yang memberi efek lebih kuat ketimbang yang umumnya dikenali orang.
Bilamana, contohnya, seorang anak telah bertekad untuk menjadi atlit yang hebat setelah menilai bahwa ia tidak mungkin keluar dari perkampungan kumuhnya tanpa bantuan (tindakan) semacam itu (menjadi atlet), maka perkembangan fisik di luar apa yang dapat didukung oleh faktor-faktor genetikanya akan dapat dihasilkan.
Bagaimana hal itu dapat dimungkinkan? Ruh menempati alam dengan kepadatannya sendiri, sebuah kepadatan yang dapat berinteraksi dengan materi di semua kepadatan alam. Sebagaimana ruh menyesuaikan dirinya terhadap kepadatan alam inkarnasinya, dan memposisikan dirinya untuk berkomunikasi dengan otak manusia untuk melakukan hubungan Pikiran/Ruh, demikian pula si ruh memposisikan dirinya untuk mempengaruhi tubuh manusia. [Baca juga: Chakra]
Genetika tidak lain bersifat kimiawi, dan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan melalui zat kimia, meskipun hal ini tidak dapat diubah sama sekali, atau bahkan secara signifikan, oleh pengaruh si ruh.
Dan, kalau biokimiawi dapat mempengaruhi hasilnya dan ruh dapat mempengaruhi biokimiawi, maka pengaruh ruh itu dapat meninggalkan bekas.
Dalam contoh si anak yang ingin menjadi atlit tadi, tulang dasar dan struktur otak, tinggi, stamina, dan refleksnya ditentukan oleh genetika. Namun prestasi fisik sering kali sama ditentukannya oleh konsentrasi dan energi belaka--faktor-faktor yang dikendalikan oleh biokimiawi: hormon-hormon seperti adrenalin (yaitu zat-zat kimia otak yang mendukung fokus yang terus-menerus), dan nutrisi-nutrisi bebas dalam aliran darah yang tersedia untuk memberi makan proses tersebut.
Dengan cara ini, ruh melampaui perbedaan-perbedaan kepadatan alam, dan mengendalikan inkarnasi sebanyak mungkin secara fisik. [Baca juga: Hakekat Ruh]
Dokter sering kali memperhatikan bahwa seorang pasien yang akan terus hidup atau mati tergantung pada kemauannya untuk hidup. Kalau ini dikaitkan dengan Koneksi Pikiran/Tubuh, maka pengaruh ruh pada masalah-masalah inilah yang menjadi dasarnya.
Jiwa diisikan ke dalam tubuh selama suatu inkarnasi, dan berkomunikasi pada banyak tingkatan serta dapat menjembatani kepadatan-kepadatan alam dalam hal ini. [Baca juga: Chakra]
 Tidak saja kandungan ruh bukanlah sesuatu yang menjadi eksperimen kami, para Zeta, kami juga tidak diperkenankan untuk melakukannya!
Maka, di luar menggambarkan properti-properti dan kapasitas-kapasitas kandungan ruh, kami tidak dapat menjelaskan bagaimana kandungan ruh mengurus masalah ini. 
Kandungan ruh memang mempengaruhi tubuh, untuk mengatasi penyakit serta berjuang untuk melangkah ke depan dalam hidup. Kandungan ruh mempengaruhi otak, untuk medayagunakan bagian ini atau itu dari otak atau untuk mengembangkan saluran-saluran dan koneksi-koneksi dalam materi otak. [Baca juga: Tentang Ruh Tua]
Keinginan untuk tetap hidup telah didokumentasikan dengan baik dapat mengatasi penyakit yang dianggap para dokter akan mengakhiri hidup. [Baca juga: Kaitan Alzheimers dan Kanker]
Kebanyakan alasannya adalah sang ruh/jiwa yang telah bertekad untuk tidak mengakhiri reinkarnasinya. Demikian pula, ruh/jiwa dapat mempengaruhi tubuh yang sekarat untuk pergi meninggalkan dunia sebelum waktunya, jika berhasrat untuk mengakhiri inkarnarsinya.
Maka, saran kami kepada mereka yang penasaran tentang bagaimana ruh mempengaruhi tubuh adalah cukup dengan mengamati banyak pertanda di sekeliling mereka, karena inipun alat untuk mempelajari sebagaimana alat apapun yang dapat kami jelaskan."  [Baca juga: Tentang Kristal-Kristal Air Masaru Emoto]

Chi
Terjemahan bebas ZetaTalk: Chi, Note: written on Jan 15, 1996

Kami telah berbicara tentang
hubungan Pikiran/Tubuh, dimana pikiran mengarahkan serta mempengaruhi tubuh;
dan bagaimana konsentrasi yang luar biasa dapat meningkatkan koneksi ini--koneksi Ruh/Tubuh--dengan mana ruh yang berinkarnasi mempengaruhi tubuh fisik hingga ke tingkatan yang dapat direspon oleh tubuh;
dan koneksi Pikirah/Ruh, dengan mana ruh juga mempengaruhi pikiran dengan mempengaruhi kimiawi otak yang membentuk pikiran. [Baca juga: Chakra]
Secara keseluruhan, koneksi itu membentuk daya hidup (life-force).
Dan tidak ada yang namanya daya (sebagaimana yang disebut) sebagai chi yang berada di luar parameter-parameter ini.
Ruh tidak dapat mendorong pikiran ataupun tubuh di luar apa yang dapat dilakukannya. Seluruh dongeng yang mengatakan sebaliknya sudah selayaknya mempertimbangkan kemampuan sugesti dari si mortal yang ingin menjadi hal lain selain itu. [Baca juga: Apakah Keinginan/Pikiran Positif Dapat Menghalau Pergeseran Kutub?]
All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com

Baca juga:
Inkarnasi Dengan Banyak Ruh Dalam Diri