Kaitan Alzheimers dan Kanker

Terjemahan bebas ZetaTalk: Alzheimers, written Nov 9, 2005

Perhatikan dunia hewan, dan apa penyebab masa berakhirnya hewan, mati. Jika suatu spesies tidak memiliki musuh alami, maka mereka dapat terus menjalankan hidup. Adalah hanya kekurangan makanan (seperti misalnya akibat kekeringan) atau kecelakaan (seperti misalnya tersambar petir) atau konfrontasi atas nama harga diri atau gerombolannya (seperti misalnya pertempuran perebutan kekuasaan) yang mencegah mereka sekedar mati akibat usia tua. Apa maksudnya ini?
Dalam beberapa kasus, pelambatan seluruh proess alami (fungsi setiap organ tubuh yang vital seperti hati atau jantung atau paru-paru) terjadi sedemikian rupa sehingga terjadi efek domino. 
Setiap organ tubuh yang gagal akan mempengaruhi bagian-bagian tubuh lainnya, dan si makhluk mula-mula akan merasa lelah, lalu kepayahan, lalu tidak dapat bergerak, lalu jatuh ke dalam koma, lalu meninggal. 
Semua itu tidak menyakitkan, yaitu yang manusia sebut meninggal dalam damai dalam tidur--cara yang lebih disukai untuk meninggal dunia, sudah pastinya. Kondisi ini, tentu saja, berasumsikan gaya hidup sehat dan tidak ada penyakit.
Manusia adalah makhluk semacam itu, tanpa musuh-musuh alami, dalam hal ia memiliki kecerdasasan dan tidak hanya mengembangkan pertahanan-pertahanan diri tapi juga aktif memburu makhluk-makhluk lain, dan dengan cepatnya tengah menghancurkan spesies-spesies dan habitat-habitat di seluruh bumi.

Namun sepertinya manusia tidak mati karena usia tua, melainkan karena penyakit, secara rutin. Mengapa demikian?
Jawabannya terletak pada gaya hidup, karena manusia dapat memilih gaya hidupnya, diet makanannya, dan cenderung memilih makanan yang kaya dan sangat diproses, pola olah raga yang malas-malasan dan setengah hati, lalu terguncang ketika penyakit memerosotkan kesehatannya sebagai akibatnya. 
Manusia memberi makan makanan sehat bagi ternak dan hewan peliharaannya, namun tidak bagi dirinya. Manusia cenderung mengurus mesin-mesinnya dengan baik, merawat dan memberi minyak, agar tidak rusak, namun mengabaikan tubuhnya sendiri. Manusia menempatkan dirinya terpapar pada zat-zat yang meracuni, (misalnya) asap rokok, dan tinggal di kota dengan udara yang begitu terpolusi sehingga membuat matanya berair.    
Jadi, dalam seluruh penganiayaan itu, apa penyebab Alzheimers?
[Memahami Alzheimers Melalui Penyakit Kanker] Telah kami nyatakan bahwa kanker terjadi secara teratur, bahkan pada makhluk-makhluk yang sehat, selama mutasi-mutasi yang telah ada dalam diri makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel yang harus membelah diri. 
Sel-sel kanker sekedar dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh. Ketika kanker menyergap sehingga menurunkan kesehatan tubuh, ini karena tubuh telah menyerah, dan mencari pelepasan melalui kematian. 
Psikologi seseorang dapat mempengaruhi kesehatan, yang membuat bingung dokter manapun tentang mengapa satu pasien yang sudah dipastikan akan meninggal dapat hidup terus, sementara yang lainnya terus merosot kesehatannya setiap hari hingga ajal menjemput padahal telah diekspektasi untuk sembuh. Keinginan untuk hiduplah yang menguasai, sering kalinya. 
Adakah fungsi-fungsi tubuh lainnya yang dipengaruhi oleh mood? 
Selayaknya dicatat bahwa Alzheimers sepertinya datang bersama dengan dengan usia lanjut, meskipun tidak untuk semua kasus. 
Orang berusia lanjut tentu saja sering kali merasa kehilangan--mendapati diri mereka terikat, tidak lagi didengar dengan rasa hormat, dan mengantisipasi lebih banyak lagi rasa sakit dan berkurangnya kesenangan. Usia tua, dengan cara alami, sepertinya harus dijalani begitu lama sehinga pikiran pun menyenggol tubuh untuik mencari jalan keluar (mati) lebih awal.  
[Penyebab Sejati Alzheimers dan Kanker] 
Penyebab dan penyembuhan untuk Alzheimers telah lama dicari tanpa hasil, karena penyebab sejatinya tidak dipertimbangkan.
Sedangkan pada kanker, yang mengelak dari seluruh upaya untuk memeranginya (dibandingkan dengan pengurangan intensitas penyakit yang spontan), penyebab sejati keputusan tubuh untuk menyelip ke dalam kematian, lebih awal, tidak diperhatikan.
Bagaimana bisa psikologi pasien Alzheimers menciptakan lesi-lesi di otak? 
Kami tunjukkan dokumentasi tentang kesehatan otak yang telah sangat dikenal, beserta fungsinya pada orang-orang tua, bahwa otak yang aktif akan tetap sehat dan tidak kehilangan sel-sel otaknya sebagaimana otak yang tidak aktif. 
Proses apa ini? 
Apa yang sebenarnya memicu otak untuk melemah pada orang-orang tua yang tidak aktif menyelesaikan teka-teki atau tidak antusias menjalani hidup? 
Jika kondisi ini dapat terjadi dengan cara yang terbatas, mungkinkah hal ini juga terjadi dengan cara yang besar, dan mengapa pula tidak? 
Fisiologi yang tepat dari pelemahan otak, pengikisan sel-sel otak, tidak dipahami, maka tidak mengherankan jika penyakit Alzheimers juga tidak dipahami.
Ini bukan karena apa yang dimakan atau sesuatu yang ada di udara, meskipun gaya hidup tak sehat dapat membuat tubuh berjuang mati-matian untuk merasa sehat, yang sudah pastinya berpengaruh pada kemauan untuk hidup. Dengan adanya rasa lapar yang merupakan desakan kuat, bahkan tubuh orang yang telah memutuskan untuk mati akan terus makan.
Maka, jalan untuk mati bagi makhluk apapun yang merasa terperangkap dalam hdup dan ingin mati terletak pada penyakit seperti kanker dan kepikunan.
Pada kanker, fungsi-fungsi tubuh akhirnya diserang, meskipun tubuh mengonsumsi makanan secara teratur, yang mana, kalau tidak, kehidupan tidak dapat berlanjut. 
Pada Alzheimers, jalan keluar melalui kematian melalui kanker telah dibuat frustrasi oleh daya tahan tubuh yang menolak disisihkan, namun genetika untuk menutup fungsi otak diterima sepenuhnya. 
Maka, Alzheimers sepertinya merupakan keturunan, sebagaimana kanker. Jika tubuh ingin makan, namun menyerah pada desakan alami untuk menyisihkan rasa sakit karena lapar, maka otak terkikis hingga ke titik tidak lagi mempertahankan napas, atau fungsi jantung. Akhirnya, kematian karena usia tua datang lebih awal!