Tentang Para Nabi dan Nubuat


Dalam kurun masa perjalanan hidup para nabi, faktanya, ada suatu masa ketika mereka memberikan suatu peringatan tentang masa-masa mendatang, yang manusia sebut ramalan/prediksi atau nubuat. Apa yang menjadi peringatan untuk masa depan itu kemudian kerap menjadi  kontroversi, kerap menjadi pertentangan di antara manusia, apakah itu tentang peringatan itu maupun kelayakan aktivitas meramal itu sendiri. Maka muncul pertanyaan, apa kaitan nabi dan ramalan, dan apa sesungguhnya yang disebut nabi itu? Sebagai tambahan, mengenai ramalan dan nubuat, apakah itu dianggap ramalan atau nubuat akan dapat juga tergantung pada persepsi manusia; bisa jadi suatu prediksi dianggap telah terbukti oleh seseorang sementara yang lainnya belum mempersepsikan demikian. 

Berikut para alien Zeta memberikan sudut pandang mereka sebagai para makhluk gaib tentang apa nabi itu, dan kaitannya dengan ramalan/prediksi (ketika belum terbukti) atau nubuat (ketika sudah tergelar), dan bagaimana selayaknya manusia melakukan pendekatan terhadap perbedaan-perbedaan dalam nubuat, dengan demikian, agama. Berikut penjelasannya.

[Tentang Para Nabi]
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Edgar Cayce, written May 15, 1996

Para nabi yang membawa pesan-pesan yang menusuk kalbu selalu memberi inspirasi. Pesan mereka mencengkam orang-orang yang mendengarnya karena membawa sebuah pandangan yang tidak mampu didapat dari kekuatan manusia sendiri. Tidak seperti para nabi palsu, yang  membuat pernyataan-pernyataan yang segera layu begitu dibuat, kata-kata yang dituturkan oleh para nabi sejati memiliki cincin kebenaran, dimana ribuan segi realita berbaris untuk mendukung nubuat ketika nubuat itu tergelar. Para nabi dikenang atau mendapat reputasi mengerikan karena rekam jejak prediksi mereka luar biasa akurat.

[Tentang Nubuat]
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Prophets, Note: written on Mar 15, 1996.

Banyak nubuat yang menyebut-nyebut tentang pergeseran kutub mendatang, yang merupakan sebuah tanggal yang diketahui dan, dengan demikian, dipadukan dengan milenium dalam banyak nubuat sebagai tahun 2003 [Catatan: lihat penjelasan tentang Tanggal pada 2003] yang sudah sangat dekat di penghujung tahun 2000.

Sebagai tambahan pada nubuat-nubuat yang ditulis ribuan tahun yang lalu, ada banyak pesan  dari alam gaib yang Mengabdi-Kebaikan yang valid yang menulis tentang masa-masa yang akan datang, dan ada para Kontakti yang melaporkan vision-vision serupa. Terkadang pula nubuat-nubuat itu tampak berbeda, dan ini menyebabkan kekhawatiran besar di kalangan orang yang membacanya sehingga mencari bimbingan kokoh selama masa-masa sulit.
Bencana-bencana dahsyat periodik yang dialami bumi tercermin tidak hanya pada geologi Bumi dan legenda para rakyatnya yang tertulis maupun dituturkan, tapi juga terjalin dalam peringatan-peringatan yang digumamkan oleh para nabi. 
Tanpa terkecuali, nubuat-nubuat dikemas untuk audiens yang menjadi target. Namun jika orang membaca di luar apa yang tersurat untuk mendapat makna yang lebih dalam, orang akan temui tema yang luar biasa serupa.
Bandingkan gambaran-gambaran dari suku Indian Hopi, Mother Shipton, dan Oahspe tentang masa kehancuran dan kematian nanti dengan analisis ilmiah yang dilakukan oleh Sitchin dan Velikovsky, maka akan didapati, dari waktu ke waktu, semua itu berkorelasi.  Meskipun demikian, Hopi tidak memiliki  kontak dengan Mother Shipton, maupun Mother Shipton dengan sang dokter gigi di Ohio yang menulis Oahspe, sedangkan Sitchin dan Velikovsky berada di lingkungan-lingkungan masyarakat yang berbeda serta di era-era yang berbeda. 
[Kesamaan, Bukan Perbedaan]
Maka dari itu, kurangi pegangan pada perbedaan-perbedaan sepele dalam nubuat-nubuat mereka, melainkan lebih pada kesamaan-kesamaannya. Ini layaknya peribahasa tentang orang-orang buta yang berjalan mengelilingi seekor gajah, yang masing-masing menggambarkan bagian-bagian dari si gajah yang terasa berbeda saat disentuh. Apa kebenarannya?
Faktanya, semua itu kebenaran, namun bagi orang yang memilah-milahnya dengan melihat kesamaan-kesamaannya, bukan perbedaan-perbedaannya. Contohnya, si orang-orang buta yang meraba gajah itu dapat melaporkan rasa kulit yang sama, berat yang sama, suhu hangat badan yang sama, bahwa hewan itu hidup. Namun mereka juga melaporkan, dari posisi masing-masing: satu merasakan apa yang sepertinya kaki, yang lainnya merasakan ada yang bergerak yang bukan penopang si hewan, seperti belalai atau sebuah telinga. Inilah pendekatan yang seharusnya diambil oleh mereka yang membaca nubuat atau hasil pesan dari alam gaib (channeled) yang valid.   
Dimanakah pergeseran kutub mendatang telah dilaporkan, dengan suatu keakuratan, baik dalam tulisan-tulisan kuno maupun sekarang?
Hal itu sering kali dikutip dalam Injil, dalam Kitab Wahyu, yang sudah pastinya melaporkan tentang kejadian sebuah pergeseran kutub. Hujan batu es, gempa-gempa, gunung-gunung meletus, api-api dari langit, meteor-meteor, dan air-air yang menjadi pahit dan merah oleh debu merah. Sering kali penampakan-penampakan digambarkan sebagai makhluk-makhluk, seperti, misalnya, naga atau singa atau scorpion. 
Bayangkan rakyat yang ketakutan kala melihat badai-badai api turun di atas mereka, tersapu oleh angin-angin kencang, serta bumi mengerang di sekeliling mereka ketika kerak bumi menolak terpisah dari inti bumi. Injil menggambarkan sebuah adegan bagi orang-orang primitif, yang tidak memiliki pengetahuan ilmiah seperti sekarang ini, dan tidak memiliki kemampuan-kemampuan komunikasi untuk mengetahui apa yang dialami di belahan-belahan bumi yang lain.
Kitab Oahspe menggambarkan pergeseran-pergeseran kutub secara akurat, dan Mother Shipton menempatkan peringatannya dengan detil yang hebat. Ada juga banyak karya-karya hasil pesan alam gaib yang valid yang menghindari penyebutan peristwa pergeseran kutub, akibat kecondongan para entitas gaib yang menjadi sumber pesan itu atau si penyampai pesan itu sendiri. Sebagian orang bahkan sekedar tidak mampu menjadi pembawa kabar buruk.
[Tanda di Kening]
Mengenai yang disebut-sebut oleh Injil, dalam Kitab Wahyu, tentang tanda di kening, yang terkait dengan orang-orang yang diselamatkan. Ini sering kali disalahtafsirkan sebagai orang-orang beriman, yang mengikuti aturan-aturan yang dikenakan oleh kepemimpinan Kristen mereka.
Mengikuti aturan-aturan keagamaan, sebagaimana yang telah berulang-ulang kami nyatakan, tidak sama dengan individu Pengabdi-Kebaikan. Tanda itu merujuk pada sebuah implant (alat organik yang menandai yang dimasukkan ke dalam tubuh--pen.), yang diletakkan di tubuh mereka yang berorientasi spiritual Mengabdi-Kebaikan yang telah menerima tawaran untuk mendapat pengawalan selama jam Pergeseran Kutub. 
Implant, sebagaimana yang pernah kami nyatakan, adalah alat pelacak, untuk mempercepat proses itu selama masa yang membuat orang terburu-buru itu. 
[Tentang Prediksi 3 Hari Kegelapan]
Juga ada kebingungan seputar 3 hari kegelapan, versus minggu terhentinya rotasi bumi yang telah kami prediksikan. Mengapa harus 3 hari?
Manusia yang terguncang yang mengalami bumi yang berhenti berotasi tanpa memiliki pengetahuan tentang mengapa hal itu sedang terjadi, akan mengalami suatu jenis pelambatan-pelambatan dalam penerimaan pada indera-indera mereka. Kurang tidur berarti satu malam belum berlalu, dan orang-orang yang cemas tidak dapat tidur nyenyak. 
Dengan demikian, satu minggu telah dimampatkan, dalam pemahaman umum (yaitu kemampuan manusia untuk mengukur waktu ketika matahari tidak terbit atau terbenam), menjadi 3 hari. 3 hari itu, bukan 7 hari, muncul dalam begitu banyak nubuat dan merupakan sebuah indikasi bahwa banyak grup makhluk gaib yang baik hati (alien-alien Pengabdi-Kebaikan dari alam-alam lebih tinggi dari bumi--pen), yang mengunjungi bumi, yang ingin membantu umat manusia selama masa ini.
Maka diskusikanlah dan berbagilah tentang penafsiran-penafsiran mereka!

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com