Tentang Dogma

Baca juga:


Apa sesungguhnya dogma itu? Benarkah dogma diperlukan dalam hidup ? Atau apakah dogma, dalam satu atau bentuk lain, merupakan bagian alami dari kehidupan itu sendiri? Mengapa ada penggemar dogma? Bagaimana dogma menguasai kehidupan? Berikut penjelasan para alien Zeta, dari alam lebih tinggi yang Mengabdi-Kebaikan, dari sudut pandang mereka.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: GodlikeProduction Live, written December 5, 2009 on the GodlikeProduction live chat.

"Ruh mendominasi selama inkarnasi, meskipun sebagian inkarnasi merupakan perjuangan bagi ruh. Dogma adalah sebuah pertahanan yang diambil oleh para individu (berhati) lemah, karena dogma memberi rasa aman tertentu yang ditafsirkan sebagai keamanan. Hal ini berlaku terutama jika dogma itu menjanjikan suatu jenis pahala kepada si individu lemah itu. Agama adalah sebuah contoh.
Mereka yang diberi tahu bahwa mereka akan mendapat Surga akhirat jika mengikuti peraturan-peraturan tertentu dan berpegang teguh pada keimanan-keimanan tertentu, melakukannya karena mereka menyukai selimut kenyamanan yang dibawa oleh janji itu. Mereka mematikan otak mereka, dalam kasus-kasus ini, demi rasa aman."

[Tentang Para Penggemar Dogma]
Terjemahan bebas dari ZetaTalk for July 2, 2011

Dogma memberi rasa nyaman, baik bagi mereka yang ruhnya belum matang maupun bagi mereka Mengabdi-Ego.

Meskipun ruh mungkin menyadari kehidupan setelah kematian (afterlife), yaitu realita inkarnasi, ruh mengikuti saja alur hidup manusia dan, bahkan, mendorong proses (mengadopsi dogma--pen.) itu. Alasannya adalah bahwa baik ruh yang belum matang maupun ruh yang condong ke Mengabdi-Ego merasa nyaman ketika dogma menguasai lingkungan. Mengapa bisa demikian?
Para gaib yang Mengabdi-Ego, seperti yang pernah kami jelaskan, membiarkan peraturan-peraturan menggantikan kesadaran terhadap apa yang sedang dirasakan oleh yang lainnya. Di alam-alam mereka, yaitu planet-planet penjara mereka, jika mereka mematuhi peraturan, kemungkinannya kecil saja untuk mendapat hukuman. Inovasi-invoasi hampir nil di planet-planet ini karena inovasi memerlukan hak untuk berpikir bebas. Kesalahan-kesalahan sering kali dibuat karena sebuah peraturan dipatuhi, apapun resikonya. Jika ini kedengaran seperti beberapa situasi hidup di bumi, dalam masyarakat manusia, jangan heran. 
Bagi yang belum matang secara spiritual, dengan ruh yang hampir-hampir tidak berpijar, hidup itu membingungkan.
Mereka menemui situasi-situasi yang belum pernah mereka (para ruh muda) temui, dan tengah menduga-duga ke arah mana hidup mereka atau jalan hidup apa yang harus ditempuh. Kondisi ini menciptakan rasa cemas, dan dogma membuang kecemasan itu. Jika orang mengikuti peraturan, ia akan diberi pahala, atau setidaknya dijanjikan suatu pahala. Sudah pastinya jika orang mematuhi peraturan, kemungkinan sekali ia tidak akan dihukum oleh seorang tuan pengawas yang begitu berfokus untuk mempertahankan kendali sampai-sampai hanya itu saja yang penting baginya.
Unit-unit militer dan agama-agama terorganisir memiliki struktur ini, dengan banyak peraturan dan hukuman bagi pelanggaran-pelanggaran. Tentara berderap menuju kematian karena sang komandan merasa ia tak mungkin salah. Protes-protes oleh para serdadu bawahan mereka membawa (hukum) mati dengan alasan pengkhianatan. Agama terorganisir sama kasarnya dalam hal hukum bagi para pelanggar peraturan.

Adakah ruh-ruh Pengabdi-Kebaikan dalam unit-unit militer dan agama terorganisir?
Tentu saja, melakukan pelayanan! Telah kami sebut-sebut bahwa ruh-ruh Pengabdi-Kebaikan yang sudah sangat tinggi tingkat perkembangannya tengah hadir di planet-planet penjara, mengurusi ruh-ruh yang menyadari kesalahan dalam cara-cara mereka dan ingin dikembalikan ke alam-alam Densitas ke-3 dimana mereka dapat memiliki kesempatan kedua. 
Demikian pula, mereka yang merupakan bagian dari unit-unit militer atau dalam agama terorganisir sedang berupaya membuat perbedaan, terutama di titik-titik dimana pilihan dapat dibuat. Mereka berharap memiliki posisi untuk memberi konseling ketika ada pilihan antara berempati atau mengikuti peraturan secara buta."