Indonesia, Asia Tenggara : Potensi Kerawanan Bencana Subduktif

Berikut adalah prediksi para alien Zeta terkait kemungkinan bertahan suatu wilayah di Asia Tenggara sebelum, selama, dan setelah Pergeseran Kutub. 

Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura
Terjemahan bebas Indonesia TongueZetaTalk ™ October, 2010, dari Indonesia


Singapura, demikian pula pulau-pulau besar Indonesia dan Malaysia mengendarai lidah Lempeng Eurasia. Wilayah-wilayah itu akan menderita ketika terjadi pergeseran lempeng (Tahap 7--pen.) sebagaimana yang digambarkan sebagai bagian dari presentasi Holografis (penampakan gaib) yang menjadi priviledge Nancy pada November 2009.

Lempeng Sunda (Lidah Indonesia)

[Papua Nugini]
Namun tidak demikian bagi Papua Nugini, yang berada di atas Lempeng Indo-Australia, selain dari sundulan kecil untuk menambah ketinggiannya akibat penjungkitan lempeng tersebut.

Sejauh apa pulau-pulau di lidah tersebut akan menderita selama pergerakan-pergerakan lempeng yang telah digambarkan?
  • Sumatera dan Jawa (struktur tanah). Sumatra dan Java tentu saja mengendarai tepian lempeng itu, dan merupakan massa tanah yang luas ketimbang bagian dari dasar lautan, dan ini karena tekanan subduksi. Bebatuannya telah tergerus dari lidah tersebut saat tersubduksi, menciptakan gunung-gunung dari onggokan itu. Dengan demikian, Sumatera dan Jawa bukanlah sebagaimana yang dianggap orang sebagai bebatuan kokoh melainkan puing-puing, onggokan, sehingga mudah sekali tergeser oleh tekanan yang cukup.
 
  • Malaysia. Semenanjung Malaysia adalah daratan rendah, dan pengurangan berapapun pada ketinggiannya dari muka laut akan sangat merusak. 
  • Singapura.  Singapura, dengan demikian, akan mengalami dua tragedi, karena berada di antara Sumatera yang tengah rontok dan Malaysia yang tengah ambles.  
  • Sumatera dan Jawa. Sumatra dan Jawa tidak akan ambles sepenuhnya, karena memiliki dataran tinggi, pegunungan-pegunungan tinggi.  
  • Kalimtan/Borneo. Borneo juga memiliki daratan tinggi, yang akan aman bahkan selama penggelontorannya oleh air laut yang mengabrasi dari Samudera Pasifik selama jam Pergeseran Kutub. Namun selama pergerakan lempeng yang akan mendorong turun beberapa pulau di Indonesia, banyak pulau-pulai kecil, dan pesisir-pesisir di pulau-pulau besar akan tiba-tiba berkurang ketinggiannya dari muka laut.
  • Singapura. Dalam hal keberadaannya di daratan rendah, Singapura juga akan tiba-tiba kebanjiran. 

Prediksi Penurunan Tanah Indonesia, Asia Tenggara
[Wilayah Berdampak Terparah di Indonesia dan Malaysia]


Bagian ujung lidahlah yang akan benar-benar parah kerusakannya. Tarik sebuah garis di utara perbatasan Malaysia ke bagian puncak Kalimantan (di teritori Indonesia--pen.). 

Ujung Lidah Terparah Kerusakannya
credit: poleshift.ning.com 
  
Tanah di lidah dari titik selatan ini akan turun ketinggiannya dua kali lipatnya, sehingga Pulau Jawa dan pulau-pulau yang membatasi Laut Banda akan mengalami penurunan ketinggian sebanyak 24 meter (80 kaki) sepenuhnya, membenamkan banyak kota pantai dan pulau-pulau kecil hilang dari pandangan. (Lihat peta di atas ini- pen.) (Baca selengkapnya di Prediksi Penurunan Tanah Indonesia, Asia Tenggara)
BNPB Sudah Sebarkan Peta Rawan Banjir /suara.asiaSemua wilayah di Indonesia sudah memiliki peta ini yang dibuat Badan Informasi Geospasial, yang disebarkan oleh BNPB. Dari peta ini pemda bisa melakukan tindakan-tindakan dengan sejumlah prediksi sehingga korban bisa dihindarkan,"   
Brunei

Brunei berada di pulau Borneo/Kalimantan, yang akan selamat. 
Meskipun Singapura akan kebanjiran dan Malaysia memiliki daratan-daratan yang tinggi, atau kurang lebih demikianlah logikanya, titik-titik ini akan membuka perdagangan ke wilayah bagian dalam Asia, hingga ke Mongolia secara potensial. 
credit: wikipedia

Partnership Trans-Pasifik bisa jadi kurang masuk akal di dunia sekarang ini, namun ketika orang mempertimbangkan Aftertime (masa pasca pergeseran kutub--pen.), partnership tersebut menjadi masuk akal bagi mereka yang ingin mengendalikan dan membangun kembali rute-rute perdagangan!

Malaysia
Terjemahan bebas ZetaTalk: Malaysia

Start of ZetaTalk. Malaysia berada di tengah-tengah terjangan air laut, yang akan menenggelamkan bahkan daratan utama negara Thailand selama pergeseran kutub. 


 
 credit: wikipedia

Beberapa faktor berikut akan menciptakan terjangan air laut ke semenanjung Malaysia. 
Ketika kerak bumi menghentikan penggelincirannya, dan lempeng-lempeng mulai saling berbenturan, Lempeng Pasifik akan memendek, dan Lempeng India/Australia akan menyubduksi dengan ganasnya ke Peg. Himalaya. Ketika peristiwa ini terjadi, akan terjadi penganjlokan muka laut di India, sehingga air laut di sekitar India akan menerjang untuk mengisi celah (yang terjadi di dasar laut--pen.).

Subduksi Lempeng India ke bawah Peg. Himalaya (Lempeng Asia)
credit: earthobservatory.com
Demikian pula, Lempeng Pasifik akan memampat, sehingga ketinggian muka laut di sana akan relatif lebih tinggi. Dan, karena air mencari perataannya, air laut ini akan menerjang ke dalam celah itu di India, yang tak berdaya dan sedang tenggelam. 
Semenanjung Malaysia berada di tengah-tengah jalur terjangan air laut ini. Dan begitu air laut mulai bergerak, ia akan menciptakan kekuatannya sendiri, sehingga akan ada tekanan air yang bergerak ke arah India. Tekanan ini akan cukup besar untuk menciptakan tidal bore yang akan naik ke pegunungan manapun yang berada dalam jalur lewatnya. 
Wilayah Malaysia dan negara-negara lain yang berada di jalur banjir itu akan tenggelam sepenuhnya. Malaysia sendiri berada di atas lidah Lempeng Eurasia dan akan menderita ketika pergerakan-pergerakan lempeng terjadi sebelum pergeseran kutub. Semenanjung Malaysia adalah daratan rendah, dan pengurangan berapapun pada ketinggiannya dari muka laut akan sangat merusak. 
End of ZetaTalk


Tanah Ambles Indonesia dan Malaysia Akibat Penurunan Lempeng Sunda
Selama Tahap 7 Menuju Pergeseran Kutub
 credit: poleshift.ning.com