Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Kepemimpinan Selama dan Pasca Bencana Dahsyat

Persiapan Pergeseran Kutub

Terjemahan bebas ZetaTalk: Leadership, Earned, written Sep 23, 2005

Telah kami tekankan bahwa selama dan setelah pergeseran kutub, kepemimpinan akanlah harus diperjuangkan, karena krisis yang yang sesungguhnyalah yang akan menguji kualifikasi orang-orang yang sombong.

Selama proses ini, segalanya tidak akan berjalan lancar, sebagaimana yang dapat dibayangkan, oleh karena para pemimpin yang sombong itu sangat benci kalau harus melepas kepemimpinan mereka.

Bagi mereka yang berpikiran bahwa istilah kepemimpinan dengan menunjuk diri sendiri itu tak layak ketika diterapkan kepada para pejabat terpilih atau mereka yang ditunjuk atau dipromosikan oleh orang-orang, kami sarankan untuk mengkaji kembali fakta-faktanya.

Bagaimana orang bisa menjadi pejabat terpilih? Apakah mereka menjerit-jerit diseret-seret dan ditendangi ke podium?
Justru mereka itu terlihat berlarian ke sana kemari meneriakkan keras-keras nilai mereka! Jauh sebelum proses pemilihan, bahkan sebelum rakyat mendengar nama mereka, mereka mengindikasikan kepada orang lain bahwa mereka bisa menjadi kandidat, akan menjadi kandidat hebat, dan apa yang dapat mereka lakukan jika terpilih.
Tergantung audiensnya, berbeda pula para penerima keuntungan dari kesuksesan sebuah pemilihan pejabat pemerintahan. Rakyat diberi tahu bahwa mereka akan mendapat keuntungan, keadilan akan diberlakukan, yang salah akan dikoreksi, masalah-masalah yang terus membandel akan diselesaikan, karena si kandidat berjiwa besar, memiliki kualitas-kualitas yang diperlukan untuk memimpin, dan tak bisa lagi berdiam diri saja di depan semua stress yang dialami rakyat.
Tentu saja sesekali ada politisi yang cocok dengan kriteria itu, dan rekam jejam mereka sebelum dan setelah pengumuman keikutsertaan mereka sebagai kandidat membuatnya jelas.
Namun mayoritas luasnya terfokus pada diri sendiri serta membuat jelas kepada orang-orang yang membantu mereka mendaki jenjang kepemimpinan bahwa mereka akan membalas budi.
Telaah saja sejarah George W. Bush, sebagai contohnya.
Ia menampilkan diri dengan berupaya menyatakan kata-kata yang benar namun memenuhi kantong-kantong teman-temannya di industri minyak dengan uang. Apakah semasa mudanya ia pernah menolong anak-anak kucing dan membantu nenek-nenek kecil menyeberangi jalan? Ia malahan memasang katak-katak pada petasan.
Maka, ketika tiba masanya kpemimpinan harus diperjuangkan, para politisi, hampir semuanya, tak berkualifikasi.

Bagaiamana orang bisa mendapatkan kenaikan jabatan atau dipilih? 
Hingga tahap tertentu, proses yang sama berlaku, namun para individu yang memburu kekuasaan dan membuat diri mereka terkenal melakukan taktik yang berbeda.
Mungkin mereka kurang percaya diri sebagai pembicara di depan umum atau tak dapat berbohong habis-habisan, maka gagallah mereka sebagai politisi. Namun karena kekurangan itu, mereka dapat menjalankan sebuah agenda. 
Dan mereka telah memperjelas sejak awalnya bahwa tak ada satupun yang dapat menghalangi mereka dalam melaksanakan agenda orang-orang yang dapat mempromosikan atau menunjuk mereka. 
Mereka yang ada di tempat kerja merasa tercengang, karena melihat para individu tak berkompeten di sekeliling mereka mendapat kenaikan pangkat di awal karir-karir mereka. Sementara, orang-orang yang berkompeten hanya diangkat sebagai asisten, di bidang yang tak bermasa depan yang kebetulan saja mendukung si tak berkompeten yang baru dinaikkan jabatannya.
Si tak berkompeten itu telah menghabiskan waktunya untuk bergaul di tempat-tempat dimana ia dapat bertemu orang-orang berkuasa yang mengiyakan saja apapun yang ia katakan. Ia menyesuaikan filosofi pribadinya dengan filosofi orang-orang berkuasa itu. 
Selama musim 'kencan' ini, si tak berkompeten terang-terangan memlintir segala serat moral yang mungkin telah ia miliki untuk memperjelas bahwa ia orang yang benar-benar tak bermoral serta bersedia menjual jiwanya untuk bersekutu dengan orang-orang berkuasa. Apakah kita perlu mencuri dana pensiun untuk menambah gaji para atasan? Dan si tak berkompeten itupun sangat cepat menyambutnya. Jadilah mereka mendapat kenaikan pangkat.
Maka, ketika tiba masanya kepemimpinan harus diperjuangkan, manajemen perusaahaan atau para pejabat tinggi pemerintahan, hampir semuanya, tak akan berkualifikasi.

Para pemimpin alami, dari orang-orang yang berhati baik, mengambil rute yang berbeda.
Mereka tak muncul menyambar maupun mengejar fasilitas di posisi-posisi tinggi, karena mereka terlalu sibuk mengurusi masalah-masalah nyata di sekeliling mereka.
Sementara, para pemimpin resmi membuat diri mereka dimanjakan dengan kenikmatan-kenikmatan di posisi-posisi tinggi: upacara, makan malam, interview yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat mengenali mereka sebagaimana yang mereka ingin diyakini oleh masyarakat, bahwa pemimpin sejati tengah bekerja.
Ambil contohnya dari dua orang ini, yang sama-sama bekerja di sebuah perusahaan konstruksi.
Pemimpin alami yang baik hati mengawasi pekerjaan yang dilakukan para krunya, dan jika ada yang kesulitan, ia membantunya. Maka ia terlalu sibuk untuk berkeliaran di kantor untuk membuat wajahnya dikenali orang-orang yang mungkin dapat menaikkan jabatannya. 
Mungkin si pemilik perusahaan mendengar dari sana-sini dan memahami si orang yang baik hati begitu pekerjaan itu selesai, dan memberinya kenaikan jabatan yang sama dengan orang yang ambisius yang menghabiskan waktunya untuk mempromosikan dirinya sendiri. 
Namun kemungkinan sekali yang ambisiuslah yang mengatur agar si orang yang baik hati ini ditunjuk untuk bekerja di bawahnya.
Lalu datanglah bencana di area itu, dan si pemimpin baik hati sibuk memberi bantuan lebih dari yang dilakukan para krunya. Dan si ambisius, yang bahkan belum menyelesaikan tugasnya, apalagi sukarela membantu orang lain, terus bergaul di kantornya, menyarankan bagaimana ia mungkin bisa diberi tanggung jawab atas kontrak besar apapun yang mungkin akan didapat perusahaan itu. 
Maka si pemimpin baik hati tak akan dikenal di luar kalangan pekerja serta teman dan orang tak dikenal yang ia bantu. Ia terlalu sibuk sehingga tak ada waktu untuk membuat tenar namanya ataupun mengejar fasilitas.
Memasuki kekacauan yang akan mendahului pergeseran kutub, yang terus menyelimuti bumi sekarang ini. Sebagai tambahan pada peralihan normal ke kepemimpinan alami yang akan terjadi selama bencana-bencana yang tak akan surut yang akan menelanjangi bulat-bulat para orang sombong yang telah mengklaim diri sendiri, ada proses dekapitasi (pencacatan/pelumpuhan) yang telah kami definisikan untuk pemerintahan Bush, misalnya.
Proses dekapitasi hanya akan memperjelas bahwa pemerintahan Bush itu tak kompeten, pembohong, serta terlibat dalam skandal-skandal sampai titik dimana para pemimpin itu tak efektif bahkan di masa-masa tenang ketika kepemimpinan semacam itu tidak ditantang untuk membuktikan dirinya.
Maka, proses normal pembuangan para pemimpin yang menunjuk diri sendiri serta penerimaan pemimpin alami adalah sebagai berikut:
1. Pemimpin resmi yang menunjuk diri sendiri akan meneriakkan perintah-perintah atau menyambar mikrofon serta mengatur kesempatan-kesempatan berfoto ria. 
2. Masalah-masalah yang penuh bencana terus menumpuk, dengan si pemimpin yang menunjuk diri sendiri terus-menerus tak mampu mengatasinya.  
3. Masyarakat beralih ke pemimpin alami, pertama di tingkat lokal, dan ketika keefektifan mereka menyebar dari mulut ke mulut, kepemimpinan mereka akan meluas. 
4. Si pemimpin yang menunjuk diri sendiri menjerit-jerit, menyerang para pemimpin alami, mengancam mereka, dan mungkin akan mengancam untuk membunuh mereka, dan mungkin akan mencoba menaklukkan mereka, untuk membuat si pemimpin alami ditunjuk untuk bekerja di bawahnya.  
5. Sampai pada tahapan dimana si pemimpin alami mengabaikan kepemimpinan yang menunjuk diri sendiri, yang kemudian telah menjadi dibenci, mereka akan terus memimpin. Kalau mereka membiarkan diri mereka ditaklukkan, mereka akan menciptakan siklus ronde kedua hingga yang ditaklukkan akan memisahkan diri dengan muak terhadap perintah-perintah yang mereka terima. 
6. Si pemimpin yang menunjuk diri sendiri akan menutup kalangannya, menarik orang-orang yang mau mendengarkan mereka, dan memaksa mereka dalam lingkar yang mengecil ketika pengaruh mereka berkurang. Akhirnya, mereka akan berkurang menjadi orang-orang yang saling meneriakkan perintah, mengamuk, dengan ancaman-ancaman dan bunuh diri, serta stroke dan serangan jantung, yang mengurangi jumlah mereka secara perlahan tapi pasti.



Siapapun Bisa Membuat Penyuling Air Sederhana

Mandiri adalah kata kunci untuk bertahan hidup.

Apapun bencana alamnya, listrik akan dimatikan dari pusat demi keamanan. Padahal di kota-kota besar, persediaan air bersih mayoritas tergantung pada listrik. Sementara bencana-bencana alam semakin meningkat frekuensi, intensitas, dan jangkauannya. Mempersiapkan diri betul-betul dalam menghadapi masalah kelangkaan air bersih menjadi vital. (Baca: Masalah Air Bersih: Air Suling Itu Vital)

Penyebab Air Berpenyakit
Banjir, tsunami, dan gunung meletus adalah beberapa pemicu tambahan yang signifikan dalam memolusi air. Ketika banjir atau tsunami melanda, aliran-aliran air di alam, termasuk sumur dan sungai juga menjadi berpenyakit akibat terpolusi oleh berbagai macam kotoran yang dihanyutkan oleh air banjir dan air hujan. Berbagai macam polutan menjadi kandungan dalam air, seperti misalnya kotoran makhluk hidup, darah, nanah, logam-logam berat dari pabrik dan berbagai tempat usaha lainnya. Abu vulkanik juga mengeluarkan logam-logam berat seperti timbal dan fluoride yang dapat menyebar ke wilayah-wilayah yang tertiup angin abu vulkanik.  Penyakit-penyakit yang dapat menyerang akibat mengonsumsi air kotor adalah, antara lain, polio, kolera, disentri, dan hepatitis.

Air Suling Itu Vital
Maka persediaan air minum bersih menjadi vital. Sekarang bicara skenario terburuk. Yaitu ketika sumber air bersih sulit atau tak ada dan kita tak punya alat  penyuling atau penyaring (filter) air khusus. Tapi tak perlu khawatir. Kita masih bisa menyiasatinya--masih ada harapan--asalkan kita sadar betul untuk keluar dari zona nyaman--namanya juga "skenario terburuk (worst case scenario)".

Jadi begini, air sekotor apapun (kecuali berminyak atau mengandung bensin, kecuali untuk jenis penyuling tertentu) masih bisa diminum, yaitu dengan cara disuling.  
Prinsipnya, air yang diminum adalah embunnya. Caranya tak sulit sama sekali, hanya dengan peralatan sederhana. Semua orang bisa. Anda tinggal merebus air kotor, dan yang digunakan sebagai air minum/air bersih adalah embun-embun dari uap air panas yang menempel di tutup panci. Pendeknya, yang dibutuhkan hanya saringan, panci bertutup, wadah penampung air masak, dan kompor/tungku/api unggun. Air suling melenyapkan berbagai patogen penyakit dan logam berat.
Orang dapat menyuling air hanya dengan panci kecil bertutup. Memang air minum bersih/embun yang dihasilkan sangat sedikit. Tap ketika air bersih sulit, langka atau bahkan tak ada, maka air bersih yang sedikit saja dapat menyelamatkan nyawa.
Bayangkan seandainya setiap individu yang mampu, menyediakan peralatan sederhana ini di ransel/tas bugout-nya, hidup akan lebih mudah. Tak perlu perlatan yang besar. Contohnya, untuk panci rebus ini, bisa digunakan rantang bertutup atau gelas stainless bertutup atau apapun bertutup yang dapat dipakai untuk merebus air.
Berikut adalah cara-cara menyuling air mulai dari yang paling sederhana hingga yang bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan.

Cara-Cara Menyuling Air

Perhatian! Cara 1 dan 2 berikut tak bisa untuk menyuling air berminyak atau bercampur bensin. Pastikan, setelah panci digunakan untuk merebus, cuci sebersih-bersihnya agar tak ada residu. Jika airnya berlumpur atau mengandung kotoran padat lainnya, saring dahulu dengan kain.

Cara 1. Merebus Air  Kotor Dengan Panci Bertutup Biasa
Rebus air dalam panci tertutup. Setelah air mendidih dan embun terkumpul di langit-langit tutup panci, buka tutup panci lalu tuangkan ke wadah. Lakukan berulang-ulang. Hati-hati dengan uap panas dan tutup panci yang panas.

Cara 2. Merebus Air  Kotor Dengan Panci Bertutup Kain
Bila tak ada tutup panci, kain bersihpun jadi. Ingat, kain harus bersih. Ketika embun sudah membasahi kain, peras kain ke wadah untuk air bersih. Tapi ekstra hati-hati, kainnya panas sekali. Temukan cara untuk memerasnya dengan aman. Well, kondisi darurat adalah ibu penemuan terbaik. :) Memang ini lebih ribet, tapi bukannya tak mungkin kalau tak ada tutup panci.

Cara 3. Membuat Sendiri Penyuling Air Khusus
Foto di bawah ini adalah penyuling air sederhana yang sangat direkomendasikan: Panci Susun [Baca Cara membuatnya: Penyuling Air: Panci Susun]

Penyuling Air Panci Susun dan Wadah Penampung 



Ada banyak video youtube yang mendemonstrasikan berbagai cara menyuling air, berikut tiga di antaranya:





    Masalah Air Bersih: Air Suling Itu Vital

    Ketika bencana alam melanda, semua wilayah bencana menderita masalah air bersih. Banjir menghanyutkan berbagai macam kotoran, dari berbagai sumber, yang mengotori sumber-sumber air bersih seperti sumur dan sungai-sungai. Lumpur, bensin, bahan-bahan kimia beracun, timbal, kotoran makhluk hidup, dan pembasmi serangga/hama/tikus, untuk menyebut beberapa saja dari polutan itu. Gempa bumi dapat meretakkan atau menghancurkan dinding usaha-usaha atau industri-industri yang menggunakan bahan-bahan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Demikian pula dinding-dinding sumur yang dapat retak akibat gempa. Gunung yang meletus menghasilkan abu vulkanik yang mengandung timbal dan fluoride, yang dapat meracuni sumber-sumber air bersih di area kemana angin pembawa abu vulkanik bertiup. [Baca juga: Survival: Siapapun Bisa Menyuling Air]
    Lamongan, Jawa Tengah: Korban Banjir Lamongan Krisis Air Bersih, April 3, 2011:
    Metrotvnews.com, Lamongan: Ribuan korban banjir di lima kecamatan di Lamongan, Jawa Timur, mulai krisis air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-harinya, seperti mandi, mencuci baju dan piring. Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Glagah, mengaku hingga Ahad (3/4), belum mendapat bantuan air bersih. Selain air bersih, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan bantuan makanan. Menurut warga, penyebaran bantuan tidak merata. Banjir luapan Sungai Bengawan Jero merendam lima kecamatan, yakni Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket dan Glagah. Ketinggian air mencapai 20 sentimeter hingga lebih dari 0,5 meter. Banjir telah berlangsung selama dua pekan.(Rizal Fahlevy/RAS) http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/04/03/47421/
    Pandeglang, Banten: Ribuan Korban Banjir Kesulitan Air Bersih
    http://www.indosiar.com/fokus/89704/ribuan-korban-banjir-kesulitan-air-bersih
    Banjir merendam ribuan rumah di Kabupaten Pandeglang, Banten, dan memutus jalur transportasi ke daerah itu. Perahu menjadi alat transportasi. Warga kekurangan air bersih, karena sumur dan jetpam ikut terendam, tak bisa digunakan. Warga yang mampu terpaksa membeli air bersih untuk sehari-hari. Warga di pengungsian masih dalam kondisi hidup yang memprihatinkan--makan apa adanya. Warga menganggap pemerintah tak tanggap terhadap nasib mereka.
    Venezuela: The Water did not Reach Vargas
    April 28, 2011http://www.eluniversal.com/2011/04/28/el-agua-no-llego-a-vargas.shtml

    Amerika Serikat: Receding Cedar Rapids Floods Revealing 'Incredible Destruction' June 15, 2008: The city's municipal water system was back to 50 percent of capacity Sunday, a big victory after three of the city's four drinking water collection wells were contaminated by murky, petroleum-laden floodwater. That contamination had left only about 15 million gallons a day for the city of more than 120,000 and the suburbs that depend on its water system. http://www.huffingtonpost.com/2008/06/15/receding-cedar-rapids-flo_n_107194.html
    Wisconsin, AS: Flood Victims Worry: What's in the Water? June 17, 2008: The floodwaters that deluged much of Iowa have done more than knock out drinking water and destroy homes. They have also spread a noxious brew of sewage, farm chemicals and fuel that could sicken anyone who wades in. In downtown Oakville water reeked of pig feces and diesel fuel. LeRoy Lippert, chairman of emergency management and homeland security in nearby Des Moines County, warned people to avoid the floodwaters: "If you drink this water and live, tell me about it. You have no idea. It is very, very wise to stay out of it. It's as dangerous as anything." All manner of refuse could be seen floating down the Cedar River - 55-gallon drums labeled "corrosive," propane tanks, wooden fences and railroad ties. Dead birds and fish sat on the city's 1st Avenue Bridge. The flooding also raised concerns of contamination in rural wells, said G. Richard Olds, professor and chairman of the Medical College of Wisconsin. http://apnews.myway.com/article/20080617/D91BJHS80.html

    Komentar ZetaTalk 30 April 2011 : (terjemahan bebas)

    Ini masalah yang luar biasa besarnya. Di wilayah-wilayah padat penduduk, air kotor akan tercampur, atau air tanah akan terkontaminasi oleh kotoran untuk alasan sederhana yaitu bahwa semak-semak menjadi tempat yang praktis sebagai toilet. 
    Sejumlah besar penyakit manusia tersebar melalui cara ini, dengan kolera dan disentri menduduki peringkat teratas. Meskipun berbagai infeksi virus seperti hepatitis dan polio juga dapat menyebar melalui kotoran manusia, virus-virus ini juga tinggal di luar tubuh manusia untuk beberapa waktu.
    Telah kami tekankan bahwa logam-logam berat dapat ditemukan di air tanah akibat rekahan-rekahan tanah dimana magma memaksa keluar, serta akibat abu vulkanik yang hanyut oleh hujan.  
    Penyulingan air dapat menyelesaikan seluruh masalah polutan ini beserta agen-agen penginfeksinya, maka sudah pastinya harus digunakan. 
    Apa yang pernah dilakukan di masa lalu? 
    Ada area-area di zona-zona ambles di Indonesia yang sekarang ini memasak dengan air berlumpur, karena sumbr-sumber air bersihnya telah terkontaminasi. Masalah ini bukan sekedar masalah historis--yaitu yang pernah dilakukan di masa lalu--meainkan karena sejarah akan mengulang dirinya. 
    Manusia dapat bertahan hidup, selama pergeseran-pergeseran kutub di masa lalu, terutama di wilayah-wilayah dimana tak begitu tercemari oleh abu vulkanik, atau dimana air bersih muncul dari aquifier dimana logam-logam berat telah mengendap selama beribu-ribu tahun lamanya dan agen-agen penginfeksi telah mati akibat kurangnya nutrisi dalam aquifier. 
    Maka ini hanyalah masalah keberuntungan. 
    Dan lokasi, lokasi, dan lokasi lah yang memungkinkan orang-orang itu selamat.

    Sumber:
    ZT Newsletter Issue 240, Minggu, 8 Mei 2011


    Pemerintahan Makin Tak Relevan

    Persiapan Pergeseran Kutub

    Pemerintah AS mengganggap dirinya sebagai pemimpin dunia - demokrasi unggul, sebuah kekuasaan dunia yang tak tertandingi baik dalam hal kedigdayaan ekonomi maupun militer. Jika Konstitusinya ditinggalkan, digantikan oleh kediktatoran mendasar oleh kaum kaya dan berkuasa, lalu bagaimana jadinya kepemimpinan itu tererosi, dan apa akibatnya? 

    Setiap pemerintahan, di seluruh dunia, akan menghadapi perubahan mendatang sebagai negara, baik secara individu maupun dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Negara-negara dunia ketiga akan mengalami penyesuaian-penyesuaian yang paling sedikit dalam hal ini, karena telah dimanfaatkan dalam hal sumber-sumber daya mereka ataupun posisi strategis global mereka. Mereka akan paham bahwa mereka harus berjuang sendirian, dan tak akan terkejut ketika sumbangan dan dukungan yang dijanjikan diputus, oleh karena memang akan begitu. Negara-negara yang telah menjadi kekuatan nuklir akan diperlakukan dengan peringatan-peringatan keras, namun hampir-hampir tak akan memberi perhatian karena mereka sendiri akan lebih berfokus ke dalam, ke rakyat mereka yang resah dan kelaparan.

    Negara-negara industri, yang telah saling mengandalkan dalam perdagangan dan berpartner selama konflik-konflik, akan layu ke dalam kekecewaan membisu karena janji demi janji di kalangan negara-negara sekutu tak dipenuhi. Akhinya, setiap negara akan berfokus ke rakyatnya sendiri. Perekonomian dunia akan menjadi perekonomian nasional, lalu menjadi perekonomian lokal, yang akhirnya menjadi perekonomian keluarga, ketika masa-masa semakin sulit.

    Maka, Pemerintah AS yang berpartisipasi dalam melindungi para elit dalam gua-gua perlindungan mereka, akan diabaikan oleh warga negara dunia, dan akhirnya oleh warga negaranya sendiri. Bagaikan musim dingin dan musim panas, musim-musim yang tak dapat diubah namun harus dialami atau dijalani, warga negara akan menganggap pemerintah yang tak peduli sebagai tak relevan. Pajak-pajak yang dikumpulkan dengan paksa akan dibayar, namun antusiasme terhadap program-program yang jelas-jelas bukan untuk kepentingan rakyat akan diabaikan.

    Para warga negara akan membuat rencana-rencana sendiri yang tak melibatkan pemerintah, hingga pada akhirnya kaum elit akan berlindung ke gua-gua perlindungan mereka. Sementara rakyat telah membuat rencana-rencana sendiri di tempat-tempat lain, dan mereka akan berfungsi bagaikan masyarakat-masyrakat pulau di lautan, terpisah dan pada dasarnya tak saling menyadari keberadaan satu sama lain.

    Inikah yang diinginkan para elit? Mereka menginginkan warga negara yang setia, yang mencari-cari mereka sebagai pemimpin serta mengikuti program-program yang telah dibeberkan layaknya domba-domba mengikuti penggembala. Tanpa rakyat yang setia, para elit akan ditinggal sendirian bersama sumber-sumber daya mereka, yang akan berkurang lalu habis. Hal ini membuat mereka cemas, namun ketika teknologi komunikasi rusak terputus, satu-satunya warga negara yang bisa mereka andalkan adalah jiwa-jiwa putus asa yang tinggal dekat mereka, yang akan menjadi pelayan atau budak atau yang lebih buruk lagi dari itu, selama keruntuhan parah standar-standar sosial yang menyusul kemudian.

    Para elit, hingga titik terakhir, akan berupaya menarik hati para rakyat untuk bekerja bagi mereka, berada di dekat mereka, saling tergantung dengan suatu atau lain cara. Rakyat, yang telah kecewa, akan menolak lalu pergi menjauh. Para pemimpin yang tak layak mendapat kursi kepemimpinan yang mereka jabat, yang telah mendapatkannya melalui kecurangan, pemaksaan dan tipuan-tipuan,  akan dianggap tak relevan.

    Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Increasing Irrelevance, Note: written on Dec 15, 2000

    Tentang Nubuat, Pesan dari Alam Gaib: Realita dan Salah Tafsir

    Laman ini telah direvisi. 

    Nubuat dan Cerita Rakyat Membantu Manusia Awam Menandai Jaman
    Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Prophecy, written Oct 15, 2000

    "Cerita rakyat dan nubuat berbicara tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi dengan begitu fasih dan indahnya, dalam setiap budaya dan melalui banyak media. 
    Cerita-cerita dan nubuat-nubuat itu, pada utamanya, mempesona rakyat, karena rata-rata orang memahami bahwa agar suatu cerita langgeng, atau agar suatu nubuat dikenal luas, cerita itu harus memiliki dampak hebat pada para pendengarnya, dengan demikian akan dianggap memiliki keabsahan. 
    Ini adalah faktor yang dipahami sedikit saja oleh para penguasa, yang begitu sombongnya beranggapan bahwa pernyataan-pernyataan mereka akan dianggap absah oleh rakyat. Maka, cerita rakyat maupun nubuatan diabaikan oleh penguasa, karena dianggap tak penting. Mereka salah.
    Nubuatan tentang hewan albino, Bison Putih, atau langit merah yang diringi panas serta kekeringan yang menyengat, atau salju di musim panas, juga merupakan nubuatan-nubuatan yang dapat diverifikasi oleh orang rata-rata. Banyak nubuatan yang telah terbukti pada saat bersamaan, juga memiliki bobot. 
    Fakta ini--lebih dari sekedar perdebatan apapun di media massa ataupun pernyataan para pakar ataupun analisa seksama atas perubahan-perubahan geologis--mempengaruhi manusia rata-rata, serta membuatnya mempertimbangkan kemungkinan bahwa masa perubahan global dan spiritual, sebagaimana yang telah diramalkan, akan segera terjadi. 

    Nubuat-Nubuat Dari Alam Gaib dan Realita Nanti
    Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Sylvia Browne, written Dec 21, 2002

    Telah kami sebutkan bahwa banyak alien yang menitip pesan kepada para kontak yang absah telah enggan untuk mengumumkan bencana-bencana alam dahsyat yang akan mendatangi. Telah kami jelaskan bahwa alasannya adalah
    1. tak ingin menjadi pembawa kabar-kabar buruk, 
    2. tak ada manusia yang ingin mendengar kabar-kabar buruk
    Grup-grup alien itu yang menarik diri dari (menjelaskan tentang) kejadian total yang sebenarnya tentang apa yang akan dialami manusia punya alasan sendiri dalam menarik diri. 
    Pertama-tama, sebagaimana dengan pengabaran berita buruk yang tak mengenakkan, si pembawa beritapun merasa tak enak. Maka si pembawa berita buruk lebih suka tidak mengalami rasa tak enak ini, sehingga menyebut dirinya pengecut atau menyalahkan diri sendiri ataupun kelemahan diri.  
    Kedua, ada orang-orang yang merasa bahwa berita yang dikabarkan kepada orang-orang yang tak dapat melakukan apapun atas berita itu--tak dapat bergerak mempersiapkan diri -- hanya akan memperlama penderitaan. Ini sama seperti dokter yang tak memberi tahu pasiennya bahwa mereka sedang sekarat hingga hari sekaratnya tiba. Dalam hal ini, si dokter--sang pembawa kabar--menjustifikasi dirinya dari tuntutan-tuntutan tak enak dari si pasien maupun keluarganya. Tidak adakah cara lain agar si pasien sembuh, apakah dokter sudah melakukan semua yang terbaik, dlsb.  
    Demikian pula para alien yang menunjukkan tentang skenario pergeseran kutub tak habisnya ditanyai, melalui para kontak mereka: apakah manusia tak bisa diselamatkan, diangkat, apakah pergeseran itu tak bisa dihindarkan saja, dlsb. 
    Grup-grup alien yang memberi gambaran surga, atau pandangan yang dipoles, akan menjelaskan fakta-fakta(yang sesungguh)nya hanya kepada orang-orang yang dianggap dapat menerima dengan baik, atau dianggap dapat mengambil manfaat dari fakta-fakta tersebut. Di sini kedua faktor itu berperan, yaitu si kontak dan si manusia, maka harus ada:
    1. sumber informasi dari alien yang bersedia memberi tahu kebenaran yang sejati; 
    2. manusia yang bersedia mendengarnya.
    Hingga kini, tak ada satupun kecuali Nancy Lieder (penyampai informasi ini) yang mengisi kedua posisi itu, namun waktu berubah (dengan bertambahnya jumlah penyampai - pen.) karena beberapa alasan. 
    Meski sumber-sumber informasi telah memberi kisikan tentang perubahan-perubahan mendatang, mereka (para penyampai itu - pen.) berfokus pada masa pasca bencana alam dahsyat sebagai masa yang lebih baik, dan bukannya langkah-langkah yang akan terjadi untuk bisa sampai ke sana. Perubahan-perubahan bumi digambarkan sebagai hal yang ringan, namun dititikberatkan pada masa-masa gemilang setelahnya: kedamaian, kerja sama, kembalinya Kristus, atau apapun itu.
    Kalaupun bencana-bencana alam dahsyat dijabarkan, maka akan dijelaskan saja sebagai "banyak kematian", tanpa detil-detil. 
    Untuk menyatakan wilayah mana saja di dunia yang akan mengalami gelombang-gelombang laut pasang, mana yang akan segera tenggelam, mana yang akan membeku, mana yang akan tercekik abu vulkanik, dan sebagainya, dianggap terlalu kejam. Para pembaca tulisan-tulisan ringan dapat membayangkan bahwa orang lainlah yang akan kena tapi bukan diri mereka. Hal ini berdampak bahwa pergeseran kutub beserta efek-efeknya hanyalah dianggap teoritis, hal abstrak semata.
    Apa yang telah terjadi sehingga ada sumber-sumber yang sekarang mengarah ke pembahasan masa-masa perubahan? 
    Sejujurnya, untuk setiap sumber yang bergerak mendekat ke kebenaran, ada yang lain-lainnya yang mundur! 
    (Namun) perubahan-perubahan bumi menedesak pada seluruh kesadaran, tak dapat disangkal, dengan demikian kenyamanan dalam penyangkalan akan semakin sulit didapat.
    Mereka yang terhubung dengan suara-suara dari alam lain/gaib punya pilihan: mengabaikannya atau mendengarkan. 
    Dan jika mereka memilih untuk tetap terhubung, mereka akan harus mengakui bahwa sesuatu akan terjadi tak lama lagi. Seperti Scallion, yang menghadapi rasa tertekan semacam itu namun tetap terhubung (dengan alam gaib yang baik hati--pen.), atau seperti Cayce, yang juga melaporkan kabar tak menyenangkan. 
    Jadi ada orang-orang yang menjadi kontak tentang kebenaran. Namun akan ada juga orang-orang yang semakin goyah/rapuh, tak jelas, mengambang, serta menyangkal masa-masa sulit penuh bahaya di masa dekat.
    Pertimbangkan, ketika mendengar banyak suara (dari alam lain), manusia sedang menyampaikan informasi dan menempatkannya dalam konteks prilaku manusia sebagaimana yang Anda tahu. Berapa banyak dari rekan Anda yang bisa benar-benar menerima kabar buruk tanpa menyangkalnya dulu? 
    Lalu pertimbangkan bahwa ada grup-grup alien yang menyampaikan informasi kepada manusia yang juga lebih suka menyimpan kabar buruknya hingga saat-saat terakhir. 
    Kami hanya meminta agar orang-orang yang benar-benar mencari kebenaran mau mempertimbangkan rekam jejak keakuratan ZetaTalk, yang mengesankan sampai-sampai hanya berdiri sendirian sebagai informasi yang diterima dari sumber di luar wadag manusia yang menerimanya. Tidak ada saluran atau sumber gaib lain dengan rekam jejak seperti ini. 

    Pesan-Pesan Gaib Sejati Yang Sering Disalahtafsirkan
    Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Misinterpreted Messages, written Nov 15, 1995

    Telah banyak upaya di masa dulu untuk mempersiapkan orang-orang bumi terhadap bencana alam dahsyat yang tengah mendatangi serta Transformasi spiritual yang akan mengikuti. 
    Upaya-upaya ini tercermin dalam persepsi umum bahwa milenium yang tengah mendatangi akan membawa perubahan-perubahan besar, mungkin Akhir Dunia, mungkin Terangkat ke Langit (Rapture) ke surga, surga di bumi, mungkin kemunculan Anti Kristus, holocaust nuklir, atau semua kemungkinan itu sekaligus. 
    Sebagaimana kebanyakan pesan serius yang diberikan kepada orang-orang yang hanya paham sebagian, pesan-pesannya ada yang sebagian disalahtafsirkan, sebagian dipahami, sebagian disalahpahami, sebagian dilewatkan, dan sebagian lagi dibuat sendiri oleh si pendengar untuk mengisi titik-titik. 

    Kebanyakan upaya serius untuk menyampaikan informasi tentang pergeseran kutub yang tengah mendatangi serta Transformasi spiritual yang akan mengikuti adalah tentang, antara lain,
    • Kematian dan kehancuran dengan proporsi besar-besaran dengan seluruh kota benar-benar hancur (Akhir Dunia)
    • Peningkatan pada polaritas orientasi spiritual dengan upaya agresif saat-saat terakhir dari golongan Pelayan-Ego untuk mempengaruhi para konvert potensial (Anti Kristus)
    • Menyelamatkan golongan orang yang berorientasi Pengabdi-Kebaikan untuk sementara waktu yang singkat lalu mengembalikannya ke dunia yang telah dijadwalkan menjadi rumah bagi golongan Pelayan-Kebaikan (Rapture)
    • Tranformasi masyarakat manusia ke komunitas-komunitas Pelayan-Kebaikan oleh karena hanya golongan Pelayan-Kebaikan yang diijinkan berinkarnasi di bumi (Surga di Bumi). 
    Walaupun hal-hal di atas selaras dengan pemahaman Kristen tentang milenium mendatang, budaya-budaya serta agama-agama lain juga memiliki mitos dan nubuat yang selaras. Jika orang membacanya dengan wawasan, semuanya hampir masuk akal.