Tentang Dukun Penyembuh

Para alien Zeta menjelaskan bagaimana penyembuhan melalui doa atau berbasis keyakinan lainnya dapat terjadi, beserta potensinya untuk dipalsukan. Penyembuhan semacam ini, pada dasarnya, melibatkan hubungan antara tubuh, pikiran, dan ruh. Istilah dukun di sini digunakan untuk mewakili media penyembuhan semacam itu, apakah yang asli maupun yang menipu. 

Terjemahan bebas ZetaTalk: Faith HealersNote: written by Jul 15, 1995

Momen dramatis berikut telah sangat dikenal manusia - dukun penyembuh mendekati orang yang tengah kesakitan akibat penyakit atau baru terjangkit penyakit, lalu meletakkan tangan, kemudian sakit dan cacat lenyap. Apakah ini penipuan? Ya dan bukan. Dengan adanya hasrat yang mendorong si penderita untuk dipulihkan dari rasa tertekan, tidaklah mengherankan jika bermunculan pria maupun perempuan untuk mengambil kesempatan. Ini adalah skenario yang telah sangat dikenali manusia, sebanyak yang sering ditayangkan dalam film-film dmana hampir selalu si dukun penyembuh terungkap sebagai penipu.

Namun ada kasus-kasus dimana perubahan-perubahan yang dapat diukur dapat terjadi pada si orang sakit, untuk berbagai alasan.
  • Pertama, si orang sakit mungkin memiliki suatu komponen psikosomatis, dan penyembuhannya tidak lebih dari keputusan si penderita untuk meninggalkan sakit pada dirinya sendiri. Yang kami maksudkan dengan ini adalah bahwa orang dapat memilih untuk menyakiti dirinya sendiri, sebagai hukuman atau penghindaran tanggung jawab atau apapun alasannya. Maka peningkatan-peningkatan dramatis dapat terjadi, seperti misalnya berkurangnya kanker. Dan kalau dukun yang diberi pujian atas hal ini, camkanlah bahwa pengurangan-pengurangan sakit dapat terjadi tanpa bantuan dukun. Kebanyakan, kalau tidak bisa dibilang semua, penyakit memiliki suatu komponen psikosomatis, dan, dengan demikian, sangat mudah dipengaruhi oleh perubahan kondisi psikologis.   
  • Kedua, si penderita mungkin hanya berimajinasi, meminta perhatian, dan si dukun menempatkan orang yang dianggap sakit dalam sebuah situasi dimana mereka bisa mendapat perhatian lebih banyak karena disembuhkan ketimbang menderita.  
  • Ketiga, si dukun mungkin telah melakukan penyesuaian terhadap keselarasan antara pikiiran dan ruh di dalam tubuh si sakit dengan, pada dasarnya, bercakap-cakap dengan pikiran dan ruh si sakit dan mendampingi dalam penyelarasan itu. Ini adalah konseling nonverbal, yaitu pada tingkat pikiran dan spiritual. 
Bagaimana tubuh, pikiran, dan ruh dapat tidak selaras? Terdapat suatu jenis pergulatan antara berbagai bagian manusia.
  • Tubuh, yang jejaknya dapat ditelusuri jauh hingga ke leluhurnya, ingin hidup sederhana dan berfokus semata-mata pada kenyamanan seperti tempat tinggal, makanan, istirahat, dan seks. Tubuh tidak dapat benar-benar disisihkan tanpa adanya reaksi-reaksi. Tuntutan-tuntutannya senantiasa ada dan sangat terasa. 
  • Pikiran, yang telah menjadi lapisan tubuh manusia melalui rekayasa genetika, memiliki kehidupannya sendiri dan disetir oleh rasa ingin tahu dan obsesi-obsesi. Bahwa pikiran memiliki kehidupannya sendiri dapat ditunjukkan dengan memberikan sebuah teka-teki kepada orang yang cerdas dan selalu ingin tahu. (Maka) Manusia tersebut akan mengabaikan tuntutan-tuntuntan buang air besar dan buang air kecil, rasa laparnya, dan kebutuhannya untuk tidur, agar dapat menyelesaikan teka-teki itu. 
  • Pikiran dan tubuh dapat bekerja sama, dan lebih seringnya demikian, namun bisa juga terkadang tarik-menarik ke arah-arah yang berlawanan.
  • Lalu datanglah ruh, yang berinkarnasi. Namun ada lagi fokus lainnya, yang sesekali dapat selaras dengan tubuh, yaitu berupa hasrat untuk berkomunikasi dengan lawan jenis ketika keduanya, seperti kata Anda, dalam birahi. Ruh juga bisa selaras dengan pikiran, sesekali, seperti ketika (misalnya) hasrat untuk melayani orang lain berpadu dengan kesempatan untuk melakukan riset. 
  • Namun tubuh, pikiran, dan ruh bisa juga tarik-menarik ke arah-arah yang berbeda, dan, dengan demikian, membuat tubuh sakit. Si dukun dapat merasakan ketidakselarasan ini lalu membahasnya (dengan si sakit), secara nonverbal dalam kebanyakan kasus. Konseling pun terjadi, dengan saran-saran tentang bagaimana cara terbaik untuk melanjutkan hidup. Karena si dukun bisa jadi berhubungan dengan entitas-entitas dari alam lebih tinggi, para entitas itu mendampingi dalam hal ini. Ini karena si dukun, pada dasarnya, melakukan Panggilan kepada entitas-entitas (di alam gaib) yang Mengabdi-Kebaikan. Si dukun meyakinkan bagan-bagian si sakit untuk saling menyesuaikan. Jika komunikasi ini terjadi secara verbal, tidak akan terlalu misterius penyembuhan melalui keyakinan ini, yang dapat dan memang terjadi.