Jakarta: Potensi Umum Kerawanan Bencana

Kondisi umum Jakarta sebagaimana yang dijelaskan oleh para alien Zeta berikut ini merupakan panduan umum untuk pertimbangan dalam menilai suatu wilayah untuk ditinggali. Ini menunjukkan bahwa kota-kota berpantai tidak aman untuk ditinggali di masa-masa perubahan-perubahan Bumi yang semakin ekstrim menuju dan setelah Jam Pergeseran Kutub. [Baca: 7 Langkah Menentukan Lokasi Aman]
Terjemahan bebas ZetaTalk 2003: Jakarta

Start of ZetaTalk 

"Jakarta sendiri merupakan daratan yang teramat sangat rendah, hampir-hampir tidak mencapai atas muka laut, selain rangkaian pegunungan di belakangnya.
Maka insting Anda untuk pindah ke pinggiran Jakarta, terutama dekat pegunungan manapun, memiliki dasar yang baik. Camkanlah bahwa pulau Anda, Jawa, akan terkena dampak penarikan ke bawah ketika lidah dari Lempeng Eurasia menyelam ke bawah Lempeng Indo-Australia.
Pembanjiran Jakarta akan dimulai, dan kemungkinan sekali akan mengusir Anda keluar dari kota itu, yang mana dalam skema hal-hal (terkait dampak perubahan-perubahan bumi) bukan hal yang buruk." End of ZetaTalk

Lidah Eurasia/Lidah Indonesia (istilah ZetaTalk)
Setelah Ambles, Jakarta Bakal Klelep, 7 Nov. 2011 /news.detik: Musim hujan datang. Tidak hanya banjir mengancam Jakarta, tapi tanah ambles juga mengancam. Secara perlahan tapi pasti, Jakarta juga bakal tenggelam. Seram! Akhir-akhir ini makin banyak saja wilayah Jakarta yang ambles. Belum lama ini, Jalan Pluit Indah Raya, tepat di depan Mega Mall Pluit, Jakarta Utara, ambles. Amblesan yang terjadi pada September 2011 itu membentuk lubang berdiameter sekitar 1 meter lebih dengan kedalaman hampir 2 meter. Sebelumnya, akhir Juli 2011 tanah di kawasan Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan juga ambles. Akibatnya, 21 rumah penduduk di RW 4 Kelurahan Rawajati rusak berat. Bahkan, pagar pembatas antara warga dan Apartamen Kalibata City setinggi dua meter juga ikut ambles.
Jakarta Utara  
Peneliti ITB, 7 Jembatan di Jakarta Ambles, 10 Feb. 2011 /poskota: Amblesnya dua jembatan di wilayah Jakarta Utara menjadi bukti penurunan tanah di wilayah tersebut telah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Indikasi tersebut terlihat dari peningkatan permukaan air yang saat ini hampir setara dengan jembatan. Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Novizal, menampik jika penurunan ini disebabkan struktur jembatan yang salah. Sebab, jika hal tersebut terjadi, berarti ada kegagalan struktur. Menurutnya, yang mengalami penurunan bukan hanya jembatan, tetapi juga tanahnya. Seharusnya tiang pancang didudukan di tanah yang keras. “Sampai saat ini, saya baru mendapati dua jembatan itu yang ambles,” Novizal.
Jakarta Selatan
Jalan Perempatan Fed Ex Ambles Lima Meter, 26 Mei 2009 /republika: Jalan di perempatan Fed EX Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan amblas hingga lima meter. Akibatnya selain membahayakan pengendara, juga menimbulkan kemacetan hingga lebih dari tiga Kilometer. Tidak hanya itu, jalur PAM yang mengalir ke RT 08 RW 08 Kelurahan Pondok Pinang juga terputus. "Sudah ada satu bulan, namun parahnya mulai Sabtu kemarin," ujar Maemunah (54 tahun), yang tinggal di RT 06 RW 08 Pondok Pinang Jakarta Selatan ketika ditemui di Lokasi Senin (25/5) Sebetulnya, rusaknya jalan ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Saat itu kondisi jalan mulai retak-retak. Kemudian tekanan dari kendaraan yang cukup besar membuat kondisi jalan kian parah. "Drainase yang tidak berjalan membuat Jalan juga semakin rusak," ujarnya. Menurutnya Jalan amblas itu bukanlah untuk pertama kalinya. Sebelumnya sekitar empat bulan lalu juga pernah terjadi. Bahkan ketika itu sebuah mobil terperosok karena jalan yang amblas tersebut. Tidak hanya itu, saluran PAM yang mengalir ke rumah warga juga turut terputus. "Kalau sudah ada korban baru Jalan itu diperbaiki," ujarnya. 

Jalan Amblas, Pondok Pinang Macet Parah, 15 Mei 2009 /vivanews: Arus lalu lintas di kawasan Pondok Pinang dari arah Cirendeu saat ini mengalami kepadatan luar biasa. Kepadatan arus lalu lintas akibat amblasnya jalan di dekat halte Pondok Pinang, Jumat, 15 Mei 2009 pagi. Informasi dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya, menyebutkan jalan yang amblas akibat bekas galian beberapa di depan halte Pondok Pinang menjelang lampu merah PGA, Jakarta Selatan. Akibat jalan yang amblas itu, membuat tiga lajur yang tersedia menjadi satu lajur yang bisa dilalui. Antrean panjang kendaraan tampak mengular. Selain itu, pengguna jalan yang akan melintas di Jalan Mampang Prapatan dari arah Buncit menuju Kuningan diimbau untuk lebih berhati-hati. Sebab di lampu merah Basmar terdapat galian kabel.