Penyakit Karena Kutukan?

Terjemahan bebas ZetaTalk: Lot of Man, Note: written by Jul 15, 1995

Takdir umat manusia, termasuk rasa sakit yang diderita wanita saat melahirkan bayi berkepala besar yang sepertinya terlalu besar untuk bukaan panggulnya, telah menjadi obyek spekulasi besar. Hal ini telah dihubungkan dengan peranan Hawa dalam kisah Kejatuhan Manusia, sebagai hukumannya, contohnya. Begitu pula, ada spekulasi yang melimpah-ruah tentang beberapa penyakit yang diderita manusia. Penderita penyakit kusta sering kali dicap tidak bersih, dengan mereka yang disalahkan mendapat takdir itu sebagai kutukan akibat dosa-dosa mereka. Penderita kanker juga sering diperlakukan sama, seolah-olah mereka memiliki dosa yang disembunyikan, bukan sekedar penyakit yang harus diderita. Jika bukan si penderita, maka mungkin orang lain yang menyebabkan penderitaan itu dengan mengucapkan kutukan. Kisah-kisah Vodoo begitu banyak seputar masalah ini, dengan pengutuk yang mampu menimpakan kematian dari jauh.

Proses persalinan yang menyakitkan, seperti banyak hal ganjil lainnya pada manusia, merupakan hasil rekayasa genetika. Kusta adalah sekedar penyakit infeksi sederhana, seperti flu biasa, yang umum diderita semua orang yang kebetulan tidak beruntung terkena karena dalam kondisi rentan. Kanker, tentu saja, merupakan peristiwa alami, dan kanker adalah sekedar kegagalan tubuh untuk segera membuang sendiri suatu mutasi (pada sel-sel). Para korban Vodoo menyebabkan kematian mereka sendiri, dengan jantung mereka yang berhenti berdetak akibat rasa takut luar biasa, membuat kerja sama yang baik dengan kutukan.

Mengapa manusia bersikeras ingin mengaitkan penderitaan dengan kehendak atau perbuatan seseorang?
Sebagian karena mereka tengah merasakan motif-motif dari pihak makhluk gaib Pengabdi-Ego, yang menuai para rekruit mereka (untuk dibawa ke alam Pengabdi-Ego mereka setelah mati--pen.) dari orang-orang yang ditolak dan orang-orang yang menolak ketika rasa putus ada dan tak ada harapan meruyak, dan (para makhluk gaib jahat itu--pen.) dapati diri mereka kurang berpengaruh ketika manusia merasa nyaman terhadap satu sama lain.
Meskipun gerombolan makhluk gaib Pengabdi-Ego kecil kaitannya dengan ketidakbahagiaan yang menjadi nasib umat manusia, mereka sesekali menjawab Panggilan dan membantu dalam penyebaran penyakit dan keputusaasaan. 
Peperangan dan pendegradasian orang lain merupakan rute umum yang digunakan (oleh makhluk gaib jahat dengan memberi dorongan pada manusia yang mengabdi-ego--pen.), dan penyakit jarang dipertimbangkan. Alasannya adalah bahwa bukan saja penyakit dapat mempengaruhi semuanya--dan sebagaimana dengan peperangan biologis, ancaman tennfeksi sendiri juga begitu besar--namun juga bahwa baru-baru ini saja manusia mampu menciptakan senjata-senjata biologis. Penyakit memang telah ada selama berabad-abad, namun bukan kandidat yang dicurigai sebagai senjata biologis. Meskipun demikian, kalau ada penyakit yang baru muncul, maka ini sudah pastinya merupakan kemungkinan.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com