Falun Gong, Rakyat Cina, Kontakti


Terjemahan bebas ZetaTalk: Falon Gong, Note: written on Apr 15, 2002

Komunisme di Cina menekan beberapa elemen yang ada dalam masyarakat normal manusia. Mereka melakukan pembersihan terhadap para intelektual, memuliakan petani ketimbang sejarawan dan ilmuwan (untuk menjaga rakyat tetap tidak terpelajar--pen.).

Mereka menekan agama, sehingga menempatkan Komunisme sebagai satu-satunya agama yang diperkenankan.
Tujuannya adalah untuk memiliki rakyat yang terfokus secara total, sedemikian rupa sehingga hanya negara, dan yang bekerja sebagai para produsen untuk negara tersebut, yang akan ditolerir dimata rakyat jelata. Namun layaknya seluruh regim opresif, mereka gagal memuaskan, dan membiarkan ada kelonggaran-kelonggaran bagi pikiran manusia, yang berupaya mencari apa yang dapat dirasa namun tak terlihat.
Para tukang pukul yang menjalankan regim Komunisme berupaya menghancurkan para elit yang tidak bisa mereka buat untuk bergabung, (contohnya) para intelektual universitas, para individu kreatif.
Dan dalam kesempatan mereka untuk menjayakan kecemburuan mereka, mereka membunuhi ribuan rakyat serta mengancam banyak orang lainnya, yang mana tindakan itu tak akan pernah diketahui. 
Dalam hasrat mereka untuk disembah sebagai para penyelamat, sebagai para idol, mereka menghancurkan agama serta rasa pada manusia bahwa dalam hidup ini yang ada bukan fisik semata. Namun dalam kebodohan mereka--tangan-tangan berat para tukang pukul itu--mereka beranggapan bahwa dengan mencegah mata melihat ke tempat lain serta pikiran melanglang buana, mata dan pikiran rakyat akan tertuju penuh puja terhadap mereka.
Namun dalam hal ini mereka itu naif.
Para intelektual Cina beralih ke "bawah tanah", belajar untuk membatasi diskusi-diskusi mereka di kalangan mereka sendiri, lalu pergi ke luar negeri dan ke negara-negara lain dalam banyak hal, dan tidak menyerah ataupun mati.
Sedangkan agama---yaitu jiwa yang menjangkau keluar, ke hal-hal gaib dan tak bisa dibuktikan namun dirasakan---juga hampir-hampir tidak lenyap. Di rumah-rumah tangga (di Cina) yang tenang, tetap ada tradisi-tradisi serta diskusi-diskusi, yang dijalankan dengan penuh kewaspadaan namun gigih.
Meski sedikit saja kita dengar dari Cina tentang UFO di komunitas, hal ini hampir-hampir bukan berarti bahwa penampakan-penampakan dan kontakti sama sekali tidak ada di sana.
Cina adalah negara yang luar biasa besarnya, rakyatnya luar biasa besar jumlahnya. Dan para rakyatnya itu cerdas dan pekerja keras, telah lama menderita serta gigih. Jadi apa yang telah terjadi, di luar pandangan mata orang-orang Barat dan berita-berita malam di CNN? Penampakan-penampakan (UFO) dan kontak-kontak (dengan alien) telah terjadi begitu luas sehingga rakyat pria dan wanita jelata tahu tentang kehadiran alien, lebih yakin ketimbang peradaban-peradaban Barat!
Rakyat Cina itu cerdas, sabar, dan rajin mengurusi usaha mereka meskipun ada masalah-masalah kesehatan, kelaparan, dan masalah-masalah cuaca maupun kekakuan pemerintah mereka.
Maka mereka sangat siap untuk intrusi lain, yaitu kehadiran alien (Pengabdi-Kebaikan--pen.). Mereka mengatasinya dengan sangat baiknya layaknya terhadap beban-beban lain yang harus mereka pikul, dengan penuh ketabahan.
Maka, sebagai para kontakti, mereka itu terbukti ideal. Maka, ketika melakukan Panggilan, mereka mendapat respon yang seimbang.
(Contohnya) Para kontakti yang mungkin akan mengalami kehancuran dalam hidupnya (akibat menjadi kontakti namun kurang tegar-pen.) akan diberi respon ringan (misi yang ringan--pen.). 
Mereka yang dapat mengatasinya akan diberi respon yang lebih luas atau lebih kuat. 
Rakyat Cina telah terbukti merupakan sekelompok rakyat yang dapat mengatasinya. Maka mereka mendapat respon yang layak.
CNN tidak menyebarluaskan pengetahuan tentang kehadiran alien, namun (di Cina) pengetahuan itu tersebar dari desa ke desa, rumah ke rumah, dan di ladang-ladang pertanian, jauh dari orang-orang yang mengendalikan pikiran rakyat Cina, selama pembahasan di hari kerja. 
Maka, Cina jauh lebih maju dalam pengetahuan tentang kehadiran alien, karena segelintir saja rumah tangga yang tidak tahu ada orang atau teman atau tetangga yang memiliki pengalaman dengan alien.
Gerakan Falon Gong beresonansi dengan para rakyat ini, sedemikian rupa sampai-sampai mereka mengenali orang-orang yang memiliki pengalaman-pengalaman yang serupa, lalu bergabung.
Pesannya sederhana saja: manusia tidak sendirian, kehadiran alien itu nyata. Hal ini merupakan ancaman yang luar biasa besarnya bagi para elit Komunis yang mengendalikan--seperti itulah yang mereka kira--Cina.  
Para advokat Falon Gong disiksa, dibunuh, dipenjara, dan diperlakukan lebih buruk dari pada penjahat hanya karena memiliki hasrat yang tak lebih dari memiliki gaya hidup sehat dan sebuah sudut pandang sederhana.
Reaksi berlebihan pemerintah Cina terhadap gerakan ini menunjukkan ancaman dari pemikiran bebas dan hati lapang yang dihadapkan kepada mereka.
Hal ini, hingga tingkatan minor, adalah apa yang digambarkan oleh dunia Barat sebagai kontakti dan mereka yang akan bebas dari kekangan-kekangan pemerintah. 
Jika 50% atau lebih populasi AS merasa bahwa kehadiran alien itu nyata, lalu mengapa debunking yang kuat terus terjadi? 
Jika ibu-ibu yang menggendong bayi mereka ditembak mati oleh FBI, akibat ancaman dari tidak dibayarnya pajak terhadap pemerintah AS, lalu seberapa bebasnya warga negara AS berbicara ataupun berpikir bebas?
Falun Gong berada di Cina, namun tangan berat pemerintah Cina itu tidaklah unik. Lihatlah ke sekeliling Anda. Akan Anda lihat tangan berat serupa yang melayang-layang di atas Anda!

(bersambung)