Bagaimana Matahari Akan Terbit Dari Barat (Tahap 9)

[Artikel ini telah direvisi pada 4 Okt. 2014 untuk klarifikasi. Koreksi (tambahan) ditunjukkan dengan font merah. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.]

Manusia sudah lama tahu tentang satu tanda pasti bahwa kiamat tinggal sebentar lagi, yaitu terbitnya matahari dari barat sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh banyak tradisi/kepercayaan spiritual di dunia. 
"The rising of the sun from the west one of the things which must happen." (Kitab al Irshad, The Twelfth Imam) 
“Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua."  (Hadist  Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu)
"Pada periode-periode tertentu, alam semesta memiliki gerakan melingkarnya seperti yang sekarang ini, lalu, pada periode-periode yang lain, berputar ke arah yang terbalik. Ketika itulah terjadi kerusakan besar pada hewan-hewan pada umumnya, dan hanya sebagian kecil ras manusia yang selamat." (Politicus, oleh Plato)
Lalu bagaimana bisa matahari terbit dari barat? Apakah karena ada pembalikan magnetis Kutub Utara menjadi Kutub Selatan seperti yang selama ini digembar-gemborkan banyak ilmuwan?
Namun dalam artikel "Tak Ada Pembalikan Kutub-Kutub" telah dijelaskan secara ilmiah bahwa pertukaran kutub magnetis itu tak mungkin terjadi menurut ZetaTalk. 
Yang ada, dalam masalah ini, adalah perputaran kerak bumi sedemikian rupa sehingga kerak bumi yang tadinya Utara menjadi Selatan dan sebaliknya. Apa yang sesungguhnya terjadi ketika matahari terbit dari barat adalah bahwa, pada dasarnya,
pada suatu titik waktu di jaraknya yang paling dekat dengan bumi, Planet X akan berguling  270° dari bawah Ekliptik (Fig. 1) 
untuk masuk ke Ekliptik dan mengambil posisi di antara matahari dan bumi dengan arah Kutub Utara Planet X  kebalikannya Kutub Utara matahari. Proses ini membuat bumi bergerak ke posisi yang sama dengan Planet X, yaitu "berdiri di atas kepala". (Fig.2).
Maka, ketika bumi "berdiri di atas kepalanya", matahari yang terbit akan tampak muncul dari barat.  
Berikut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.

Terbitnya Matahari Dari Barat 
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Sunrise West, written July 26, 2004


Start of ZetaTalk
Telah kami sebutkan bahwa Planet X berguling 270° untuk memposisikan dirinya agar sejajar bersebelahan dengan matahari saat planet itu melewati Ekliptik (garis edar bumi terhadap matahari-pen.).


Fig. 1: Berguling 270°
Planet X/Nibiru sedang berguling 270° menuju Ekliptik
dari posisinya di sudut 32° di bawah Ekliptik  

Credit: ZetaTalk
 
Kutub Selatan Planet X mengayun menjauh, memposisikan diri di sepanjang garus-garis arus magnetik.
Kondisi ini akan berlanjut hingga posisi Planet X hampir horisontal, di Ekliptik. 
Momentum ini akan berlanjut selama suatu penggulingan 270° dimana Planet X akan sejajar bersebelahan, dengan Kutub Utaranya menunjuk ke Utara.
Selama penggulingan 270° ini, Bumi, sebagai magnet yang lebih kecil dalam tarian ini, sangat terkena dampaknya.
Bumi sekarang ini miring ke arah matahari sembari bersandar ke Planet X, seperti yang telah kami gambarkan dalam Tilt and Lean, untuk mengakomodir bertambahnya arus partikel-partikel magnetik di lingkungan Planet X, yang berupaya sejajar secara berbaris dengan Planet X, sementara pada saat bersamaan, berupaya melanjutkan penyejajarannya untuk menyebelahi matahari.
Maka, ditarik-tarik di antara dua perintah (magnetik) yang berbeda itu, bumi menjadi bergerak Terhuyung-Huyung.
Bangsa Mesir menyampaikan kepada Plato bahwa di masa lalu, matahari terbit dari barat, selama masa-masa bencana alam dahysat. Dan nubuat memprediksi bahwa hal itu akan terjadi di masa-masa penuh bencana alam dahsyat mendatang. 


 Fig. 2: Berdiri di Atas Kepala
Planet X/Nibiru sejajar bersebelahan di antara matahari dan bumi, dengan
arah kutub utara Planet X dan bumi kebalikannya matahari  
 
 Credit: ZetaTalk

Jika kami telah memprediksi akan terjadinya pergeseran kutub yang begitu mengerikan di bumi, setelah terhentinya rotasi bumi selama satu minggu, tidakkah bumi akan terkena dampaknya secara begitu dahsyatnya sehingga, jika bumi berdiri di atas kepalanya, maka matahari akan terlihat terbit dari barat?

[Pergeseran Kutub Terjadi Saat Planet X Mengebut Keluar Dari Tata Surya Ini]
Telah kami sebutkan bahwa Planet X akan keluar dari tata surya ini dengan sangat cepanya, begitu ia menjebol arus balik dari partikel-partikel magnetik di Ekliptik.
Planet itu memiliki momentum untuk menjauh dari matahari, yaitu Gaya Tolak yang sangat kuat yang memaksanya berada di sepanjang jalurnya, dan mengebut menjauh dari arus-arus partikel yang ramai di Ekliptik.
Keluarnya yang sangat cepat inilah yang menyebabkan pergeseran kutub di bumi, ketika bumi telah sejajar bersebelahan dengan Planet X dan matahari, dengan seluruh kutubnya menunjuk ke Utara selama minggu terhentinya rotasi bumi.

Namun sebelum minggu terhentinya rotasi bumi itu, akan ada banyak drama yang terjadi.
Bumi akan memiringkan Kutub Utaranya ke arah Planet X. Saat bumi bergerak mengayun untuk sejajar secara horisontal, dalam penyejajaran secara berbaris, matahari akan tampak terbit di atas Kutub Utara  untuk beberapa waktu yang akan membuat takjub para penduduk bumi. 
Sementara penggulingan 270° berlanjut, dengan Planet X yang pada titik ini pada dasarnya meniadakan suara magnetik matahari karena planet ini berdiri di antara bumi dan matahari, bumi akan dipaksa untuk mengambil posisi menyebelah, melekat (secara magnetik-pen.) pada Planet X saat mengguling.
Ini karena arus partikel-partikel magnetik yang sangat kuat di lingkungan Planet X memerintahkan pergerakan ke arah ini bagi magnet-magnet planet-planet minor seperti Bumi dan Merkurius.
Maka merekapun bergerak secara berbaris dengan Planet X yang sejajar secara horisontal dengan medan magnet matahari namun mengambil posisi sejajar menyebelah saat melakukan penggulingan.
[Selama Penggulingan Planet X, Rotasi Bumi Tak Berubah] 
Selama penggulingan ini, rotasi bumi tak berubah, karena magmanya yang lunak berputar ke arah yang sama, tak peduli bagaimana posisi inti atau kerak bumi nantinya secara temporer.
Magma tidak bersifat magnetik, maka tak terpengaruh oleh tarian magnetik yang sedang terjadi, maka magma akan melanjutkan arah pergerakannya seperti sebelumnya.
Sementara, inti bumi itu magnetik, demikian pula kerak bumi, akibat dari, pada utamanya, Atlantic Rift yang bermagnet sangat tinggi. 
Maka, inti dan kerak bumi berpartisipasi dalam penggulingan 270° ini, sedangkan magmanya berotasi seperti biasanya.
Karena penggulingan itu terjadi dengan lambat, kerak bumi tak robek, tak ada gerakan kerak yang tiba-tiba, maka gempa-gempa masif yang diprediksi akan terjadi dalam pergeseran kutub tidak terjadi.
Yang terjadi adalah drama di langit, yang ingin dijaga terus oleh para penguasa untuk tak diketahui rakyat hingga menit-menit terakhir. 
[Kapan Penggulingan Itu?]
Dan kapan waktunya penggulingan ini akan dimulai adalah tanggal yang akan kami tangguhkan, karena para penguasa masih belum berbagi informasi dengan rakyat tentang apa yang mereka ketahui, mereka juga tidak menyediakan corong bagi prediksi-prediksi kami agar rakyat jelata dapat menerima kata-kata kami bersamaan dengan para elit..
Kata-kata kami, prediksi-prediksi kami, bukan bagi segelintir orang-orang terpilih yang menganggap diri mereka berada di atas rakyat jelata, melainkan untuk seluruh umat manusia."
End of ZetaTalk
 
Baca juga: