Countdown: Wilayah Tiga Hari Kegelapan

[Artikel ini telah direvisi pada 2 Maret 2015, gambar yang salah untuk tiga hari kegelapan telah diganti dengan yang benar.] 

Para alien Zeta telah menjelaskan tentang akan adanya masa 3 Hari Kegelapan yang terkenal itu (yang dikisahkan dalam Injil) yang akan dialami bumi, yang, menurut para alien Zeta, akan terjadi selama Terhentinya Rotasi Bumi.
Tentu saja 3 hari kegelapan ini tidak akan meliputi seluruh bumi, karena masih adanya matahari, beserta bumi yang sedang berproses untuk terhenti rotasinya. Bersama dengan wilayah gelap berkepanjangn itu, akan ada wilayah yang mengalami siang berkepanjangan.
Apa yang disebut tiga hari kegelapan ini terjadi karena efek tergulingnya Bumi sehingga berdiri di atas kepalanya, dengan wilayah Kutub Utara bumi telah berputar ke Selatan, dan, sebaliknya, seperti gambar berikut. [Untuk lebih jelasnya lagi, bumi memutar dirinya sehingga Kutub Utaranya menunjuk ke selatan, lalu rotasi bumi perlahan-lahan berhenti.] 
Dengan demikian, ada bagian bumi yang terkena sinar matahari berkepanjangan, dan ada wilayah yang, secara berkepanjangan, tidak mendapat sinar matahari (yang disebut-sebut sebagai "tiga hari kegelapan"). 

"3 Hari Kegelapan"
 
Baca: Tiga Hari Kegelapan : Proses Magnetisme Planet
untuk penjelasan bahwa Belahan Bumi Utara berada di "Timur", dan sebaliknya untuk Belahan Bumi Selatan (akan ada di "Barat"), bila dilihat dari ruang angkasa yang memandang Bumi di sebelah Matahari.
Demikianlah, sisi bumi yang menghadap ke matahari akan mengalami masa panas (siang) yang kelamaan, dan sisi bumi yang tidak mendapat sinar matahari akan mengalami masa gelap kepanjangan.
Wilayah Mana Yang Akan Siang Atau Malam Berkepanjangan?
Lalu,.wilayah mana dari bumi yang akan mengalami kegelapan dan yang akan mengalami panas matahari selama menuju terhentinya rotasi bumi?    
Image berikut dari para alien Zeta menjelaskan wilayah-wilayah itu agar manusia dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya, jauh-jauh hari, untuk antisipasi apapun dampaknya.
 Wilayah Bumi Yang Akan Siang Atau Malam Berkepanjangan
Credit: The ZetaTalk Newsletter Issue 332, Feb. 10, 2013

Dari gambar di atas dapat dilihat empat zona waktu berkepanjangan: zona subuh, zona siang, zona senja, dan zona malam
Seperti yang terlihat, Indonesia kebagian masa malam yang berkepanjangan (tanpa matahari) selama menuju terhentinya rotasi bumi. Maka Indonesia, juga negara-negara Asia Tenggara lainnya, harus mempersiapkan diri terhadap cuaca dingin yang termasuk ekstrim dari sudut pandang cuaca tropis Indonesia dan negara-negara tetangganya selama ini.  [Baca juga: Ketika Bumi Berhenti Berputar]
Berikut laporan ZetaTalk mengenai hal ini.
Terjemahan bebas The ZetaTalk Newsletter Issue 332, Feb. 10, 2013

Para alien Zeta telah lama menenangkan kita bahwa, nantinya, tentu saja, akan ada sisi bumi yang lebih panas karena terpapar sinar matahari kelamaan dan sisi bumi yang dingin karena gelap berkepanjangan, namun suhu beku dan membakar di luar apa yang dialami manusia sekarang ini tidak akan terjadi.
Sirkulasi udara, beserta arus-arus laut, akan berlanjut. Sebagai tambahan, Planet X, beserta awan debunya yang masif, akan menghalangi matahari, yang, pada dasarnya, memberi naungan bagi bumi.  
Prediksi ZetaTalk 12/15/2001: Selama minggu terhentinya rotasi bumi, pemanasan dan pendinginan bumi yang normal selama bumi berotasi normal akan terhenti.
Ini berarti bahwa sisi Bumi yang siang hari akan memanas tanpa pendinginan, demikian pula dengan sisi malam, yang akan mendingin tanpa pemanasan oleh sinar matahari langsung, keesokan harinya.
Kemana hal ini akan mengarah nantinya, dalam satu minggu? Akankah satu sisi bumi terpanggang, sementara sisi satunya lagi membeku?
Cerita-cerita rakyat juga memberi tahu umat manusia bahwa situasi semacam itu tidak terjadi, karena (dlihat dari) adanya orang-orang yang selamat, dan para survivor ini tidak mengisahkan masalah-masalah semacam itu. 
Malahan, akibat atmofer yang bergerak kesana-kemari, udara panas yang naik dan udara dingin yang anjlok, seperti biasanya, ada pertukaran panas dan dingin, bahkan tanpa rotasi bumi. 
Dengan demikian, mereka yang berada di sisi bumi siang akan mendapati udara mungkin akan sepanas siang di musim panas, namun tidak lebih buruk. Sedangkan mereka yang berada di bumi yang malam mungkin akan dapati mereka memerlukan selimut dan menyalakan pemanas atau api pendiang, sebagaimana di musim dingin, namun tidak lebih buruk. 
[Debu Planet X Menaungi Bumi Dari Matahari Langsung]
Prediksi ZetaTalk 19 Jan. 2013: Awan debu yang sangat luas dari Planet X, di masa menjelang planet tersebut duduk di antara Bumi dan Matahari, akan menaungi Bumi dari sinar-sinar matahari langsung.  
Lalu ada masa singkat ketika Bumi harus mengalami terhentinya rotasi bumi, selama sekitar kurang dari satu minggu. Ada perbedaan temperatur udara yang sangat menonjol dalam hal suatu posisi wilayah yang menerima sinar matahari langsung dengan suatu posisi wilayah yang dinaungi. Sinar matahari akan dibelokkan menjauh dari bumi oleh awan debu itu, melindungi Bumi (dari kegosongan--pen.).   
Semua ini didukung oleh legenda, dari kisah Yoshua yang memenangkan pertempurannya ketika matahari tepat berada di atas kepala lebih dari satu hari, hingga kisah masa-masa Pergeseran Silam yang tertuang dalam Kitab Kolbrin bangsa Mesir---kematian masal akibat panas matahari tidak dilaporkan, meskipun ada laporan tentang debu, hujan batu es, erupsi vulkanik, dan panas dari tanah bumi akibat subduksi yang tiba-tiba dari satu lempeng ke lempeng lain. Sambaran cuaca panas yang masif tidak dilaporkan.

Kutipan dari Worlds in Collision, oleh Velikovsky, The Most Incredible Story, page 39Story is told about Joshua ben Num who, when pursuing the Canaanite kings at Beth-horon, implored the sun and the moon to stand still.  Joshua (10:12-13): And the sun stood still, and the moon stayed, until the people had avenged themselves upon their enemies.  Is it not written in the book of Jasher?  So the sun stood still in the midst of heaven, and hasted not to go down about a whole day.

Kutipan dari Kitab Kolbrin:
The Book of Manuscripts, Chapter Five: The Destroyer-Part 3, From The Scroll of Adepha: The Doomshape, called the Destroyer, in Egypt, was seen in all the lands, thereabouts. In color, it was bright and fiery, in appearance changing and unstable. It twisted about itself like a coil. It was not a great comet or a loosened star, being more like a fiery body of flame. Its movements on high were slow, below it swirled in the manner of smoke and it remained close to the sun, whose face it hid. There was a bloody redness about it, which changed as it passed along its course. It caused death and destruction in its rising and setting. It swept the Earth with grey cinder rain and caused many plagues, hunger and other evils. It bit the skin of men and beast until they became mottled with sores. http://thekolbrin.com/kolbrin_b5c5.html
The Book of Manuscripts, Chapter Six: The Dark Days:  In the glow of the Destroyer the Earth was filled with redness. The face of the land was battered and devastated by a hail of stones which smashed down all that stood in the path of the torrent. They swept down in hot showers, and strange flowing fire ran along the ground in their wake. The fish of the river died; worms, insects and reptiles sprang up from the Earth. The gloom of a long night spread a dark mantle of blackness which extinguished every ray of light. None knew when it was day and when it was night, for the sun cast no shadow. The darkness was not the clean blackness of night, but a thick darkness in which the breath of men was stopped in their throats. Men gasped in a hot cloud of vapour which enveloped all the land and snuffed out all lamps and fires. Ships were sucked away from their moorings and destroyed in great whirlpools. It was a time of undoing. http://thekolbrin.com/kolbrin_b5c6.html
The Book of Manuscripts, Chapter Five: The Destroyer-Part 3, From The Scroll of Adepha: The East was troubled and shook, the hills and mountains moved and rocked. The Doomshape thundered sharply in the Heavens and shot out bright lightings. Then a voice like ten thousand trumpets was heard. The whole of the land moved and mountains melted. The sky itself roared like ten thousand lions in agony, and bright arrows of blood sped back and forth across its face. It is thus described in the old records, few of which remain. It is said that when it appears in the Heavens above, Earth splits open from the heat, like a nut roasted before the fire. Then flames shoot up through the surface and leap about. … The Doomshape .. covers about a fifth part of the sky and sends writhing, snakelike finger down to Earth. Midday is no brighter than night.  Come, the day surely will, and in accordance with his nature man will be unprepared. http://thekolbrin.com/kolbrin_b5c5.html
The Book of Manuscripts, Chapter Six: The Dark Days: The Earth turned over, as clay spun upon a potter's wheel. The craftsman left his task undone, the potter abandoned his wheel and the carpenter his tools. Men lost their senses and became mad. On the great night of the Destroyer's wrath, when its terror was at its height, there was a hail of rocks. The habitations of men collapsed upon those inside. The temples and palaces of the nobles were thrown down from their foundations. Even the great one, the first born of Pharaoh, died with the highborn in the midst of the terror and falling stones. There were nine days of darkness and upheaval, while a tempest raged such as never had been known before. http://thekolbrin.com/kolbrin_b5c6.html
[Ukuran Planet X di Minggu-Minggu Terakhir (Tahap 9) dan Dampak Pada Bumi]
Perhatikan bahwa Kitab Kolbrin melaporkan segalanya hingga ke titik posisi Planet X di jarak terdekat dengan bumi, yaitu Jam Pergeseran Kutub itu sendiri, ketika "sang Penghancur" meliuk-liuk di langit dan menghalangi sinar matahari.
Prediksi ZetaTalk 15 Juli 1995: "Selama minggu (minggu terakhir) itu, ukuran Planet X akan membuat ngeri orang-orang yang berada di belahan bumi yang mengalami siang berkepanjangan. 
Pada mulanya, bongkah cahaya kemerahan itu hanya sepersekian ukuran Bulan, lalu ukurannya bertambah, dan tampak meliuk-liuk serta berputar seperti naga di langit. Orang-orang kuno mencatat hal ini sebagai seekor naga api di langit, karena ekornya yang terdiri dari bulan-bulan yang berpusar-pusar memberi penampakan itu.
Ketika mendekati masa jarak terdekat Planet X dengan bumi, pergeseran kutub akan terjadi dengan tiba-tiba, dan ini terjadi sebelum titik  sesungguhnya dimana Planet X berada di antara Bumi dan Matahari. Setelah jarak terdekat itu, Planet X akan keluar secepat gerakan mendekatnya."    
Laporan Kitab Kolbrin masih sangat berlaku karena Mesir berada dalam zona yang terpapar matahari selama terhentinya rotasi bumi, karena berada di sepanjang Atlantic Rift.

Atlantic Rift (Mid-Atlantic Ridge) 
credit: wikipedia

Prediksi ZetaTalk  2/15/2002"Dasar-dasar laut tempat lava di Atlantik, yang sedang dicengkeram (oleh Planet X--pen.), menghadap ke matahari, menghadap ke Planet X yang mendekat dari arah Selatan di sepanjang robekan (lempeng) itu. 
Ini menyebabkan Eropa, Amerika, dan Afrika berada di sisi bumi yang mengalami siang yang kelamaan. Rotasi bumi terhenti dengan Atlantic Rift menghadap ke planet yang sedang mendekat itu, yang datang hampir (dengan kata lain, tidak langsung) dari bawah matahari, sehingga Afrika dan Eropa sedikit terputar ke arah matahari ketimbang benua Amerika Utara. 
Demikanlah terjadinya Siang Yang Lama yang digambarkan oleh Yoshua serta Malam Yang Panjang yang digambarkan oleh rakyat India di Pantai Barat.
Sudah jelas, mereka yang tinggal di sisi yang terpapar sinar matahari harus tetap terhidrasi, menghindari aktifitas-aktifitas yang menguras tenaga, tetap melindungi diri dari sinar, dan menggunakan apapun yang praktis untuk tetap sejuk. Panas akibat terhentinya rotasi bumi ini akan berlalu."

[Dapatkah tubuh manusia menahan suhu udara 50 Celcius?]
Menurut WHO, suhu udara optimal untuk diterima tubuh manusia adalah antara 18C dan 24C. Suhu-suhu di atas itu akan membawa resiko lebih besar. Semakin panas dan semakin lembab suhunya, tubuh akan semakin berkeringat, yang meningkatkan resiko dehidrasi. Suhu udara yang panas ekstrim membuat tubuh harus berjuang mati-matian untuk mendinginkan diri. Suhu panas semacam itu mendatngkan resiko kram, kelelahan luar biasa atau, bahkan, heatstroke, yang juga disebut suntroke.
Can the Body Cope with 50C? January 9, 2013 The body works best within a narrow range of body temperature and gets rid of heat mainly by weating, although breathing and an increased heart rate can also expel heat. The hotter and more humid it gets the more the body has to sweat, increasing the risk of dehydration. In extreme heat the body starts to struggle to cool itself down, which can then lead to heat cramps, heat exhaustion or even heatstroke - also known as sunstroke. The World Health Organization says the optimum air temperature for the body is between 18C and 24C. Any hotter and the risks rise. http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-20956421