Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub: Pelajaran Keras Gempa Haiti 2010

Baca juga:

Sebuah bencana katastropik yang patut dicermati adalah gempa Haiti 2010. Pada 12 Januari 2010, sebuah gempa berkekuatan 7 SR melanda Port-au-Prince, ibu kota Haiti. Puluhan gempa susulan berkekuatan 4,5 SR mengikuti. Pusat gempa berada dekat kota Léogâne, sekitar 25 km dari ibu kota itu. Korban jiwa antara 100.000 dan 159.000. Diperkirakan terdapat 250.000 tempat tinggal dan 30.000 bangunan komersil roboh atau rusak parah.
2010 Haiti earthquake /wikipedia: The 2010 Haiti earthquake was a catastrophic magnitude 7.0 Mw earthquake, with an epicenter near the town of Léogâne (Ouest Department), approximately 25 kilometres (16 mi) west of Port-au-Prince, Haiti's capital. The earthquake occurred at 16:53 local time (21:53 UTC) on Tuesday, 12 January 2010. By 24 January, at least 52 aftershocks measuring 4.5 or greater had been recorded. An estimated three million people were affected by the quake. Death toll estimates range from 100,000 to 159,000 to Haitian government figures from 220,000 to 316,000 that have been widely characterized as deliberately inflated by the Haitian government. The government of Haiti estimated that 250,000 residences and 30,000 commercial buildings had collapsed or were severely damaged. 
Pasca Gempa Haiti 2010 merupakan karakteristik bencana dahsyat yang dialami negara miskin, yang notabene kurang atau minim dalam dana maupun efektifitas pengerahaan sumber-sumber daya untuk penanganan dan pemulihan. 
Situs trust.org melaporkan bahwa di negara berpenduduk 10 juta jiwa itu, dimana terdapat jurang yang dalam antara kaum kaya dan kaum miskin, dengan tingkat pengangguran 40%, ketidakstabilan politik dan kekerasan kronis telah mendera selama berdekade-dekade. Kemiskinan yang menghinakan diri, degradasi ekologis, kurangnya infrastruktur dan sistem peringatan dini membuat negara ini rentan terhadap, bahkan, badai terlemah.   
Haiti troubles, 29 Jan. 2014: The government faces the daunting challenge of rebuilding the capital and uniting the anarchic country where the rich and poor are bitterly divided, and unemployment rates hover at 40 percent. At the root of Haiti's social problems is the huge wealth gap between the predominantly Creole-speaking blacks who make up about 95 percent of the 10 million-strong population and the French-speaking mulattos who own the bulk of the country's wealth. Chronic political instability and violence have plagued Haiti for decades. Two years on, more than half a million people are still living in camps. See AlertNet's briefing on the quake. Haiti's abject poverty, lack of infrastructure or early warning system and its ecological degradation make it vulnerable to even the weakest of storms. http://www.trust.org/spotlight/Haiti-troubles/?tab=background
Situasi pasca gempa Haiti 2010 ini memberi banyak pelajaran keras yang baru merupakan sedikit rasa dari apa-apa yang dapat diantisipasi pasca bencana-bencana dahsyat pergeseran kutub. Pelajaran-pelajaran ini ditekankan oleh para alien Zeta untuk dipelajari manusia. Berikut wawasan ZetaTalk. 

Terjemahan bebas Haiti Quake, The ZetaTalk Newsletter, Issue 169, Sunday, January 24, 2010

Pada 12 Jan. 2010, sebuah gempa besar menghantam ibu kota Haiti, menyebabkan kehancuran yang luas. Gempa berkekuatan 7 itu diiikuti oleh 32 gempa susulan berkekuatan 4-6 dalam waktu 10 jam setelah lonjakan gempa pertama. 
Big Haiti Quake Topples Buildings, Casualties Seen, January 12, 2010 A major earthquake hit the impoverished country of Haiti, collapsing buildings in the capital Port-au-Prince and burying residents under rubble. The epicenter of the quake was located inland, only 10 miles from the capital Port-au-Prince and was very shallow at a depth of only 6.2 miles. http://www.reuters.com/article/idUSTRE60B5IZ20100112
Kedahsyatan Guncangan Gempa Bumi di Haiti, Rabu, 13 Januari 2010: Guncangan gempa bumi yang dahsyat telah meratakan sejumlah bangunan dengan tanah di ibu kota Port-au-Prince. Guncangan gempa bumi yang berkekuatan awal 7 skala Richter, Selasa (12/1/2010) pada pukul 16:45 waktu setempat atau pukul 04.45 Rabu pagi WIB itu berpusat di sekitar 10 mil barat ibu kota Haiti tersebut."Sejumlah penduduk berlarian ke jalan, menangis, berteriak serta menjerit ketakutan," kata Karel Zelenka, Direktur Catholic Relief Services (CRS) di Haiti. "Mereka melihat betapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan, tetapi tidak berdaya menyelamatkan begitu banyak orang yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan," tuturnya. "Ada begitu banyak bangunan yang rubuh," kata Zelenka dalam sebuah wawancara telepon dari Port-au-Prince. "Bencana ini akan menjadi bencana besar." Zelenka melaporkan awan asap tebal terlihat di udara setelah sejumlah bangunan ambruk. Di dekat markas CRS, sebuah swalayan hancur dan benar-benar rata dengan tanah. http://internasional.kompas.com/read/2010/01/13/12251288/Kedahsyatan.Guncangan.Gempa.Bumi.di.Haiti
Haiti, tentu saja, berada di atas garis patahan, di sepanjang tepian Lempeng Karibia. Menurut para alien Zeta, Haiti tidak akan bernasib baik selama pergeseran kutub mendatang, juga tidak di masa interim menuju itu, untuk banyak alasan. Para alien itu telah memprediksi bahwa pulau-pulau di Karibia akan rontok selama pergeseran kutub, karena terperangkap dalam gerusan lempeng-lempeng masif Amerika Selatan dan Amerika Utara.

Prediksi ZetaTalk 2001: Pulau-pulau di Kep. Karibia akan hancur total selama pergeseran kutub mendatang, terhantam dari beberapa sisi.
"Ketika lempeng-lempeng Amerika bergerak ke Pasifik, memendekkan jarak di seputar Pacific Rim serta melebarkan lempeng Atlantik, maka benua-benua Amerika Utara dan Selatan tidak sekedar terseret ke arah barat secara merata.
Lempeng-lempeng yang bergerak akan bergerak ke arah dimana terdapat resistansi terkecil, yang mana, dalam hal ini, ke arah bagian tengah lubang Pasifik. 
Amerika Tengah kalah dalam gerusan ini, demikian pula lempeng-lempengnya yang lebih kecil yang menyokong kep. Karibia. 
Pulau manapun yang selamat dari gerusan ini, dimana lempeng-lempeng lebih kecil akan menyubduksi ke bawah raksasa raksasa lempeng, yang lebih besar, akan harus menghadapi gelombang-gelombang pasang yang menghantam serta erupsi gunung-gunung api. 
Melarikan diri ke laut dengan kapal boro-boro akan menjadi solusinya, karena gejolak yang akan dialami air akan menciptakan pusaran-pusaran yang akan mengkaramkan kapal-kapal kecil maupun besar, serta bahkan menubrukkan kapal-kapal selam jauh di dalam air. 
Selamat dari (kehancuran) di Karibia, selama pergeseran yang ganas, akan menjadi pengecualian, dan akan memerlukan keberuntungan, bukan perencanaan."  
[Presentasi Holografis Tahap 7]
[Pada November 2009, Nancy Lieder menghadiri sebuah pertemuan di alam ruh yang diselenggarakan oleh para alien yang mengawal transformsi bumi. Nancy mendapat penjelasan dan penampakan tentang urutan pergerakan-pergerakan lempeng Tahap 7 yang akan digelar secara alami, oleh alam, agar ia dapat memperingatkan umat manusia sehingga umat manusia dapat mengantisipasi serta membuat persiapan-persiapan yang sesuai dengan itu.] 
Sumber: ZetaTalk: Nancy's Vision (terjemah bebas)"Lempeng Mediteranea ditunjukkan, dengan Lempeng Afrika agak tergulung. Event ini membuka bagian selatan Lempeng Mediteranea ke atas Lempeng Aljazair sedemikian rupa sehingga di dasar laut Mediteranea ada yang remuk karena kehilangan penyangga. 
Lalu di atas India dimana bagian baratnya benar-benar terbenam, lempengnya terjungkit sedikit ke sisi, menaikkan bagian timur India selama proses ini. Lalu pulau-pulau di Indonesia turun/ambles, oleh karena lempeng yang menyokong pulau-pulau itu terbenam lebih dalam dari area sekitarnya. 
Di Amerika Selatan, pegunungan Andes ditunjukkan sedang membentuk gunung, sementara pulau-pulau di Kep. Karibia ambles, karena lempengnya terdorong ke bawah saat Amerika Selatan tergulung. 
Bagian tenggara Amerika serikat agak tertarik ke bawah, sementara tanah tepat di barat Mississippi sedikit anjlok. Ketika Lempeng Atlantik robek menganga, air-air laut melakukan penyesuaian. Pertama-tama, air laut menerjang dari tempat-tempat lain untuk mengisi tempat kosong itu, lalu menumpuk ke atas, dan bertabrakan di tengahnya, sehingga terjadi sebuah gelombang yang menerjang ke arah Eropa, menyerang dataran-dataran rendah di sana."
Sebagaimana dengan bencana New Orleans setelah badai Katrina, Haiti menyajikan sebuah gambaran tentang apa yang akan terjadi ketika bencana-bencana besar menipiskan kemampuan dunia untuk merespon bencana-bencana, atau sekedar tidak mampu merespon sama sekali akibat kehancuran di seluruh dunia yang terjadi sekaligus. Haiti sedang mendapat penyelamatan, sedangkan pergeseran kutub akan membawa masalah kurangnya penyelamatan. 
Pesannya di sini adalah untuk berada di luar bangunan-bangunan besar yang dapat roboh dan meremukkan orang.   
Pesannya di sini adalah untuk tidak mengantisipasi penyelamatan, melainkan mempersiapkan diri untuk menyelamatkan diri.
[Pasca Bencana, Diabetes dan Malaria Merebak di Haiti] 
Haiti Survivors Face Outbreaks of Diarrhea, Malaria, January 14, 2010: Survivors of the earthquake in Haiti that may have killed as many as 100,000 people face deadly outbreaks of diarrhea, measles and malaria after its already fragile clean water and health-care systems were destroyed. … Diarrheal diseases, including cholera and e. coli, cause severe dehydration and strip the body of needed nutrients. Diarrhea will flourish as survivors struggle to find clean water and safe food. … The chance of survival plummets for someone buried under rubble after 48 to 72 hours. When those with more serious injuries are being treated, people with broken bones and other more moderate ones can get infections while they wait. … There are also shortages of things like gasoline, which affects the working of all kinds of vital equipment. … There's going to be a secondary wave of people migrating from Port-au-Prince to the towns. They'll come up to live with relatives and they won't have housing or food. So people who don't have enough food to begin with will have to split their food. Despair, anger, and the inevitable looting follow. http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601087&sid=arxZJfdcT_i0
[Pasca Bencana, Amarah Rakyat Merebak Akibat Kurangnya Bantuan] 
Anger Mounts as Haiti sees Little Sign of Aid, January 14, 2010: Sporadic gunshots were heard, and witnesses said there had already been some looting in a city that has seen bloodshed and violence over the past decades.  More than 48 hours after the quake, Haitians were still digging by hand through mountains of concrete and rubble while the screams and moans of those buried below rang out. Some people had set up temporary shelters with sheets and covers in a public square, while others were trekking out carrying meagre belongings, searching for safer places outside the city. http://rawstory.com/news/afp/Anger_mounts_as_Haiti_sees_little_s_01142010.html
Ada rasa urgensi dalam upaya mendapatkan bantuan bagi rakyat yang membutuhkannya di Haiti, karena ditakuti akan ada yang lebih dari kematian. Ketiadaan hukum, dalam ketiadaan kendali pemerintah, adalah yang ditakuti.
Pemerintah Haiti tidak mencukupi, dengan cara yang serupa dengan apa yang akan terjadi setelah pergeseran ktubu atau bencana-bencana alam besar yang akan mulai menimpa dunia menuju Minggu-Minggu Terakhir menuju Pergeseran Kutub. 
Haiti memiliki sejarah kekerasan, dengan pasukan-pasukan penghukum mati yang membawa-bawa golok.
Menurut para alien Zeta, konfrontasi-konfrontasi antara orang-orang yang baik hati, yang akan bekerja untuk kelangsungan hidup mereka serta membantu orang-orang lain akan melakukan hal yang sama, akan terjadi dengan mereka yang ingin terus hidup dengan menjarah. 

Prediksi ZetaTalk terjemahan bebas 3 Juli 2004: 
"Berangsur-angsur, grup-grup survivor yang tersisa adalah yang bekerja keras, semuanya bercocok tanaman pangan atau menangkap hewan buruan dan saling bekerja sama dengan eratnya.

Preman yang sendirian akan sesekali bertemu grup-grup itu, namun ia akan melarikan diri ke hutan sendirian, dengan kemampuan bertahan hidup yang sangat minim, atau terbunuh karena berupaya menjarah grup yang bekerja keras.

Sebuah grup yang menjaga agar kelaparan tidak melanda dengan kerja sama yang sangat erat serta perencanaan seksama akan langsung mengenali orang-orang yang melakukan hal yang sama, dan juga langsung mengenali grup yang telah bertahan dengan menjarah. Ada ribuan tandanya.  
Oleh karena para penjarah terus semakin mendapati diri mereka tidak memiliki apa-apa sehingga saling mencari mangsa, merekapun kekurangan gizi, berkoordinasi dengan buruknya serta melemah, dan buta oleh murka karena tidak mendapat apa yang diinginkan saat menginginkannya. 
Dalam sebuah pertempuran dengan grup-grup survivor yang saling menjaga, para preman itu dengan mudahnya diciduk, lalu, lebih jauh lagi, dibinasakan.   
Di dunia sekarang ini, keadilan yang main hakim sendiri semacam itu akan mendatangkan hukuman-hukuman yang keras--penjara--karena hukum-hukum yang ada tidak hanya dirancang untuk menjaga agar para preman itu tidak berkeliaran di jalanan, tapi juga karena rasa takut di kalangan orang-orang yang mengendalikan kelas budak mereka, bahwa kelas pekerja mungkin akan memberontak.
Namun, setelah pergeseran kutub, dengan tiadanya polisi dan militer, matinya telepon, dan ketetapan yang jelas tentang mana yang penjahat dan mana yang korban, berdiri saja di belakang dan membiarkan penjahat melakukan kemauannya bukanlah opsi yang akan diambil. 
Bayangkan sebuah pengadilan dimana para korban kejahatan menetapkan sendiri hukuman (bagi penjahat), maka Anda akan melihat masa depan geng-geng Pengabdi-Ego yang menjarah grup-grup survivor."

Kondisi Mengenaskan Haiti Pasca Gempa 2010
Download Laporan PBB: Report_Haiti_2010 (pdf)

Laporan-laporan jurnalis mengisahkan apa yang terjadi di Haiti pasca gempa 2010 dalam waktu, secara khas, kurang dari satu minggu.
Penjara-penjara rusak parah sehingga napi-napi terlepas. Penjarahan meluas, dengan orang-orang dan geng-geng penjarah dan perampok merajalela. Bantuan internasional turut dijarah. Kejahatan merebak di tengah-tengah kevakuman hukum. Penjarahan dan pemerkosaan menjadi umum. Kepala polisi memohon bantuan internasional untuk menangani napi-napi yang lepas. PBB melaporkan rakyat Haiti, meskipun demikian, menghadapi masalah itu dengan tenang, dan kejahatan terjadi secara sporadis. Namun, tak urung, siapapun yang terjebak dalam situasi itu meskipun bukan korban akan menjadi was-was.       
In the midst of looting chaos, January 18th, 2010: Anderson Cooper, AC360° Anchor We were covering another story when we heard shots being fired. We ran toward the sound and found a store being looted. Two Haitian police officers were occasionally firing into the air to try to keep order, but that only worked for a few moments, then the looting would begin again. They were stealing boxes of candles. An American businessman named Tony who owns two stores nearby barricaded one street to keep looters away. He had armed the two Haitian police with automatic weapons, and they were assisting him, but they were not able to control anything beyond their barricade. It quickly became a free-for-all. Young men began fighting one another for the stolen items. A number of young men had knives, and planks of wood, screwdrivers and rocks. They were using their improvised weapons to threaten and injure others who had stolen items from the store. The robbers were now being robbed. One group of looters whipped another man with a leather belt. They punched him as well, and they stole the sack of goods he'd just stolen. http://ac360.blogs.cnn.com/2010/01/18/anderson-in-the-midst-of-looting-chaos/
WFP: Food Supplies Looted in Port-au-Prince, 18 Jan. 2010: Aid is slowly beginning to trickle in more than forty-eight hours after the earthquake struck. Aid flights were diverted for over five hours Thursday because of a lack of space and fuel at the Port-au-Prince airport. Earlier today, the World Food Programme said its Port-au-Prince warehouses had been looted. The United Nations is planning to make an appeal today for $550 million in emergency aid. The first US troops have begun to arrive in Haiti, the first wave of an expected deployment of over 5,500 US forces. On Thursday, President Obama said the US would contribute a first installment of $100 million in aid to Haiti. http://ac360.blogs.cnn.com/2010/01/18/anderson-in-the-midst-of-looting-chaos/ 
Haiti police appeal for help over escaped prisoners, 22 January 2010:A police chief in the Haitian capital, Port-au-Prince, has appealed for help to tackle criminals who escaped when the earthquake wrecked the main jail. Insp Aristide Rosemont, of the Cite Soleil slum area, told the BBC a large number of gangs had begun robbing and looting since the prison escape. Correspondents say security fears have slowed aid distribution in some areas. But despite problems in Cite Soleil, UN officials say the capital is largely calm, with only sporadic violence.There was at least one further strong aftershock on Friday, but no reports of resulting damage, injury or panic. The US ambassador to Haiti, Kenneth Merten, told US broadcaster PBS that "people should be aware that the vast majority of Haitians here are behaving in a calm and peaceful manner". However, an adviser for the UN children's fund Unicef raised concerns about possible child trafficking, which he said had been a problem before the earthquake. http://news.bbc.co.uk/2/hi/8474293.stm
Geng-Geng Perusuh Merajalela
Trust.org melaporkan situasi chaos di Haiti kala itu. Beberapa kota kecil dan kota besar, termasuk beberapa wilayah ibu kota berada dalam belas kasihan geng-geng bersenjata. Jaringan penjahat sering kali terkait dengan keluarga-keluarga kaya yang berpengaruh. Grup-grup eks-tentara didanai oleh para elit kaya raya dan beroperasi di daerah-daerah terpencil, serta pernah membantu dalam melengserkan Presiden Jean-Bertrand Aristide pada 2004. Pasukan perdamaian PBB yang ditempatkan di Haiti sejak 2004 untuk membantu mengendalikan kekerasan politik dan geng telah membuat resah rakyat karena tidak membantu dan malah diduga melakukan kejahatan. Haiti juga salah satu negara dengan peringkat tertinggi yang terinfeksi HIV di luar Afrika sub-sahara.
Haiti troubles, 29 Jan. 2014:  Several towns and cities, including parts of the capital Port-au-Prince, are at the mercy of armed gangs, some of them with links to political parties. Murder and rape are commonplace. Groups of former soldiers are funded by wealthy elites and operate in rural areas. They helped oust President Jean-Bertrand Aristide in 2004. Haiti’s criminal networks are often linked to powerful families. A U.N. peacekeeping force has been in Haiti since 2004 to try to contain political and gang violence. But there has been public unease over the U.N. role in Haiti. Anger rose over allegations of rape, on top of allegations that poor sanitary conditions at a camp of U.N. troops from Nepal was responsible for introducing a cholera epidemic to the country. The outbreak was Haiti's first in decades and quickly spread across the country. It began in October 2010 and, by January 2011, it had killed 3,600 people. By January 2014, nearly 8,500 people had died and 690,000 people had been infected. The country has one of the highest rates of HIV infection outside sub-Saharan Africa. http://www.trust.org/spotlight/Haiti-troubles/?tab=background
Baca juga: