Tentang Penembakan Masal di Sekolah

Baca juga:
Polarisasi Spiritual

tentang Tragedi Columbine dan Tragedi Amish

Kasus pembunuhan masal di sekolah, yang marak terjadi dalam belasan tahun terakhir ini, pernah terjadi dahulu sekali, pada 1927, berupa pengeboman di Sekolah Bath, di Michigan, AS. Pengeboman itu menewaskan 38 murid sekolah dasar dan 6 orang dewasa, serta melukai 58 orang, yang diakhiri sang pembunuh dengan bunuh diri. Peristiwa ini merupakan pembunahan masal paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Bath School disaster: The Bath School disaster is the historical name of the violent attacks perpetrated byAndrew Kehoe on May 18, 1927 in Bath Township, Michigan, that killed 38 elementary school children and six adults in total, and injured at least 58 other people. Kehoe first killed his wife, fire-bombed his farm and set off a major explosion in the Bath Consolidated School, before committing suicide by detonating a final explosion in his truck. It is the deadliest mass murder in a school in United States history. /wikipedia
Setelah itu, bermunculan kasus-kasus pembunuhan masal lainnya di beberapa sekolah Amerika berupa penembakan, seperti yang pertama kali terkenal, di SMA Columbine, Colorado, pada 1999, dan di sekolah Amish, Pensylvania, pada 2006. Dan itu baru dua saja dari banyak kasusnya hingga kini. 

Apa yang sesungguhnya melatarbelakangi fenomena pembunuhan masal di sekolah itu yang diiringi dengan bunuh diri para pembunuh dan ada yang disertai penganiayaan seksual? Apakah akibat maraknya promosi kekerasan dan pornografi di media-media komunikasi? Berikut para alien Zeta menjelaskan hal-hal gelap yang melandasi realita gelap itu, yang terkait dengan Polarisasi Spiritual.  

Tentang Tragedi Columbine
Penembakan membabi-buta di SMA Columbine, Lilttleton, Kolorado, menewaskan 12 siswa dan seorang guru, serta melukai 24 orang, dengan pembunuhnya bunuh diri.
Tragedi Columbine: Tragedi Columbine adalah peristiwa penembakan membabi-buta yang terjadi pada Selasa, 20 April 1999, di SMA Columbine di Kabupaten Jefferson, Colorado, dekat Denver, Amerika Serikat. Dua siswa remaja, Eric Harris dan Dylan Klebold, melakukan penembakan membabi-buta, hingga menewaskan 12 rekan siswa dan seorang guru, serta melukai 24 orang lainnya, dan kemudian melakukan bunuh diri. Kejadian ini dianggap sebagai penembakan di sekolah yang paling banyak menelan korban, dan serangan kedua yang paling hebat di sebuah sekolah dalam sejarah Amerika Serikat setelah tragedi Sekolah Bath.  /wikipedia
Penjelasan ZetaTalk [Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Littleton Massacre, Note: written Jun 15, 1999
Pembantaian di Littleton tentu saja tidak unik. Telah ada beberapa pembantaian semacam itu baru-baru ini, dan akan ada beberapa lagi, yang juga tidak akan terbatas di sekolah-sekolah saja. 
Gelombang kekerasan atau sadisme membuat orang menggaruk-garuk kepala dan bertanya-tanya apa yang menyebabkannya. Analisapun dilakukan.
Apakah si orang tua mengabaikannya? Apakah karena musik rock and roll, makanan yang mereka makan, prilaku meniru-niru (copycat)? 
Tak satupun dari itu. Betapapun sulitnya bagi sebagian orang untuk menyakini hal ini, ada polarisasi dimana anak-anak tertentu berinkarnasi dengah ruh-ruh yang berada dalam ujian terakhir mereka. Mereka telah ditakdirkan untuk berkemas-kemas dan tinggal dengan jenis mereka sendiri, dan berada di ujung tanduk untuk membuat keputusan namun masih memiliki kebimbangan besar tentang kemana harus melangkah 
haruskah berempati dan mempedulikan orang-orang lain sebanyak mempedulikan diri sendiri, atau memikirkan diri sendiri dan menuruti saja kemauan diri dengan apapun yang bisa mereka dapatkan bagi diri sendiri.   
Mereka membutuhkan dorongan terakhir. Dalam beberapa kasus, mereka memilih demi kehidupan yang lebih baik. Mereka ditempatkan dalam suatu situasi hidup lalu beralih menolong orang lain dan melanjutkan pilihan itu dan tumbuh di jalan yang berbeda (dari sebelumnya--pen.). 
Tapi untuk banyak kasus, ini adalah keputusan terakhir. Pada titik waktu itu, hal-hal bergerak ke dua arah. 
  • Satu jalan adalah berinkarnasi di bumi sebagai individu yang berorientasi Mengabdi-Kebaikan dimana si individu benar-benar peduli kepada orang lain sebanyak kepada diri sendiri. 
  • Jalan yang satunya lagi adalah meninggalkan bumi ini dan bergabung bersama mereka yang peduli kepada diri sendiri sebanyak 95% dari waktu mereka, dan jarang sekali, kalaupun pernah, memikirkan orang-orang lain. 
Orang-orang yang berada di antara kedua golongan itu adalah mayoritas luas yang akan pindah ke alam lain (alam air densitas ke-3--pen.), karena masih terlalu muda dalam keberadaan spiritual mereka sekarang untuk mampu membulatkan tekad, maka mereka akan melanjutkan kecenderungan itu di alam yang lainnya lagi itu. 
Jadi apa yang terjadi, dengan sebagian anak-anak muda yang sangat violent yang muncul dalam berita akhir-akhir ini, atau dengan kesadisan yang ekstrim di kantong-kantong tempat tertentu di bumi ini? 
Meskipun kita pernah melihat hal in sebelumnya, sepertinya kali ini lebih jelas dan pasti pembagiannya. Pada saat bersamaan, ada lebih banyak demokrasi, lebih banyak rasa peduli ekologis bagi dunia, dan tingkat kriminal menurun. Jadi ekstrim yang satu ini sangat kontras (dengan ekstrim yang satunya).
Ada jiwa-jiwa Pengabdi-Ego yang sangat matang yang sering kali berupaya mempraktekkan sadisme dan kendali mereka terhadap orang-orang lain serta mengeraskan hati mereka untuk menciptakan kematian dan kerusakan, menakut-nakuti dan mengintimidasi orang lain--keahlian-keahlian yang akan mereka butuhkan untuk inkarnasi mereka selanjutnya (di sebuah alam Mengabdi-Ego, atau Planet Koloni Penjara--pen.) 
Jika mereka membulatkan tekad, itu karena mereka sedang berharap untuk dapat masuik ke dunia itu sebagai individu yang berbeda dengan individu rendahan, yaitu sebagai seseorang yang mungkin dapat dipandang sebagai letnan bagi seorang individu bertangan besi di lingkungan baru itu (di alam lain yang Mengabdi-Ego--pen.). Mereka akan mencoba mendapat tiket masuk dengan menjadi ganas dan sadis dan mengerikan dalam tekad mereka untuk mendominasi orang-orang, untuk menciptakan situasi mengendalikan, dan untuk menunjukkan bahwa mereka sendiri tidak dapat diintimidasi dengan mengarahkan senjata ke diri mereka sendiri.
Hal ini ada di hampir semua kasus kekerasan ekstrim dan tak dapat dijelaskan yang Anda lihat dilakukan anak-anak muda sekarang ini. Seandainya Anda dapat pergi ke rumah-rumah anak-anak itu dan mengamati mereka selama pertumbuhan mereka, akan Anda dapati bahwa mereka itu bukan anak-anak normal, meskipun para orang tua mereka bisa jadi tidak menyadarinya. 
Dalam prilaku sosial eksternal, mereka begitu lihainya berhati-hati untuk patuh sehingga melebur dalam lapisan-lapisan masyarakat. Namun ada sesuatu yang dapat dikatakan orang lain kepada Anda bahwa mereka merasa ada yang salah: sebuah vibrasi, suatu rasa dinginnya hati, kurangnya rasa peduli, dan kelambatan dalam merespon situasi-situasi tertentu dimana orang lain yang berada dalam setting yang sama akan telah terperanjat dan lari menolong orang lain. Itulah tanda-tanda kecil itu, yang umumnya terlewatkan namun ada di sana.

Tentang Tragedi Sekolah Amish
Penembakan yang terjadi di sekolah Amish pada 2 Okt. 2006 di sebuah dusun yang tenang di Pensylvania, AS, desa di Bart Township, menewaskan lima anak perempuan. Bunuh diri mengakhiri si pembunuh, Charles Carl Roberts IV, seorang pedofil yang pernah menyatakan kepada istrinya bahwa ia telah menganiaya secara seksual 20 orang kerabat perempuannya dan ingin melakukannya pada anak-anak.
Penembakan di sekolah Amish: Penembakan di sekolah Amish terjadi pada 2 Oktober 2006, ketika seorang laki-laki bersenjata menyandera dan akhirnya membunuh lima anak perempuan (usia 7–13) dan kemudian bunuh diri di Sekolah West Nickel Mines, sebuah gedung sekolah Amish yang terdiri dari satu ruang kelas di Nickel Mines, sebuah desa di Bart Township, Kabupaten Lancaster, Pennsylvania, Amerika Serikat. /wikipedia
Penjelasan ZetaTalk [Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Amish Massacre written Oct 7, 2006 on the live GodlikeProduction live chat.]
Penembakan-penembakan di sekolah telah bermunculan dalam berita dalam sepuluh tahun terakhir ini di AS, sebagai sebuah kemuculan baru. Itu bukan kasus baru, namun tingkat kekerasannyalah yang baru. Dan kejadiannya di sekolah-sekolah di pinggiran kota yang tenang ketimbang di sekolah-sekolah di pusat kota adalah hal baru. 
Di daerah-daerah kumuh, perkelahian dengan pisau biasa terjadi, dan banyak sekolah memiliki penjaga-penjaga bersenjata di pintu gerbang sekolah agar sekolah dapat berfungsi. Di lingkungan-lingkungan seperti itu, penembakan dari mobil yang lewat dapat terjadi, dengan orang yang tak bersalah menjadi target, untuk pernainan. Hal ini jarang diberitakan, karena dianggap umum terjadi, dan media massa menjadi calo-calo kaum kaya raya atau kaum nyaman, beserta kepentingan-kepentingan dan minat-minat mereka. Kebanyakan, kasus kekerasan di sekolah-sekolah di daerah-daerah kumuh baru disebut-sebut dalam berita ketika statistik peningkatan kekerasan populasi penjara dibahas. 
[Pembunuhan Masal Pindah Ke Wilayah Tenang] Lalu apa yang membuat prilaku ini pindah ke lingkungan-lingkungan perumahan yang tenang, dan ke wilayah-wilayah pinggiran/pedalaman yang damai dan relatif bebas dari kejahatan, dan dengan tingkat kekerasan yang tidak diantisipasi oleh para pengelola sekolah serta tidak pernah terjadi sebelumnya? 
Telah kami sebutkan bahwa masyarakat seharusnya mengantisipasi peningkatan polarisasi antara orang-orang yang Mengabdi-Kebaikan dan yang Mengabdi-Ego seiring dengan berjalannya Transformasi Bumi.  
Jiwa-jiwa yang telah berulang-ulang berinkarnasi, di masa silam, menyadari (secara bawah sadar--pen.) pergeseran-pergeseran kutub silam, menyadari tentang pembinasaan yang terjadi selama pergeseran kutub, dan menyadari dari diskusi-diskusi (sebelum berinkarnasi--pen.) dengan para ruh pembimbing mereka bahwa inkarnasi ini akan menjadi rumah sekolah mereka yang terakhir yang membolehkan pembauran kedua golongan orientasi spiritual.
Maka, mereka yang Mengabdi-Ego sering kali menorehkan tanda ketika mereka pergi (selama-lamanya/mati--pen.), untuk menunjukkan kepada para bos (makhluk gaib--pen.) mereka bahwa mereka dapat dipercaya untuk bersikap kejam, karena berharap untuk dapat bersaing dalam memperebutkan posisi-posisi terbaik di alam-alam baru mereka.
Telah kami sebut selama penjelasan tentang pembantaian di Columbine bahwa umat manusia harus mengantisipasi lebih banyak lagi episode ini, karena banyak individu yang sangat Mengabdi-Ego telah memutuskan untuk keluar secara habis-habisan, yang dapat mengendalikan keluarnya mereka (keluar dari bumi ini dengan bunuh diri--pen.), dan tidak menanti Pergeseran Kutub yang secara potensial akan mengendalikan mereka. 
Lalu mengapa ada penganiayaan seksual terhadap anak-anak perempuan kecil menjadi bagian dari paket itu? Sekedar pembunuhan dan teror tidaklah cukup, mereka menaikkan standar mereka ke pedofilia, dan saling berkompetisi!