Cara Mengajak Orang Mempersiapkan Diri

Survival Ekstrim

Dari upaya keputusan-keputusan bijak di lingkup kecil akan tumbuh kepemimpinan yang mengayomi di masa-masa sulit. Ibaratnya, dari tunas akan tumbuh- berkembang menjadi pohon besar yang kokoh, bertahan selama ribuan tahun berakar kearifan. Banyak manusia sekarang ini dari kalangan biasa yang sesungguhnya telah dewasa sehingga mampu membuat keputusan-keputusan bijak di masa-masa sulit. Maka semuanya kini berada di tangan manusia. Para leluhur membantu hanya jika manusia mau merubah diri, yaitu bekerja demi kepentingan orang banyak sesuai kebutuhan jaman, dari lingkupnya dulu.

Tak mudah menyampaikan berita buruk, karena si penerima berita buruk bisa bereaksi bermacam-macam, mulai dari tenang hingga mengamuk histeris.
"Jika Anda menyebut-nyebut tentang gejala-gejala alam kepada orang-orang yang Anda pedulikan, tanpa menuntut apapun seperti misalnya perjanjian, mereka akan datang kepada Anda jika masa sulit itu tiba dan merasa khawatir, karena menganggap diri Anda intuitif dan awas. Mereka akan menjadi pendengar yang siap mendengarkan dengan baik." (ZetaTalk)
Mengapa demikian? Karena kita hidup di jaman Transformasi, jaman penyortiran menjadi 3 golongan :
  1. mereka yang peduli orang lain, setidaknya sebanyak diri sendiri 
  2. mereka yang peduli diri sendiri (kecondongannya : sombong/sok/sangat kurang empati, sehingga tak bisa diharapkan untuk mencerna dengan baik informasi yang bisa menolong) 
  3. mereka yang masih suka hura-hura/santai (belum bisa memutuskan mau menjadi golongan peduli orang lain atau peduli diri sendiri semata). 

Setiap orang bisa punya reaksi/penyikapan berbeda terhadap berita-berita bencana alam dahsyat :
  • Ada yang akan semakin menyangkal seberapapun besarnya bukti sudah jatuh di depan matanya. (Baca: Tentang Penyangkalan Manusia)
  • Ada yang tiba-tiba patah arang, lalu sadar dan terorientasi. 
  • Ada yang tampaknya akan bisa menjadi partner kokoh, berencana, tapi kemudian menjauh dan bersikap tak pedulian ketika waktu bencana alam dahsyat semakin dekat. 
  • Ada  yang begitu histeris sampai-sampai, jika dibiarkan, menganggu orang-orang di sekelilingnya.

Tak Perlu Heran Dengan Reaksi-Reaksi Negatif Orang 
Dari semua kemungkinan reaksi itu, hasil akhirnya bisa mengejutkan. Misalnya, yang histeris bisa jadi adalah orang yang diharapkan akan menjadi batu pijakan yang kokoh, sementara orang yang tampak lemah ternyata adalah si batu pijakan kokoh, sehingga membuat terkejut semua orang.  Maka memberi tahu tentang realita bencana alam bukan hal mudah, sebagaimana yang mungkin telah dialami banyak orang, karena variabelnya sebanyak jumlah populasi terkait itu sendiri. Maka, saran para alien Zeta, "jangan simpan semua telur dalam satu keranjang", bersikap seluwes mungkin, dan tak perlu kaget dengan reaksi-reaksi misalnya, cengeng kekanak-kanakan atau menghujat, dari orang yang selama ini Anda kenali dewasa atau, bahkan, bijak, atas berita-berita terkait bencana alam dahsyat.

[Sumber: zetatalk.com]