Peranan Negara Norwegia Dalam Skenario Kiamat Bumi

Ada banyak sekali yang bisa dikerjakan orang-orang yang peduli untuk membantu sesamanya sesuai kemampuannya atau keahliannya dalam menghadapi bencana-bencana alam dahsyat. Jika tak mampu, kita setidaknya masih bisa berdoa untuk keselamatan dan kebaikan orang-orang yang tertimpa bencana-bencana alam, tak hanya di negeri ini tapi juga di negara-negara lain, yang juga adalah para saudara kita.

Negara-negara Nordic, yang berada di Utara Eropa, masuk dalam daftar negara-negara yang paling rendah tingkat korupsi dan kejahatan umum lainnya, paling bersih dalam masalah lingkungan, serta yang terbaik dalam pendidikan di sekolah. Negara-negara Nordic tersebut adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia, termasuk wilayah-wilayah teritori mereka, yaitu Greenland, Aland, dan Kep. Faroe. Sekedar catatan, tiga dari negara-negara tersebut, yaitu Denmark, Norwegia, dan Swedia, juga disebut negara-negara Skandinavia.

Hal ini sebenarnya tak mengherankan, karena dengan pencapaian-pencapaian unggul semacam itu, bisa dipastikan mayoritas populasi negara-negara Nordic memiliki orientasi spiritual yang sangat tinggi dalam Mengabdi-Kebaikan (Service-to-Other), yaitu sikap egaliter dan saling membantu secara ikhlas tanpa memandang SARA. Salah satu cerminannya terdapat dalam prinsip pendidikan di sekolah Finlandia sejak tingkat awal. Yaitu, mengajarkan anak-anak untuk mengenali dan menghargai keunikan pribadinya sekaligus menghargai dan berpandangan positif terhadap orang-orang yang berbeda dalam kultur dan lingkungan, dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan serta minat-minat orang lain; dengan demikian si anak dapat tumbuh dewasa dan mandiri sehingga mampu mengambil keputusan-keputusan yang bertanggung jawab untuk dapat aktif memberi sumbangsih dalam masyarakat serta membantu orang-orang yang membutuhkan bantuannya.
"Education in Finland is an egalitarian system, with no tuition fees and with free meals served to full-time students. ... Finnish early childhood education emphasizes respect for each child’s individuality and the chance for each child to develop as a unique person. Finnish early educators also guide children in the development of social and interactive skills, encouraging them to pay attention to other people’s needs and interests, to care about others, and to have a positive attitude toward other people, other cultures, and different environments. The purpose of gradually providing opportunities for increased independence is to enable all children to take care of themselves as “becoming adults,” to be capable of making responsible decisions, to participate productively in society as an active citizen, and to take care of other people who will need his [or her] help.” [wikipedia]
Mereka pun responsif terhadap pesan-pesan UFO di langit mereka dan bertindak sesuai nurani mereka, menurut para alien Zeta. Salah satu contohnya adalah  peranan yang diambil oleh negara Norwegia dalam menghadapi Pergeseran Kutub. Negara ini mendanai sebagian besar proyek pelestarian benih-benih tanaman pangan dunia dalam persiapan menghadapi kiamat bumi dalam proyek "Doomsday Vault". 

Proyek Pelestarian Benih Tanaman Pangan Dunia "Bahtera Nuh"  
Di tahun 2006 Norwegia berencana untuk membangun "doomsday vault (gudang kiamat)", yang berisi benih-benih tanaman pangan dari berbagai varietas di seluruh dunia untuk dilestarikan, yang akan dikubur di dalam permafrost sebuah gunung di Pulau Spitsbergen, di Kutub Utara. Gudang tersebut akan dirancang dengan tingkat pengamanan tinggi jenis Fort Knox dan untuk bertahan selama bencana-bencana dahsyat akibat perang nuklir maupun alam yang akan merusak sumber-sumber pangan dunia. Proyek ini juga dikenal sebagai "Noah's Ark (Bahtera Nuh)". Pengelolanya adalah Global Crop Diversity Trust. Sebagian pendanaan berasal dari badan pangan PBB, FAO. ['Doomsday' seed bank to be built, BBC]

 Doomsday Vault
 Image credit : msnbc

Svaldbard Global Seed Vault--nama lain dari "gudang kiamat" tersebut--dibuka di tahun 2008. Gudang tersebut, yang dapat menyimpan sekitar 2,5 milyar benih pada suhu alami Kutub Utara selama sekitar 20.000 tahun, telah terbukti menyelamatkan benih-benih dari negara-negara lain, yaitu ketika terjadi peperangan di Irak dan Afganistan, penjarahan selama kerusuhan di Mesir yang menghancurkan beberapa jenis benih, serta kebakaran di bulan Januari yang menghancurkan beberapa varietas tanaman di National Plant Genetic Resources Laboratory di Filipina. [Doomsday Vault Holds Seeds That Could Save the World, msnbc, 2012] 
Pendapat para alien Zeta tentang proyek tersebut:
(Terjemahan bebas) "Benih-benih yang disimpan dalam kondisi-kondisi optimum dapat bertahan luar biasa lamanya, sebagaimana yang dapat disaksikan dari temuan sesekali atas benih-benih tanaman yang berusia 2000 tahun atau lebih yang masih layak tanam.
Norwegia adalah negara yang, kami sebut saja, sekokoh batu, dan gudang itu dipilih karena kemampuannya untuk bertahan dari gempa-gempa besar. Para individu yang terlibat (dalam proyek itu) bukan orang-orang bodoh. UFO memang berkomunikasi dengan orang-orang di bawahnya yang menontonnya, namun ada banyak pesannya terhadap para manusia yang berhati lapang. 
Mereka (bangsa Norwegia) telah diberi tahu tentang apa yang akan terjadi, yaitu banyak aspek dari pergeseran kutub, karena banyak orang di Norwegia yang akan selamat dan punya peranan untuk membantu para orang yang selamat di tempat-tempat lain. Mereka adalah orang-orang yang merasa nyaman berada di kapal, dan mampu membangun network-network di seluruh wilayah lautan yang luas karenanya!"   [http://www.zetatalk.com/index/zeta439.htm]
"Norwegia adalah negara yang sangat teliti dalam detil, yang mengurus para warga negaranya dengan sangat baik. Kalangan orang di Norwegia yang tahu tak dapat begitu saja mengumumkan kepada dunia apa yang mereka ketahui tentang pergeseran kutub, namun mereka dapat mendedikasikan dana untuk upaya ini. 
Norwegia akan menjadi negara yang hangat setelah pergeseran kutub, yang berada cukup tinggi di atas gelombang-gelombang laut sehingga dapat bertahan selama banjir, dan cukup dekat ke pantai, dengan para nelayan yang ahli, sehingga mampu memberi makan warga negaranya dari laut. Mereka berencana untuk memposisikan diri membantu negara-negara lain Pasca Pergeseran Kutub (Aftertime). Itu baik bagi mereka!" [http://www.zetatalk.com/index/zeta417.htm]