Peningkatan Polarisasi Spiritual (Peningkatan Kekerasan) REVISI

Transformasi Bumi

Terjemahan bebas ZetaTalk: Rampant Violence, written July 2, 2006

"Telah kami nyatakan sejak awal ZetaTalk bahwa peningkatan polarisasi orientasi spiritual akan terjadi, menuju pergeseran kutub dan sudah pastinya setelahnya, akibat proses Transformasi Bumi.

Kalau peningkatan polarisasi dapat menjelaskan negara-negara seperti Swedia yang terus condong ke arah kepedulian terhadap para warga negaranya VERSUS negara-negara seperti Indonesia yang semakin brutal terhadap para warga negaranya, maka hal ini sepertinya tidak menjelaskan peningkatan kebrutalan pada umumnya. 
Namun inilah wajah lain dari proses polarisasi tersebut. Orang-orang Pengabdi-Ego merasa mereka sedang didorong keluar, terisolasi, sehingga bereaksi dengan mengamuk.
Ini adalah reaksi dari orang yang (misalnya) suka memukuli istri yang diberi tahu bahwa istrinya akan meninggalkannya. Ini menghasilkan (misalnya) penguntitan, mutilasi, dan kematian--"berani-beraninya si korban melarikan diri!" 
Lihatlah juga, misalnya, ke peralihan event-event di AS dimana Administrasi Bush dalam posisi tergantung-gantung, mengantisipasi kehilangan dukungan dari Kongres, tapi bertahan dengan tuntutan-tuntutan mereka, dan baru-baru ini saja mendapati bahwa Mahkamah Agung menolak argumentasi-argumentasi mereka. Ada laporan-laporan terjadinya amuk mereka. Dengan angkuhnya mereka melanjutkan rencana-rencana mereka meskipun muncul oposisi. Seolah-olah mereka itu akan selalu menang melawan semua perlawanan itu dan tidak akan dikekang!
Para Pengabdi-Ego beroperasi bersama satu sama lain dengan cara ini, dengan peperangan yang meratakan yang akan mengokohkan perintah-perintah kediktatoran. Dan meskipun hal ini tidak selalu tampak nyata ketika orientasi spiritual orang (Pengabdi-Ego dan Pengabdi-Kebaikan) membaur, inilah modenya ketika orientasi spiritual yang terlibat eksklusif Mengabdi-Ego.

[Peningkatan Dikotomi] 
Terjemahan bebas ZetaTalk: Increasing Dichotomy, Nov 15, 1995

"Selama Transformasi, para Pengabdi-Kebaikan saling ketemu dan saling mematuhi, dengan mengecualikan kepatuhan terhadap orang-orang yang masih belum dapat memutuskan secara spiritual (belum dapat memilih menjadi Pengabdi-Ego atau Pengabdi-Kebaikan - mereka adalah para Peragu - pen.). 
Tentu saja, karena para individu ini (Pengabdi-Kebaikan) menjadi pegangan bagi orang-orang lain, maka para Peragu akan mengerubutinya untuk mendapat perhatian dan waktu mereka, namun orang-orang ini akan semakin diberi instruksi-instruksi untuk membantu diri sendiri dan disuruh pergi. 
Nyatanya, para Peragu dapati bahwa lingkungan yang disediakan oleh sebuah komunitas Pengabdi-Kebaikan merupakan kendala, suram. Tak ada konfrontasi, semua orang berdedikasi dan sibuk dengan pekerjaan, tidak cukup semarak. 
Sedangkan para Pengabdi-Ego umumnya diusir dari rank-rank Pengabdi-Kebaikan maupun Peragu, seperti sekarang ini. 
Terkadang perlu waktu bagi mereka (para Pengabdi-Ego) untuk menunjukkan sifat sejati mereka, yang mana cukup tidak terelakkan. Maka, mereka yang Mengabdi-Ego akan dapati diri mereka berkumpul bersama atas dasar kebutuhan, dan menegakkan birokrasi keras adalah menu pertama sehari-harinya.
[Peperangan Demi Hirarki Komando]
Terjemahan bebas ZetaTalk: Leveling Wars, May 15, 1996

Grup-grup Pengabdi-Ego, ketika menegakkan birokrasi keras, seringkali saling membrutali dan membinasakan yang lainnya, sebagaimana penegakan birokrasi keras dalam sebuah grup Pengabdi-Ego akan mengakibatkan kebrutalan dan pencacatan jika bukan kematian. 

Maka birokrasi keras ditegakkan, dan dipertahankan, dengan metode-metode tangan besi yang sama sehingga seorang tamu yang berkunjung ke sebuah kamp Pengabdi-Ego akan menganggap semuanya luar biasa damai, karena tidak melihat apa yang telah terjadi sebelumnya.