Iklim Pasca Pergeseran Kutub

Berikut para alien Zeta menjelaskan perubahan-perubahan iklim menuju terbentuknya iklim baru yang stabil di Bumi setelah Pergeseran Kutub.

Iklim Suram Selama 25 Tahun
Terjemahan bebas ZetaTalk, August 15, 2009.

Telah kami jelaskan dalam situs ZetaTalk bahwa cuaca suram akan berlangsung selama 25 tahun, yang perlahan-lahan berkurang. Untuk beberapa area, yang dekat dengan gunung-gunung berapi dan kemana angin bertiup dari gunung-gunung itu, cuaca suram itu akan berlangsung lebih lama.
Laut-laut akan memanas, akibat gesekan kerak bumi yang bergerak di atas magma, maka dapat diasumsikan akan ada periode musim yang lebih hangat. Dimana kutub-kutubnya mencair, tanahnya akan terasa dingin, yang akan perlu waktu lebih lama untuk menghangat kembali, dlsb. .
Perubahan Iklim Setelah Pergeseran Kutub

Terjemahan bebas ZetaTalk: Climate Changes, Note: written prior to July 15, 1995

[Iklim Segera Setelah Pergeseran Kutub]
Pergeseran kutub, tentu saja akan mempengaruhi iklim secara radikal. Bagaimana tidak?
Garis khatulistiwa telah berubah, dan wilayah-wilayah yang tadinya beriklim sedang, bahkan kutub-kutub (yang lama--pen.), akan kedapatan berada di bawah sinar matahari khatulistiwa yang terus-menerus dan panas. Para penduduk di wilayah itu akan dapati diri mereka terbakar sinar matahari, untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Dan, karena belum pernah memahami fenomena itu, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. 
Sementara, penduduk lain yang tadinya tinggal di wilayah khatulistiwa, akan cepat mati membeku. Suhu-suhu udara anjlok tanpa ampun, sementara mereka semua tidak dipersiapkan untuk itu.
Meskipun demikian, semua itu--kematian itu--adalah kematian yang baik hati, karena orang yang tubuhnya menderita hipothermia akan merasa mengantuk sekali, dalam keadaan setengah sadar lalu seperti jatuh tertidur.  
Hanya sedikit saja wilayah yang tetap sama, karena kebetulan saja memiliki latitude yang sama seperti sebelumnya.
[Iklim Seiring Dengan Waktu]
Seiring dengan waktu, tetumbuhan dan hewan akan berubah, mengakomodasi perubahan iklim. Tetumbuhan, pada khususnya, akan paling terkena dampaknya, karena sangat peka terhadap suhu udara, kelembaban, serta pemaparan terhadap matahari dan angin. Pembinasaan terjadi secara masif, namun tetumbuhan oportunis tertentu akan selamat.

Seiring dengan waktu, terjadi perambatan pertumbuhan tanaman, sedemikian rupa sehingga tetumbuhan yang masih ada dari tempat yang sama tumbuh ke arah luar dimana mereka dapati ramah kondisi-kondisinya lebih ramah bagi mereka. Tetumbuhan oportunis yang mengambil alih, yang mendahului seluruh tetumbuhan yang sedang berjuang hidup, akan dapati diri mereka terdesak, secara tetap, sehingga mengambil posisi status sebelumnya.

Hewan-hewan, karena bersifat mobile, kurang terkena dampak keras, dan mereka menyesuaikan diri siang dan malam dengan kondisi-kondisi baru atau dengan berpindah-pindah.

[Iklim Setelah Beberapa Abad]
Setelah beberapa waktu, beberapa abad, Bumi tampak jauh seperti sebelumnya, hanya saja dengan kutub-kutub baru, sebuah khatulistiwa baru, dan zona-zona beriklim sedang yang baru terbentuk.

[Modulasi Cuaca Setelah Pergeseran Kutub]
Seluruh aktivitas ini akan dimodulasi pada mulanya oleh cuaca vulkanik yang suram akibat Debu Vulkanik yang terjadi dengan irama naik-turun.

Selama jam pergeseran kutub, seluruh gunung berapi, baik yang sekarang aktif maupun tertidur akan meletus. Demikian pula, selama jam ini, angin-angin berkekuatan badai akan mencambuk seluruh lautan. Akibat interaksi ini, atmosfer yang suram dan lembab akan terjadi hampir segera setelah pergeseran kutub.

Penyebarannya, sehingga hal ini terjadi secara merata, akan terjadi dalam beberapa hari setelahnya, dalam satu minggu, namun efek-efeknya segera dirasa oleh tetumbuhan yang memerlukan sinar matahari dan tempat tumbuh yang kering. .

Sinar matahari yang kuat muncul sesekali, di lokasi-lokasi tertentu. Pada utamanya, suasananya seperti senja; selalu ada senja. Kalau ada tetumbuhan yang mati akibat parasit, maka ini lebih disebabkan oleh fakta kurangnya sinar matahari ketimbang perubahan-perubahan iklim.

Kehidupan hewan akan terkena dampak oleh kurangnya pangan, lebih dari perubahan-perubahan iklim.

Namun setelah beberapa dekade, langitpun menjadi jernih, dan kemudian perubahan-perubahan iklim menjadi penentu yang lebih dominan.

Iklim Beberapa Dekade Kemudian

Secara keseluruhan, iklim bumi akan tetap sama dengan sekarang ini, selama dan setelah bencana-bencana alam dahsyat.

Pada mulanya, tepat setelah pergeseran kutub, iklim lokal dimanapun di bumi ini akan merupakan hasil dari beberapa faktor.
  • Iklim sebelumnya, misalnya puncak es kutub sebelumnya, akan mengalami pengaruh pemanasan atau pendinginan. Kondisi ini hanya akan menjadi ekstrim dimana bongkahan-bongkahan es akan berlama-lama atau tanahnya membeku dalam-dalam. Di tempat-tempat lain, pertambahan suhu menjadi panas atau dingin yang sesuai dengan Garis-Bujur-nya akan terjadi dalam beberapa hari. 
  • Penempatan bumi yang sisi siang atau sisi malam, ketika rotasi bumi terhenti selama beberapa hari sebelum pergeseran kutub, lambat laun akan mulai terjadi lagi setelah Planet ke-12 lewat. Lagi-lagi, efek ini akan sirna dalam hitungan hari.
  • Aktifitas vulkanik dan inti bumi yang bergejolak, akan berlanjut selama beberapa dekade setelah pergeseran kutub, sebagaimana dahulu selama dekade yang mendahului sebuah pergeseran kutub. 
Planet X masih akan berkeliaran dekat bumi, selama membalikkan arahnya, kemudian lewat untuk kedua kalinya beberapa tahun kemudian. [Baca: Kedatangan Kedua (Kembalinya) Planet X]
Selama periode ini inti bumi tidak stabil. Secara keseluruhan, aktifitas ini memiliki pengaruh pemanasan yang sedikit saja, beberapa derajat saja paling banyak,  tergantung lokasinya.
Tutupan awan yang tebal akan bertahan selama berdekade-dekade, yang dihasilkan dari aktifitas vulkanik serta hilangnya atmosfer akibat perobekan yang terjadi (pada atmosfer bumi--pen.) selama pelecutan ekor komet (Nibiru--pen.). Awan-awan yang mengandung debu tergantung rendah di atas tanah, dan menciptakan suasana suram yang konstan. Hujan turun hampir terus-menerus.

Namun, meskipun sinar matahari tidak dapat menembus dan jarang berhasil mengintip melalui tutupan awan yang pekat, matahari masih dapat menghangatkan bumi, dan, dengan demikian, pengaruhnya yang menghangatkan di Bumi tidak hilang. Kurang suhu hangat dari matahari, namun udara lembab yang hangat.