Membangun Rumah Dari Barang Rongsokan

Terjemahan bebas Building with Trash, The ZetaTalk Newsletter Issue 383, Sunday February 2, 2014

Telah ada sebuah trend di media massa baru-baru ini untuk mengetengahkan rumah-rumah mungil--maksud ini telah ditunjukkan dalam newsletter Issue 377 dimana diketengahkan rumah-rumah mungil dan kapal-kapal boat sebagai pengganti perumahan setelah Pergeseran Kutub. [Baca juga: Bangunlah Rumah Perahu Sekarang]
Suatu maksud telah sering kali dinyatakan, dalam feature-feature di media massa, mengenai bagaimana material bekas atau rongsokan digunakan selama konstruksi--kayu bekas, pelapis bekas atau jendela-jendela dari rumah yang sudah roboh. Membuat satu langkah lebih jauh, media massa kini juga mengetengahkan rumah-rumah mungil yang secara harafiah terbuat dari sampah (barang-barang rongsokan).

A Tiny House Adorned with Tomato Cans and Grocery Bags, January 15, 2014 http://homes.yahoo.com/blogs/spaces/a-tiny-house-built-with-used-tomato-cans Interior walls are papered over with Trader Joe's grocery bags and pinto bean and flour sacks (coated in linseed oil); the exterior makes use of a local pizzeria's tomato-sauce cans; and flowerboxes are made from discarded stove hoods turned upside down and poked with drainage holes.

'Garbage Warrior' Turns Trash Into Green-Built Houses http://life.gaiam.com/article/garbage-warrior-turns-trash-green-built-houses Would you live in a house made of empty beer cans, old tires and discarded soda bottles? Garbage like this is what renegade architect Michael Reynolds transforms into "earthships". There are mountains of tires around the world, and no one knows what to do with them. Go to the garbage dumps and harvest the mountain of appliances, refrigerators, washing machines and dryers.  Take the baked-n enamel covers and use the panels as scaled roofing to help capture the water. We are constantly finding new materials that are thrown away that can be built into houses. 

Trash Treasure: Rome Villa is an Entirely Recycled Sanctuary http://dornob.com/trash-treasure-rome-villa-is-an-entirely-recycled The things we throw away are often still completely usable in some way – it just takes a bit of imagination to see their potential. Officina Roma is more or less a three-dimensional collage that one can actually step inside of. It is made of old bottles, used car doors, discarded furniture, trashed wood, recycled oil barrels and even partial car bodies. 

Swimming Cities: Floating Trash or Modern Pirate Treasure? http://dornob.com/swimming-cities-floating-trash-or-modern-pirate Set against the backdrop of a contemporary city skyline, this ramshackle collection of recycled parts looks as much like a half-sunk pirate ship of pile of floating debris as it does a functional floating hobo-style hodgepodge home.

Mengapa hal ini penting?
Publik kemungkinan sekali akan, setidaknya, ingat masalah yang sedang dibahas itu lalu melihat gambar-gambarnya. Di masa mendatang, pembangunan rumah-rumah dari puing-puing dan rongsokan akan menjadi sesuatu yang terpaksa dilakukan para survivor.
Bayangkan lansekapnya setelah Jam Pergeseran Kutub, ketika angin-angin berkekuatan badai telah menyapu seluruh bumi, gelombang-gelombang pasang telah menyerang pesisir-pesisir paintai, yang semuanya diiringi oleh gempa-gempa berkekuatan 9 di seluruh dunia. 
Gempa-gempa akan merobohkan bangunan-bangunan sementara angin-angin akan menerbangkan potongan-potongannya. Ini lebih buruk dari akibat-akibat sebuah hujan badai atau siklon tunggal. Ini lebih buruk dari dampak setelah terjadi sebuah gempa tunggal. 
Dan gelombang-gelombang pasang yang akan naik hingga 500-600 kaki (190-200an meter--pen.) di sepanjang pesisir-pesisir pantai akan menyeret sampah-sampah itu--pertama-tama ke dalam daratan, lalu kembali ke laut, mendistribusikan sampah tersebut, yang mana akan lebih buruk dari (dampak--pen.) sebuah tsunami tunggal.
Belanja perbekalan untuk membangun ulang perumahan tidak akan mungkin, dengan jalanan yang robek di sana-sini dan jembatan-jembatan runtuh. Para survivor akan membangun ulang dengan rongsokan yang akan ada di sekitar mereka.

[Penggambaran Para Alien Zeta Untuk Pergerakan Angin Selama dan Setelah Pergeseran Kutub]

ZetaTalk Description 15 Jan. 1996: "Saat pergeseran kutub, permukaan bumi akan bergerak, hanya dalam waktu kurang dari satu jam, sebanyak lebih dari seperempat putaran.
Gempa-gempa dan gelombang-gelombang pasang masif memang akan terjadi ketika gerakan ini berhenti; sementara, angin-angin berkekuatan badai, di seluruh dunia, akan terjadi selama pergeseran kutub--angin-angin yang melecut dan kacau bisa mencapai kekuatan badai selama jam ini dan tidak dapat diprediksi selama beberapa jam setelah pergeseran kutub--akan tetapi orang jangan menganggap bahwa kekuatan angin itu akan melebihi apa yang pernah dialami dunia sekarang ini. 
Badai-badai serta taifun-taifun Anda mewakili apa yang akan terjadi ketika massa-massa udara berupaya bergerak saling melawan, dengan adanya densitas, tarikan gravitasi serta inersia mereka. Faktor-faktor ini sudah ada, dan akan mendominasi, selama pergeseran kutub. 
Manusia yang ingin mempersiapkan diri terhadap angin-angin ganas ini harus mengantisipasi sebuah kekuatan yang setara dengan angin-angin badai yang sudah mereka kenali--bukan kekuatan tornado (puting beliung) meskipun tornado-tornado akan bermunculan.
Tetaplah tinggal di bawah permukaan Bumi, berbaring rendah (tiarap), dan ikat kencang apapun yang masih ingin Anda temukan saat semuanya berakhir." [Baca: Ketika Bumi Berhenti Berputar]

[Penggambaran Para Alien Zeta Untuk Sifat Penghentian Gerakan Lempeng-Lempeng Bumi Saat Pergeseran Kutub] 

ZetaTalk Description 15 Jan. 1995: Pergeseran Kutub karenanya akan terjadi secara tiba-tiba, yang terjadi dalam kurun waktu yang sepertinya bermenit-menit bagi manusia yang terlibat dalam drama itu, namun sesungguhnya terjadi selama lebih dari setengah jam. Ada tahapan-tahapannya, yang mana, di antara itu, para manusia yang melihat, dalam keguncangan, akan terpaku diam.
Pada mulanya ada suatu getaran--sebuah sundulan--karena kerak bumi di berbagai tempat terlepass-lepas dari inti bumi. Lalu terjadi penggelinciran, dimana kerak bumi terseret, selama beberapa menit, ke sebuah lokasi baru, bersama dengan inti bumi.
Selama penggelinciran itu, gelombang-gelombang pasang bergerak di seluruh bumi di sepanjang pesisir-pesisir pantai, karena air tidak terikat dan dapat bergerak secara sendirian.
Tanaman-tanaman akan selamat karena memiliki akar dan benih-benih mereka ada dimana-mana, dan hewan-hewan serta manusia akan selamat karena mereka bergerak bersama lempeng-lempeng bumi yang bergerak, dan, ketika lempeng-lempeng berhenti bergerak, mereka hanya mengalami keguncangan yang tidak lebih parah dari ketika terjadi gempa berkekuatan 9 SR.
Meskipun pembentukan gunung terjadi ketika lempeng-lempeng berhenti bergerak, penghentian itu bukan sekedar sebuah lonjakan layaknya mobil yang menabrak tembok. Oleh karena semuanya dalam gerakan, maka penghentian lempeng-lempeng itu seperti sebuah mobil yang menabrak halangan berupa tong-tong plastik berisi pasir--yaitu serangkaian lonjakan kecil, yang terjadi dalam urutan cepat.

[Penggambaran Para Alien Zeta Untuk Sifat Gerakan Banjir Pasang Laut Pergeseran Kutub]   

ZetaTalk Description 15 Juni 2001: "Ini adalah banjir pasang laut (rob), dengan bibir air berada di titik tertingginya, yang naik seperti gelombang pasang hening yang terus naik tanpa henti; gelombangnya menggulung ke dalam daratan tanpa gerakan maju-mundur yang menghantam keras, melainkan perendaman tetap yang progresif.
Mereka yang berada dalam belas kasihan banjir pasang semacam itu akan langung terpikir untuk naik ke atas gelombang itu. Dengan segera mereka akan berdiri di titik tertinggi yang dapat mereka capai, dan air masih akan tetap mengalir ke daratan secara tetap dan terus naik. 
Terapung-apung di kapal atau bersama kayu, mereka akan ditarik ke darat bersama arus laut hingga gelombang balik dimulai--yaitu air yang mengalir kembali ke dasar lautnya namun dengan sifat air yang sedang melakukan gerakan memecah, melempar tajam sisi lainnya sehingga kedua sisi laut itu mengalami gelombang pasang ini, secara bergantian, selama beberapa hari hingga momentumnya menurun. 
Ketika banjir pasang laut itu surut, mereka yang terapung-apung itu dalam bahaya terseret ke laut bersama arus air itu, karena air akan menerjang ke dasar lautnya secara tidak merata, dengan lebih cepat dimana air dapat surut paling cepat."