Kolbrin : Hari-Hari Gelap

Kitab Kolbrin juga menceritakan tentang hari-hari gelap yang pernah terjadi jaman dahulu yang dibawa oleh sebuah benda langit pembawa kehancuran bumi yang disebut sebagai The Destroyer, atau Sang Penghancur. Dari gambarannya, dapat dilihat bahwa hari-hari gelap ini merupakan minggu-minggu terakhir, atau Tahap 9, menuju Pergeseran Kutub. Berikut sekelumit isinya yang dikutip dari Kitab Kolbrin, The Book of Manuscripts: Chapter Six: the Dark Days,beserta terjemahan bebasnya. 
The dark days began with the last visitation of the Destroyer and they were foretold by strange omens in the skies. All men were silent and went about with. The leaders of the slaves which had built a city to the glory of Thom stirred up unrest, and no man raised his arm against them. They foretold great events of which the people were ignorant and of which the temple seers were not informed. These were days of ominous calm, when the people waited for they knew not what. The presence of an unseen doom was felt, the hearts of men were stricken. Laughter was heard no more and grief and wailing sounded throughout the land. 
"Hari-hari gelap dimulai dengan kunjungan terakhir Sang Penghancur, dan mereka telah diberi tahu sebelumnya melalui tanda-tanda aneh di langit. Seluruh manusia terdiam dan berkeliaran. Para pemimpin budak yang telah membangun sebuah kota demi kemuliaan Thom membuat keresahan, dan tak ada manusia yang mengangkat senjata untuk melawan mereka. Mereka telah memberi tahu sebelumnya tentang event-event agung yang tidak diketahui orang dan yang tidak diberitahukan kepada para pengawas kuil. Itulah hari-hari tenang yang mengerikan, ketika orang-orang menanti-nanti apa yang tidak mereka ketahui. Kehadiran sebuah kiamat yang tak terlihat dapat dirasakan, hati para manusia menjadi terguncang. Tawa tak lagi terdengar dan kedukaan serta tangisan pilu memenuhi seluruh penjuru negeri."