Korea Utara, Si Preman Kecil Dunia

Pengabdi-Ego

Masalah premanisme yang mengkhawatirkan tak hanya dialami Indonesia tapi juga dunia, yang tengah dilanda krisis alam dan keuangan, untuk menyebut dua saja. Korea Utara (si preman kecil, menurut para alien Zeta) membuat ulah lagi,  dengan mengumumkan perang terhadap Korea Selatan. Situasi ini sangat mengkhawatirkan dengan adanya persenjataan nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara. Sangat menjengkelkan memang terutama bagi Korea Selatan, Korea Utara telah mengarahkan rudal-rudal balistiknya ke pantai timur Korea Selatan untuk uji coba. Rencana peluncuran yang semula 15 April (tanggal kelahiran pendiri Korut Kim Il-Sung) ini telah ditunda, menurut harian Republika, dan diganti dengan tanggal yang hanya bisa diduga-duga orang: 25 April (HUT Tentara Rakyat Korut), 30 April (hari terakhir latihan militer bersama yang digelar AS dan Korsel) atau 27 Juli (tanggal peringatan gencatan senjata Perang Korea 1950-1953).
Korea Utara Nyatakan "Keadaan Perang" dengan Korea Selatan (rimanews)Korea Utara, Sabtu, menyatakan negara komunis itu telah memasuki "keadaan perang" dengan Korea Selatan, demikian laporan kantor berita resmi DPRK, KCNA. Semua masalah antara kedua Korea ditangani sesuai kondisi perang. Sejak lama Korea Utara sering melontarkan pernyataan-pernyataan seperti itu, bahkan memakai "teknologi nuklir"-nya untuk menekan negara-negara lain. Pernyataan itu, yang dikeluarkan secara bersama pemerintah DPRK, partai politik setempat, dan organisasi lain, memperingatkan setiap provokasi militer di dekat perbatasan darat atau laut kedua pihak "akan mengakibatkan konflik berskala besar dan perang nuklir. Pada Jumat (29/3), pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un,  memerintahkan persiapan bagi serangan roket strategis ke daratan dan pangkalan militer Amerika Serikat setelah pembom siluman B-2 Spectre Amerika Serikat melakukan latih di Korea Selatan. Perintah itu dikeluarkan saat Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, mengatakan, Washington tidak akan gentar dengan ancaman perang Pyongyang, sementara ketegangan meningkat di Semenanjung Korea. [ant]
Intelijen Korsel: Tes Rudal Korut Bakal Mundur (republika): Penantian terhadap rencana uji coba peluru kendali Korea Utara, yang membuat Korea Selatan dan Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan selama dua pekan terakhir. Uji coba itu kemungkinan akan molor hingga Juli, kata Kementerian Pertahanan Korsel, Senin (22/4. Intelijen Korsel mengatakan Korut telah mengerahkan sejumlah rudal balistik dan peluncur rudalnya ke wilayah pantai timur negara tersebut. Pengerahan itu terkait persiapan untuk meluncurkannya di tengah ketegangan yang memanas di Semenanjung Korea. 
Korea Utara Tuntut Sanksi PBB Dicabut (dw.de): Korea Utara menyampaikan beberapa prasyarat untuk dialog dengan Washington dan Seoul. Pyongyang menuntut semua sanksi PBB dicabut sebelum ada perundigan. Korea Utara hari Kamis (18/04) menyebutkan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pihaknya bersedia melakukan dialog dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat. Manuver militer Korsel dan AS harus segera dihentikan dan semua sanksi PBB harus diakhiri.
Dengan ulah-ulah pemerintahnya yang menjengkelkan, Korea Utara pantas disebut preman kecil oleh para alien Zeta. Lantas, akan bagaimana nanti jadinya? Berikut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.

Penjelasan para alien Zeta/ZetaTalk:
Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for April 13, 2013

"Korea Utara adalah kediktatoran yang telah berjalan lama, yang telah lama terbiasa dengan posisi menggertak untuk mengintimidasi para warga negaranya.

Pola pikir tukang gertak (bully) adalah sedemikian rupa sehingga si bully beranggapan bahwa merekalah yang mengendalikan, selalu menang, hingga terlalu terlambat. Meskipun sering kali bermula dari posisi mereka yang merasa tidak aman, mereka mempercayai gertakan mereka sendiri karena memberi rasa nyaman. Dengan demikian, mereka terpesona oleh kemistikan mereka, meyakini bahwa mereka tidak akan pernah gagal. Mereka melihat kesuksesan kala membrutali golongan yang lemah, serta menganggap bahwa kesuksesan itu karena kekuatan dan kelicikan mereka, dan, dengan demikian, menggunakan teknik-teknik yang sama itu pada golongan yang kuat. Prilaku ini adalah tema yang umum dalam cerita-cerita fiksi, karena bully adalah entitas yang umum ada di semua budaya. Dalam perkelahian antar-geng terdapat para bully dalam ranking-ranking, yang hanya untuk dijungkalkan ketika bully yang lebih kuat lagi muncul.

Telah kami sebut-sebut pada 2002 bahwa Korea Utara berupaya memeras makanan dari AS dan Cina melalui produksi senjatanya yang berisik. Namun dengan angkuhnya mereka meneruskan lomba persenjataan sementara mendapatkan pengiriman-pengiriman makanan. Maka pada 2007 pengiriman-pengiriman makanan tersebut dihentikan.  Merasa murka, bully ini meningkatkan retorika mereka serta produksi senjata, karena ego-ego yang lemah tidak dapat menolerir dikecilkan di muka umum.

Kemana semua ini nantinya? Cina mengetahui bahwa konfrontasi yang diperbarui antara Korea Utara dan Dunia Barat juga akan membelit mereka, dan mereka tidak menginginkan kekacauan ini. Si bully kecil Korea Utara akan diperingatkan oleh Cina, yang telah bertindak sebagai kakaknya (big brother), dan, jika Korea Utara tidak mau mendengar, akan mengakibatkan kombinasi sangsi dari Cina dan tindakan militer dari seluruh negara tetangga Korea Utara."